Penerimaan Peserta didik baru Tahun PelajaRan 2022/2023

Formulir isian Pendaftaran Peserta didik baru Tahun Pelajaran 2022/2023

Keluarga Besar MIN 4 Gunungkidul

Selamat datang di Website resmi MIN 4 Gunungkidul

MIN 4 Gunungkidul Ikuti Vaksinasi Siswa Usia 6-11 Tahun

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Susiyati berharap semua siswa MIN 4 bisa mengikuti vaksin COVID 19, sehingga akan lebih tenang dan siap dalam mengikuti pembelajaran tatap muka

MIN 4 Gunungkidul Ikuti Lomba Kebersihan Madrasah

Wonosari, Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke 76, panitia HAB ke 76 Kantor Kementrian Agama Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan lomba salah satunya lomba kebersihan madrasah.

MIN 4 Gunungkidul raih juara 1 lomba Perpus jenjang SD/MI

Susiyati selaku Kepala Madrasah menyampaikan ucapan terimakasih kepada dinas perpustakaan daerah yang telah mendampingi, kepada tim perpustakaan Al-Hikmah yang telah bekerja keras sehingga mendapatkan juara 1

Kamis, 30 April 2026

Siapkan Penampilan Terbaik, Manajer Drumband MIN 4 Gunungkidul Ikuti Technical Meeting Kejurkab dan GOMBC 2026


Wonosari – Manajer drumband MIN 4 Gunungkidul, Arif Kurniawan, S.Pd.I., mengikuti kegiatan technical meeting akhir Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Gunungkidul dan Gunungkidul Open Marching Band Championship (GOMBC) Tahun 2026 pada Rabu (29/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Bangsal Sewoko Projo mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB tersebut diikuti oleh manajer dan pelatih dari berbagai tim drumband peserta lomba.

Technical meeting dilaksanakan sebagai bentuk persiapan akhir sebelum perlombaan berlangsung. Dalam kegiatan tersebut dibahas berbagai ketentuan teknis, tata tertib perlombaan, serta koordinasi pelaksanaan kegiatan.

Arif Kurniawan, S.Pd.I. menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan tim drumband MIN 4 Gunungkidul. “Melalui technical meeting ini, kami mendapatkan banyak informasi penting terkait pelaksanaan lomba sehingga tim dapat lebih siap dan percaya diri saat tampil nanti,” ujarnya.

Dengan mengikuti kegiatan ini, diharapkan tim drumband MIN 4 Gunungkidul dapat tampil optimal dan memberikan hasil terbaik dalam ajang Kejurkab PDBI Gunungkidul dan GOMBC Tahun 2026.

Selasa, 28 April 2026

Semangat Beribadah, Siswa MIN 4 Gunungkidul Lanjutkan Tahfidz Setelah Salat Dhuha


Wonosari (28/04/2026) – Siswa MIN 4 Gunungkidul melaksanakan kegiatan tahfidz Al-Qur’an sebagai bagian dari pembiasaan religius di lingkungan madrasah.

Kegiatan tahfidz dilaksanakan setelah siswa melaksanakan salat dhuha berjamaah. Setelah itu, siswa melanjutkan dengan menghafal ayat-ayat Al-Qur’an sesuai dengan target yang telah ditentukan.

Selama kegiatan berlangsung, siswa didampingi oleh guru untuk memastikan kelancaran hafalan serta ketepatan dalam membaca Al-Qur’an. Suasana kegiatan tampak khusyuk dan tertib.

Program ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini serta membentuk karakter religius siswa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat meningkatkan kemampuan hafalan, memperbaiki bacaan, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Peduli Kesehatan Anak, MIN 4 Gunungkidul Bekali Siswi Pemahaman Kesehatan dan Ibadah


Wonosari (28/04/2026) – MIN 4 Gunungkidul melaksanakan kegiatan pembinaan keputrian bagi siswi kelas IV, V dan VI sebagai upaya memberikan edukasi kesehatan, kebersihan diri, serta penguatan karakter.

Kegiatan ini dilaksanakan di ruang baca perpustakaan madrasah dan dibina oleh Umi Suryani, S.Pd.I. Pembinaan berlangsung setelah rangkaian kegiatan pagi dan diikuti oleh siswi dengan tertib.

Dalam kegiatan tersebut, siswi mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri, terutama pada masa pertumbuhan. Materi yang disampaikan meliputi edukasi seputar kesehatan, kebersihan saat menstruasi, serta pentingnya menjaga ibadah, termasuk pelaksanaan salat dalam kondisi tertentu.

Pembinaan disampaikan dengan pendekatan yang edukatif dan komunikatif sehingga mudah dipahami oleh siswi. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi siswi untuk lebih memahami perubahan yang terjadi pada diri mereka serta cara menyikapinya dengan baik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswi MIN 4 Gunungkidul dapat memiliki kesadaran yang lebih baik dalam menjaga kesehatan, kebersihan diri, serta membentuk karakter yang positif dalam kehidupan sehari-hari.

Sehat Itu Penting, Siswa MIN 4 Gunungkidul Antusias Ikuti Pemberian Obat Cacing


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – MIN 4 Gunungkidul melaksanakan kegiatan pemberian obat cacing kepada siswa sebagai upaya menjaga kesehatan dan kebugaran peserta didik, Selasa (28/04/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh siswa dengan tertib dan berlangsung di lingkungan madrasah. Pemberian obat cacing dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah infeksi cacing yang dapat berdampak pada kesehatan, seperti gangguan pertumbuhan, menurunnya daya tahan tubuh, serta berkurangnya konsentrasi belajar.

Program ini merupakan bagian dari pembiasaan hidup sehat di lingkungan madrasah dan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Puskesmas Wonosari I sebagai bentuk sinergi dalam menjaga kesehatan siswa.

Selama kegiatan berlangsung, siswa diarahkan untuk mengonsumsi obat dengan tertib di bawah pengawasan guru. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kondisi kesehatan siswa tetap terjaga sehingga dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan optimal.

Perkuat Pembinaan Karakter Tanggungjawab & Kebersihan Siswa


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – MIN 4 Gunungkidul terus memperkuat pembinaan karakter siswa melalui kegiatan penanaman nilai kebersihan dan tanggung jawab di lingkungan madrasah. Selasa (28/04/2026)

Kegiatan pembinaan dilaksanakan pada pagi hari setelah shalat dhuha berjamaah dengan fokus pada pentingnya menjaga kebersihan kamar mandi. Dalam pembinaan tersebut, siswa diarahkan untuk memiliki kesadaran dalam menjaga kebersihan setelah digunakan, termasuk membiasakan menyiram setelah buang air kecil maupun besar.

Pembinaan disampaikan oleh Umi Suryani, S.Pd.I, yang menekankan bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama yang harus dibiasakan sejak dini.

Dalam arahannya, siswa diingatkan bahwa kebersihan lingkungan, termasuk fasilitas umum seperti kamar mandi, mencerminkan kedisiplinan dan karakter diri. Oleh karena itu, setiap siswa diharapkan mampu menjaga dan merawat fasilitas madrasah dengan baik.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan mendapat perhatian dari para siswa. Melalui pembinaan ini, diharapkan kesadaran siswa terhadap pentingnya kebersihan semakin meningkat serta menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Senin, 27 April 2026

Perdana Berlatih, Siswa Kelas III A MIN 4 Gunungkidul Antusias Jadi Petugas Upacara

Wonosari (27/04/2026) – Siswa kelas III A MIN 4 Gunungkidul melaksanakan kegiatan latihan petugas upacara sebagai persiapan pelaksanaan upacara bendera yang akan datang.

Kegiatan ini menjadi pengalaman awal bagi siswa kelas III A dalam mempersiapkan diri sebagai petugas upacara, menggantikan siswa kelas VI yang telah menyelesaikan masa tugasnya seiring pelaksanaan ujian.

Latihan dilaksanakan di halaman madrasah pada pagi hari dengan melibatkan siswa yang bertugas sebagai petugas upacara, meliputi pemimpin upacara, pembawa acara, pembaca teks, hingga pengibar bendera.

Dalam pelaksanaannya, siswa didampingi oleh wali kelas, Abdul Wakhid, S.Pd.I., serta mendapat bimbingan dari Novianto Setyo Nugroho, S.Pd.Kor., dan Zainuri, S.Pd. Selama latihan, siswa diarahkan untuk memahami peran masing-masing serta meningkatkan ketepatan gerakan dan kekompakan.

Para siswa tampak antusias mengikuti setiap arahan yang diberikan. Latihan dilakukan secara bertahap agar seluruh petugas dapat menjalankan tugas dengan baik dan percaya diri.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mempersiapkan pelaksanaan upacara, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dalam menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta kerja sama.

Dengan adanya latihan ini, diharapkan siswa kelas III A dapat menjalankan tugas sebagai petugas upacara dengan baik pada pelaksanaan upacara mendatang.

Langkah Nyata Menuju Adiwiyata Mandiri, MIN 4 Gunungkidul Dampingi Sekolah Binaan


Wonosari (27/04/2026) – Dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS), MIN 4 Gunungkidul turut melaksanakan penguatan pembinaan terhadap sekolah binaan.

Pembinaan tersebut dilakukan oleh Ketua Tim Adiwiyata, Arif Kurniawan, S.Pd.I., kepada sekolah binaan MIN 4 Gunungkidul, yakni SD Kemadang dan SD Panjatan, sebagai bagian dari persiapan menuju Adiwiyata Mandiri.

Kegiatan ini difokuskan pada pemahaman strategi pendampingan sekolah binaan, penguatan program lingkungan, serta penerapan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) secara berkelanjutan.

Arif Kurniawan, S.Pd.I. menyampaikan bahwa pembinaan sekolah binaan merupakan salah satu langkah penting dalam proses menuju Adiwiyata Mandiri. “Melalui kegiatan ini, kami mulai mematangkan langkah pembinaan agar nantinya dapat berjalan secara terarah dan memberikan dampak nyata bagi sekolah binaan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan MIN 4 Gunungkidul semakin siap dalam melaksanakan peran sebagai pembina serta mampu mengembangkan program Adiwiyata secara lebih luas.

Menuju Adiwiyata Mandiri, Tim MIN 4 Gunungkidul Ikuti Bimtek GPBLHS


Wonosari (27/04/2026) – Dalam upaya menuju predikat Adiwiyata Mandiri, MIN 4 Gunungkidul terus melakukan penguatan program lingkungan melalui berbagai kegiatan, salah satunya dengan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS).

Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Rapat Bintaos Lantai 3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul tersebut diikuti oleh perwakilan madrasah, yakni Arif Kurniawan, S.Pd.I. selaku ketua tim Adiwiyata MIN 4 Gunungkidul dan Hanafi Fajar Kurniawan selaku sekretaris tim, yang hadir mewakili kepala madrasah.

Keikutsertaan dalam bimtek ini menjadi bagian dari persiapan MIN 4 Gunungkidul dalam mengajukan diri menuju Adiwiyata Mandiri, seiring dengan masa berlaku predikat Adiwiyata Nasional yang akan segera berakhir. Selain itu, madrasah juga dipersiapkan untuk memiliki sekolah binaan sebagai salah satu syarat menuju Adiwiyata Mandiri.

Arif Kurniawan, S.Pd.I. menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam penguatan program Adiwiyata. “Melalui bimtek ini, kami mendapatkan arahan yang lebih jelas terkait persiapan menuju Adiwiyata Mandiri, termasuk dalam pengembangan program dan pembinaan sekolah binaan,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi terkait penguatan program lingkungan, pengelolaan sekolah berbudaya lingkungan, serta strategi implementasi GPBLHS secara berkelanjutan.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, diharapkan MIN 4 Gunungkidul dapat semakin siap dalam mewujudkan madrasah yang berbudaya lingkungan serta meraih predikat Adiwiyata Mandiri.

Konsisten Jaga Kebersihan, Kelas II A dan IV B Kembali Raih Juara di MIN 4 Gunungkidul


Wonosari (27/04/2026) – MIN 4 Gunungkidul kembali mengumumkan hasil penilaian lomba kebersihan kelas mingguan sebagai upaya menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan madrasah. Pengumuman disampaikan setelah pelaksanaan upacara bendera di halaman madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kelas dengan dua kategori penilaian, yakni kelas bawah dan kelas atas.

Berdasarkan hasil penilaian, kelas II A kembali meraih juara sebagai kelas terbersih untuk kategori kelas bawah. Prestasi ini menjadi capaian yang membanggakan karena berhasil dipertahankan selama tiga kali berturut-turut. Sementara itu, pada kategori kelas atas, kelas IV B juga kembali meraih juara dan mempertahankan predikatnya untuk kedua kalinya secara berturut-turut.

Penilaian kebersihan dilakukan oleh dewan guru dengan memperhatikan beberapa aspek, di antaranya kerapian ruang kelas, kebersihan lantai, serta penataan perlengkapan belajar.

Selain pemberian apresiasi kepada kelas terbersih, madrasah juga menerapkan pembinaan bagi kelas yang masih perlu meningkatkan kebersihan. Pembinaan tersebut berupa kegiatan menjaga kebersihan lingkungan sekitar kelas, seperti teras dan area tangga, sebagai bentuk pembiasaan tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa semakin termotivasi untuk menjaga kebersihan kelas secara konsisten serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, sehat, dan menyenangkan.

(PKL)

Upacara Bendera MIN 4 Gunungkidul Tekankan Semangat Belajar Siswa


 

Wonosari (27/04/2026) – Seluruh warga MIN 4 Gunungkidul melaksanakan upacara bendera pada Senin pagi di halaman madrasah dengan tertib dan khidmat.

Kegiatan ini diikuti oleh kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh siswa. Bertugas sebagai petugas upacara adalah siswa kelas V yang menjalankan tugasnya dengan baik, mulai dari pengibaran bendera hingga pembacaan teks Pancasila.

Upacara dipimpin oleh Zainuri, S.Pd., selaku pembina upacara. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pentingnya semangat belajar, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Beliau juga mengaitkan amanatnya dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwa pada masa lalu tidak semua anak memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan, sehingga kesempatan belajar yang ada saat ini perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Selain itu, beliau juga mengingatkan siswa untuk bijak dalam memanfaatkan teknologi, khususnya penggunaan gawai. Teknologi diharapkan dapat digunakan sebagai sarana untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan kecerdasan, bukan sebaliknya.

Seluruh rangkaian upacara berlangsung dengan tertib hingga selesai. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa MIN 4 Gunungkidul dapat semakin meningkatkan kedisiplinan, semangat belajar, serta memiliki kesadaran dalam memanfaatkan teknologi secara positif.

(PKL)

Jumat, 24 April 2026

Hangat dan Penuh Kebersamaan, Keluarga Besar MIN 4 Gunungkidul Gelar Kembulan Tasyakuran


Wonosari (24/04/2026) – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di lingkungan MIN 4 Gunungkidul saat keluarga besar madrasah menggelar kembulan tasyakuran dalam rangka ulang tahun salah satu guru.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kekeluargaan, diikuti oleh para guru dan tenaga kependidikan yang berkumpul bersama dalam suasana santai dan akrab. Kembulan dilaksanakan secara sederhana dengan makan bersama, yang semakin menambah kehangatan kebersamaan.

Terlihat para guru dan pegawai menikmati momen tersebut dengan penuh keceriaan, saling berbincang dan berbagi cerita di sela-sela kegiatan. Suasana ini mencerminkan eratnya hubungan kekeluargaan di lingkungan MIN 4 Gunungkidul.

Melalui kegiatan sederhana ini, diharapkan dapat semakin mempererat tali silaturahmi serta menjaga kekompakan antar warga madrasah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sehari-hari.

Kebersamaan yang terjalin tidak hanya menjadi momen kebahagiaan, tetapi juga menjadi energi positif dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan penuh semangat.

Persiapan Matang, Siswa Kelas V MIN 4 Gunungkidul Latihan Petugas Upacara

Wonosari (24/04/2026) – Siswa kelas V MIN 4 Gunungkidul melaksanakan latihan petugas upacara sebagai persiapan untuk pelaksanaan upacara bendera yang akan datang.

Latihan ini diikuti oleh siswa yang ditunjuk sebagai petugas upacara, meliputi pembawa acara, pemimpin upacara, pengibar bendera, serta petugas lainnya. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat di lingkungan madrasah.

Dalam pelaksanaannya, siswa didampingi oleh wali kelas V, Ery Wahyuni, S.Pd.I., serta mendapat bimbingan langsung dari Arif Kurniawan, S.Pd.I. Selama latihan, siswa diarahkan untuk memahami tugas masing-masing serta melatih kekompakan dan kedisiplinan.

Para siswa tampak serius mengikuti setiap arahan yang diberikan, mulai dari baris-berbaris hingga tata pelaksanaan upacara. Latihan dilakukan secara berulang agar siswa semakin siap dan percaya diri saat bertugas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya mampu menjalankan tugas upacara dengan baik, tetapi juga dapat menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta rasa percaya diri.

Ciptakan Madrasah Aman dan Nyaman, MIN 4 Gunungkidul Perkuat Edukasi Anti Bullying


Wonosari (24/04/2026) – MIN 4 Gunungkidul terus berkomitmen dalam membentuk karakter siswa melalui penguatan nilai-nilai positif, salah satunya dengan menanamkan sikap saling menghargai dan anti bullying.

Kegiatan penguatan karakter ini dilaksanakan setelah kegiatan Jumat Sehat dan Bersih (Jusesih), dengan melibatkan seluruh siswa. Suasana berlangsung tertib dan penuh perhatian saat siswa mengikuti arahan yang disampaikan.

Imamia Mardini, S.Pd., selaku guru yang membina kegiatan tersebut, menyampaikan pentingnya menjaga sikap saling menghargai antar sesama teman. “Sikap saling menghargai harus dibiasakan sejak dini agar tercipta lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan penuh kebersamaan,” ujar beliau.

Sebagai bentuk pembiasaan positif, kegiatan juga diisi dengan menyanyikan lagu bertema anti bullying secara bersama-sama, yang disambut dengan antusias oleh seluruh siswa.

Selain itu, siswa juga diajak untuk meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga sikap dan perilaku yang baik di lingkungan madrasah. Hal ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menciptakan suasana belajar yang harmonis.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa MIN 4 Gunungkidul semakin memahami pentingnya sikap saling menghargai serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Gobyos Penuh Semangat, Warga MIN 4 Gunungkidul Semarakkan JuSeSih "Seruni"


Wonosari (24/04/2026) – Suasana penuh semangat dan keceriaan tampak di MIN 4 Gunungkidul dalam kegiatan Jumat Sehat dan Bersih (Jusesih). Seluruh warga madrasah mengikuti kegiatan senam kebugaran jasmani (Seruni) yang dilaksanakan bersama di halaman madrasah.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, tenaga kependidikan, hingga Kepala Madrasah. Dengan iringan musik yang energik, para peserta tampak antusias mengikuti setiap gerakan senam secara kompak. Suasana semakin meriah ketika seluruh peserta larut dalam gerakan senam yang dinamis. Keceriaan terlihat dari raut wajah peserta yang menikmati kegiatan, bahkan tampak berkeringat sebagai wujud semangat dalam berolahraga.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Hj. Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan Jusesih kali ini merupakan salah satu upaya madrasah dalam menjaga kebugaran sekaligus mempererat kebersamaan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan pola hidup sehat serta memperkuat kebersamaan seluruh warga madrasah,” ujar beliau.

Melalui kegiatan Seruni ini, diharapkan seluruh warga MIN 4 Gunungkidul dapat menjaga kesehatan tubuh, meningkatkan semangat, serta menciptakan lingkungan madrasah yang aktif dan positif.

Kamis, 23 April 2026

Optimistis Raih Hasil Terbaik, Siswa MIN 4 Gunungkidul Selesaikan TKA


Wonosari (23/04/2026) – Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) mata pelajaran Bahasa Indonesia di MIN 4 Gunungkidul berlangsung dengan tertib dan lancar.

Para siswa kelas VI tampak mengikuti ujian dengan serius dan penuh percaya diri. Suasana ruang ujian terlihat kondusif sehingga mendukung konsentrasi siswa dalam mengerjakan soal.

Salah satu siswa, Aqila Karimah Azzahra, menyampaikan bahwa dirinya merasa soal yang dikerjakan cukup mudah. “Alhamdulillah soal Bahasa Indonesia tadi terasa cukup mudah dan bisa dikerjakan dengan lancar,” ujarnya.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Hj. Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas kelancaran pelaksanaan TKA serta semangat siswa dalam mengikuti ujian. “Kami berharap seluruh siswa dapat memperoleh hasil yang terbaik sesuai dengan usaha yang telah dilakukan,” ujar beliau.

Dengan pelaksanaan yang lancar dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan seluruh siswa MIN 4 Gunungkidul dapat meraih hasil optimal dalam TKA tahun ini.

Awali dengan Doa, Siswa Kelas VI MIN 4 Gunungkidul Laksanakan Salat Dhuha Sebelum TKA


Wonosari (23/04/2026) – Menjelang pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA), siswa kelas VI MIN 4 Gunungkidul melaksanakan salat Dhuha bersama di mushola madrasah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesiapan spiritual siswa setelah sebelumnya melakukan berbagai persiapan akademik.

Pelaksanaan salat Dhuha berlangsung dengan tertib dan khusyuk, didampingi oleh wali kelas VI, Imamia Mardini, S.Pd. Seusai salat, siswa juga memanjatkan doa bersama agar diberikan kelancaran dan hasil terbaik dalam menghadapi TKA.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Hj. Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa keseimbangan antara usaha dan doa sangat penting dalam menghadapi ujian. “Selain belajar dengan sungguh-sungguh, siswa juga perlu memperkuat ikhtiar melalui doa agar diberikan kemudahan dan hasil yang terbaik,” ujar beliau.

Kegiatan ini mencerminkan upaya madrasah dalam menanamkan nilai religius serta membentuk karakter siswa yang tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga secara spiritual.

Dengan adanya pembiasaan ini, diharapkan siswa kelas VI dapat menghadapi TKA dengan lebih tenang, percaya diri, dan penuh harapan.

Rabu, 22 April 2026

Pelaksanaan TKA di MIN 4 Gunungkidul Dipantau Tim Dikmad dan Pengawas Madrasah



Wonosari – Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) di MIN 4 Gunungkidul mendapat kunjungan monitoring dari bidang Pendidikan Madrasah (Dikmad) Kabupaten Gunungkidul bersama pengawas madrasah.

Kunjungan monitoring tersebut dilakukan oleh Ani Arifah, S.Pd. dari bidang Dikmad Kabupaten Gunungkidul serta Sri Kusrini, S.Pd.I., M.S.I. selaku pengawas madrasah.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan sesuai dengan prosedur serta berlangsung dengan tertib dan lancar.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, tim melakukan peninjauan langsung ke ruang ujian untuk melihat pelaksanaan ujian, kesiapan sarana prasarana, serta kedisiplinan peserta dan pengawas.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas kunjungan monitoring tersebut sebagai bentuk perhatian dan penguatan terhadap pelaksanaan kegiatan di madrasah. “Kami menyambut baik kegiatan monitoring ini sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan TKA berjalan sesuai ketentuan,” ujar beliau.

Selama pelaksanaan monitoring, kegiatan ujian berlangsung dengan tertib, lancar, dan kondusif.

Dengan adanya monitoring ini, diharapkan pelaksanaan TKA di MIN 4 Gunungkidul dapat terus terjaga kualitasnya serta berjalan dengan transparan dan akuntabel.

Siswa MIN 4 Gunungkidul Ikuti TKA Matematika Tingkat Kabupaten dengan Tertib


Wonosari – Siswa kelas VI MIN 4 Gunungkidul mengikuti pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) tingkat kabupaten untuk mata pelajaran Matematika dengan tertib dan lancar.

Pelaksanaan TKA dilaksanakan dalam dua sesi, masing-masing diikuti oleh 12 peserta didik. Pembagian sesi ini dilakukan untuk menjaga ketertiban serta memastikan proses ujian berlangsung dengan optimal.

Kegiatan ujian berlangsung di ruang yang telah dipersiapkan sebelumnya dengan pengawasan dari pengawas ujian yang berasal dari MI YAPPI Bansari serta didampingi panitia madrasah. Para siswa tampak serius dan fokus dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa pihak madrasah telah melakukan berbagai persiapan guna mendukung kelancaran pelaksanaan TKA. “Kami berupaya memberikan pendampingan dan fasilitas terbaik agar siswa dapat mengikuti TKA dengan optimal,” ujar beliau.

Beliau juga berharap seluruh siswa dapat mengerjakan soal dengan teliti dan memperoleh hasil yang maksimal sesuai dengan usaha yang telah dilakukan selama ini.

Dengan pelaksanaan yang tertib dan kondusif, diharapkan TKA Matematika dapat berjalan lancar serta menjadi salah satu indikator capaian kompetensi siswa di akhir jenjang pendidikan dasar.

Selasa, 21 April 2026

Jelang TKA, MIN 4 Gunungkidul Matangkan Kesiapan Ruang Ujian


Wonosari (21/04/2026) – Menjelang pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA), MIN 4 Gunungkidul memastikan seluruh persiapan telah dilakukan secara optimal, khususnya pada penataan ruang ujian.

Ruang ujian tampak telah tertata rapi dan siap digunakan. Penataan meliputi pengaturan tempat duduk peserta sesuai denah yang telah ditentukan, sehingga pelaksanaan ujian dapat berjalan tertib dan terarah.

Selain itu, berbagai informasi penting juga telah dipasang di depan ruang ujian, seperti denah tempat duduk peserta serta imbauan terkait ketertiban selama pelaksanaan TKA. Hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana ujian yang kondusif dan mendukung kenyamanan siswa.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Hj. Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kesiapan ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi siswa. “Kami berupaya memastikan seluruh sarana dan prasarana siap, sehingga siswa dapat mengikuti TKA dengan nyaman dan lancar,” ujar beliau.

Dengan kesiapan yang matang, MIN 4 Gunungkidul optimistis pelaksanaan TKA dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan memberikan hasil yang optimal bagi seluruh siswa.

Olahraga Sambil Bermain, Siswa MIN 4 Gunungkidul Mainkan Permainan Tradisional


Wonosari (21/04/2026) – Suasana ceria tampak dalam kegiatan pembelajaran olahraga di MIN 4 Gunungkidul. Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan dengan memainkan permainan tradisional bersama teman-temannya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya berolahraga, tetapi juga belajar melalui permainan yang melatih ketangkasan, kerja sama, serta kebersamaan. Suasana penuh tawa dan semangat terlihat saat siswa saling berinteraksi dan menikmati setiap permainan yang dilakukan.

Guru pendamping menyampaikan bahwa permainan tradisional dipilih sebagai bagian dari pembelajaran untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus menanamkan nilai-nilai positif. “Melalui permainan tradisional, siswa dapat belajar bekerja sama, sportif, serta menjaga kebersamaan dengan teman,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada siswa di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga mampu mengembangkan sikap sosial dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Balut Semangat Kartini, Siswa MIN 4 Gunungkidul Tampil Berbusana Adat Jawa


Wonosari (21/04/2026) – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, siswa-siswi MIN 4 Gunungkidul tampil mengenakan busana adat Jawa di lingkungan madrasah.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini sekaligus upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa sejak dini.

Suasana madrasah tampak berbeda dari biasanya. Para siswa terlihat rapi dan antusias mengenakan busana adat Jawa, menciptakan nuansa budaya yang kental dan penuh makna.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Hj. Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai momentum untuk menanamkan nilai perjuangan kepada siswa. “Semangat Kartini harus terus kita teladani, terutama dalam hal semangat belajar, keberanian, dan ketekunan dalam meraih cita-cita,” ujar beliau.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat memahami nilai-nilai perjuangan Kartini serta menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya dan jati diri bangsa.

Perkuat Sinergi Program, MIN 4 Gunungkidul Gelar Rapat Koordinasi


Wonosari – MIN 4 Gunungkidul menggelar rapat koordinasi yang diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan guna menyamakan persepsi dalam pelaksanaan program madrasah. (Senin, 20/04/2026)

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala MIN 4 Gunungkidul, Hj. Laily Fauziah, S.Pd.I. Dalam arahannya, beliau menyampaikan berbagai agenda penting, khususnya terkait persiapan kegiatan siswa kelas VI, seperti TKA, TKAD, dan Ujian Madrasah (UM). Beliau menekankan pentingnya kesiapan dan kerja sama seluruh pihak dalam mendampingi siswa agar dapat mengikuti rangkaian kegiatan tersebut dengan optimal.

Selain itu, beliau juga kembali menegaskan pentingnya penguatan pembinaan karakter siswa, sejalan dengan pesan yang telah disampaikan dalam amanat upacara sebelumnya.

“Pembinaan karakter harus terus diperkuat sebagai landasan dalam membentuk pribadi siswa yang disiplin dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini tahun ini tidak dilaksanakan dalam bentuk upacara khusus, mengingat fokus madrasah saat ini tertuju pada persiapan TKA siswa kelas VI. Rapat juga membahas persiapan kegiatan keagamaan, salah satunya dengan pembentukan panitia qurban yang direncanakan akan dilaksanakan pada akhir bulan Mei bertepatan dengan bulan Dzulhijjah.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh program madrasah dapat berjalan dengan terarah, terkoordinasi, serta memberikan hasil yang optimal bagi perkembangan siswa MIN 4 Gunungkidul.

Perkuat Disiplin Siswa, MIN 4 Gunungkidul Lakukan Pembinaan Kerapian dan Kebersihan


Wonosari (20/04/2026) – MIN 4 Gunungkidul melaksanakan pembinaan kedisiplinan siswa terkait kerapian rambut dan kebersihan diri sebagai tindak lanjut dari hasil pemantauan pada hari Jumat sebelumnya.

Pembinaan ini dilakukan kepada siswa yang masih perlu meningkatkan perhatian terhadap kerapian rambut. Sebelumnya, siswa telah diimbau untuk merapikan rambut, namun masih terdapat beberapa yang belum menindaklanjuti.

Kegiatan pembinaan dilaksanakan usai upacara bendera dengan pendampingan oleh Imamia Mardini, S.Pd., dan Arif Kurniawan, S.Pd.I. Dalam kegiatan tersebut, siswa diberikan arahan secara persuasif mengenai pentingnya menjaga kerapian sebagai bagian dari kedisiplinan.

Sebagai bentuk pembinaan lanjutan, dilakukan penataan rambut secara langsung bagi siswa yang belum merapikan rambut, sehingga diharapkan siswa dapat lebih memahami pentingnya menjaga penampilan yang rapi.

Imamia Mardini, S.Pd., menyampaikan bahwa pembinaan ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan disiplin pada diri siswa. “Kerapian merupakan bagian dari kedisiplinan yang harus dibiasakan. Melalui pembinaan ini, kami berharap siswa lebih peduli terhadap kebersihan dan kerapian diri,” ujarnya.

Selain itu, siswa juga diingatkan untuk selalu menjaga kebersihan diri, termasuk kebersihan kuku, sebagai bagian dari pembiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan madrasah.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan ini, diharapkan seluruh siswa MIN 4 Gunungkidul semakin disiplin dalam menjaga kerapian dan kebersihan diri sebagai cerminan karakter yang baik.

Hangat dan Bermakna, Tradisi Salam Jadi Pembiasaan di MIN 4 Gunungkidul


Wonosari – Suasana penuh kehangatan tampak di MIN 4 Gunungkidul usai pelaksanaan upacara bendera. Sebelum memasuki kelas, para siswa secara tertib melaksanakan tradisi bersalaman dengan kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan.

Kegiatan ini menjadi salah satu pembiasaan positif yang rutin dilakukan sebagai bagian dari penanaman nilai karakter di lingkungan madrasah. Siswa secara bergantian berjabat tangan sambil menunjukkan sikap hormat dan sopan santun kepada para pendidik.

Tradisi salam ini tidak hanya menciptakan suasana yang akrab, tetapi juga mempererat hubungan antara siswa dan guru. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kesopanan, penghormatan, serta membangun kedekatan emosional di lingkungan madrasah.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Hj. Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa pembiasaan sederhana seperti salam dan jabat tangan memiliki makna penting dalam pendidikan karakter siswa. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan sikap santun, rasa hormat, serta membangun kedekatan antara siswa dengan guru,” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa pembiasaan ini diharapkan dapat terus melekat dalam diri siswa, tidak hanya di lingkungan madrasah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan adanya tradisi salam ini, MIN 4 Gunungkidul terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter.

Lomba Kebersihan Mingguan, MIN 4 Gunungkidul Dorong Konsistensi dan Tanggung Jawab Siswa


Wonosari (20/04/2026) – Hasil lomba kebersihan kelas mingguan di MIN 4 Gunungkidul kembali diumumkan usai pelaksanaan upacara bendera pada Senin pagi.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kelas dan dibagi menjadi dua kategori, yaitu kelas bawah dan kelas atas. Penilaian dilakukan secara berkala oleh dewan guru selama satu pekan sebagai bentuk pembiasaan hidup bersih dan rapi di lingkungan madrasah.

Pada pekan ini, kelas II A kembali meraih predikat kelas terbersih untuk kategori kelas bawah, menunjukkan konsistensi dalam menjaga kebersihan lingkungan kelas. Sementara itu, untuk kategori kelas atas, kelas IV B berhasil meraih predikat kelas terbersih.

Di sisi lain, beberapa kelas masih perlu meningkatkan perhatian terhadap kebersihan lingkungan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kelas III A (kelas bawah) dan kelas V (kelas atas) kembali menjadi perhatian dalam pembinaan kebersihan.

Sebagai bentuk pembinaan dan penguatan tanggung jawab, siswa dari kelas tersebut tetap diberikan tugas menjaga kebersihan lingkungan sekitar kelas. Madrasah juga terus memberikan pendampingan agar seluruh siswa semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan, terutama sebagai bagian dari madrasah Adiwiyata.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa dapat lebih konsisten dalam menjaga kebersihan lingkungan kelas dan madrasah, sehingga tercipta suasana belajar yang nyaman, sehat, dan mendukung proses pembelajaran.

Upacara Bendera MIN 4 Gunungkidul Tekankan Adab dan Semangat Kartini


Wonosari (20/04/2026) – MIN 4 Gunungkidul melaksanakan upacara bendera rutin pada Senin pagi di halaman madrasah dengan tertib dan khidmat. Upacara diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Petugas upacara yaitu siswa-siswi kelas IV B yang menjalankan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Bertindak sebagai pembina upacara, Siti Nasikhah, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada petugas upacara atas pelaksanaan tugas yang tertib dan lancar. Dalam amanatnya, beliau menekankan pentingnya adab sebagai landasan utama dalam menuntut ilmu.

“Adab merupakan dasar dalam menuntut ilmu. Dengan adab yang baik, ilmu yang diperoleh akan lebih bermanfaat,” ujarnya.

Beliau juga mengingatkan siswa untuk senantiasa menjaga sikap, sopan santun, serta menghormati guru dan sesama sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Selain itu, dalam amanatnya beliau turut menyampaikan pesan terkait peringatan Hari Kartini yang akan diperingati pada keesokan harinya. Beliau menjelaskan bahwa R.A. Kartini merupakan pahlawan perempuan yang berjasa dalam memperjuangkan emansipasi dan hak pendidikan bagi kaum perempuan di Indonesia.

Melalui momentum tersebut, siswa diharapkan dapat meneladani semangat Kartini dalam belajar, berani bermimpi, serta terus berusaha meraih cita-cita.

Upacara berlangsung dengan lancar dan menjadi sarana dalam menanamkan nilai kedisiplinan, karakter, serta semangat nasionalisme bagi siswa MIN 4 Gunungkidul.

Jumat, 17 April 2026

Tingkatkan Layanan Perpustakaan, Pegawai MIN 4 Gunungkidul Ikuti Seminar Pemanfaatan AI

Wonosari (16/04/2026) – Upaya menuju layanan perpustakaan yang lebih modern terus dilakukan oleh Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Gunungkidul. Salah satunya melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang pengelolaan perpustakaan.

Pegawai MIN 4 Gunungkidul yang aktif dalam pengelolaan Perpustakaan Al Hikmah, Hanafi Fajar Kurniawan, mengikuti seminar bertajuk “Pemanfaatan AI untuk Layanan Perpustakaan” yang diselenggarakan oleh Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Kabupaten Gunungkidul bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan serta keterampilan dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna mendukung layanan perpustakaan yang lebih efektif, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dalam seminar tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi terkait pemanfaatan AI dalam pengelolaan data koleksi, pelayanan informasi, serta inovasi layanan perpustakaan berbasis teknologi digital.

Partisipasi dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan Perpustakaan Al Hikmah MIN 4 Gunungkidul, khususnya dalam meningkatkan kualitas layanan kepada siswa dan seluruh warga madrasah.

Dengan adanya penguatan kompetensi ini, MIN 4 Gunungkidul menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dalam menghadirkan layanan perpustakaan yang modern, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan era digital.

Ekstrakurikuler Marching Band MIN 4 Gunungkidul, Wadah Bakat dan Kekompakan Siswa

Wonosari (16/04/2026) – Kegiatan ekstrakurikuler marching band di MIN 4 Gunungkidul menjadi salah satu wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang seni musik.

Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setelah jam pelajaran berakhir dan diikuti oleh siswa yang tergabung dalam tim marching band dengan penuh semangat dan antusias.

Dalam setiap latihan, siswa dibimbing oleh pembina untuk mempelajari teknik dasar memainkan alat musik serta menjaga kekompakan dalam gerakan. Berbagai alat musik seperti drum dan pianika dimainkan secara terpadu dengan gerakan baris-berbaris yang selaras.

Selain melatih keterampilan bermusik, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kedisiplinan, kerja sama, serta rasa tanggung jawab dalam tim.

Suasana latihan berlangsung aktif dan menyenangkan. Para siswa tampak berlatih dengan sungguh-sungguh sekaligus menikmati setiap proses yang dijalani.

Melalui kegiatan ekstrakurikuler marching band ini, diharapkan siswa MIN 4 Gunungkidul dapat mengembangkan potensi diri, meningkatkan rasa percaya diri, serta memperkuat kerja sama tim.

(PKL)

PPQ Tahfidz Jadi Pembiasaan, Siswa MIN 4 Gunungkidul Dekat dengan Al-Qur’an

Wonosari (16/04/2026) – Siswa-siswi MIN 4 Gunungkidul melaksanakan kegiatan PPQ (Program Pengembangan Qur’an) tahfidz/tahsin secara rutin usai salat Dhuha berjamaah pada Kamis pagi di lingkungan madrasah.

Kegiatan berlangsung dengan suasana tertib dan khusyuk. Seluruh siswa mengikuti program tahfidz dengan bimbingan guru pendamping, menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an sesuai target yang telah ditetapkan oleh madrasah.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hafalan siswa sekaligus menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini. Melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, siswa diharapkan mampu mengembangkan karakter religius yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu guru pembina tahfidz kelompok khusus, Lilis Hanifah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membentuk kedekatan siswa dengan Al-Qur’an. “Melalui program tahfidz yang dilaksanakan secara rutin, kami berharap siswa tidak hanya mampu menghafal, tetapi juga mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa konsistensi menjadi kunci utama dalam keberhasilan program tahfidz. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, siswa diharapkan dapat mencapai target hafalan secara bertahap dan optimal.

Kegiatan PPQ ini dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari program unggulan madrasah dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi keagamaan yang kokoh.

Dengan pelaksanaan yang berkelanjutan, diharapkan kemampuan hafalan dan kualitas bacaan Al-Qur’an siswa semakin meningkat, seiring dengan tumbuhnya kedisiplinan dan semangat belajar di lingkungan MIN 4 Gunungkidul.

Kamis, 16 April 2026

Ekstrakurikuler Kaligrafi MIN 4 Gunungkidul, Wadah Kembangkan Bakat dan Cinta Seni Islami


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Kegiatan ekstrakurikuler kaligrafi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Gunungkidul rutin dilaksanakan sebagai upaya mengembangkan bakat dan kreativitas siswa dalam seni menulis huruf Arab. Senin, (13/4/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan setiap satu pekan sekali, tepatnya pada hari Senin, di lingkungan madrasah. Ekstrakurikuler ini diikuti oleh siswa yang memiliki minat dan ketertarikan pada seni kaligrafi.

Dalam pelaksanaannya, pembina ekstrakurikuler membimbing siswa mulai dari pengenalan dasar-dasar penulisan, teknik goresan yang benar, hingga cara memperindah tulisan dengan berbagai ornamen dan hiasan. Proses pembelajaran dilakukan secara bertahap agar siswa dapat memahami dan menguasai teknik dengan baik.

Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keterampilan seni, meningkatkan ketelitian, serta menanamkan kecintaan terhadap budaya Islam. Selain itu, ekstrakurikuler kaligrafi juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah kemampuan sekaligus mempersiapkan diri dalam mengikuti berbagai lomba kaligrafi.

Selama kegiatan berlangsung, siswa tampak antusias dan serius mengikuti setiap arahan dari pembina. Hasil karya yang dihasilkan pun menunjukkan perkembangan yang signifikan dari waktu ke waktu.

Melalui kegiatan ini, madrasah berharap siswa dapat terus mengembangkan potensi diri, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam seni dan nilai-nilai keagamaan. (PKL)

Tata Koleksi Lebih Rapi, Perpustakaan Al Hikmah MIN 4 Gunungkidul Lakukan Penginputan Data Buku


Wonosari – Perpustakaan Al Hikmah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Gunungkidul melaksanakan kegiatan penginputan data buku pada Kamis (16/4/2026) sebagai upaya penataan dan pembaruan koleksi secara sistematis.

Kegiatan ini dilakukan oleh petugas perpustakaan dengan memasukkan berbagai informasi penting, seperti judul buku, nama penulis, penerbit, serta jumlah eksemplar ke dalam sistem pendataan. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan ketertiban administrasi sekaligus memudahkan proses pencarian dan peminjaman buku oleh siswa.

Proses penginputan berlangsung di ruang Perpustakaan Al Hikmah sejak pagi hari dengan suasana tertib dan lancar. Penataan data yang rapi diharapkan mampu mendukung pelayanan perpustakaan yang lebih efektif dan efisien.

Melalui kegiatan ini, perpustakaan diharapkan semakin optimal dalam menunjang kebutuhan literasi siswa serta menjadi sarana belajar yang nyaman dan terorganisir bagi seluruh warga madrasah.

(PKL)

Dari Ibadah ke Tanggung Jawab, MIN 4 Gunungkidul Perkuat Karakter Siswa

Wonosari – Siswa MIN 4 Gunungkidul melaksanakan kegiatan salat Dhuha secara rutin pada Kamis (16/4/2026) di halaman madrasah sebelum dimulainya proses pembelajaran.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB ini diikuti oleh seluruh siswa dengan pendampingan guru. Pelaksanaan salat Dhuha bertujuan untuk membiasakan siswa dalam menjalankan ibadah sunnah serta menanamkan nilai-nilai religius sejak dini.

Kepala madrasah bersama para guru turut berperan aktif dalam membimbing jalannya kegiatan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan salat. Seluruh siswa diarahkan untuk menjaga ketertiban dan kekhusyukan selama ibadah berlangsung.

Setelah pelaksanaan salat Dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Asmaul Husna secara bersama-sama yang semakin menambah suasana religius dan khidmat di lingkungan madrasah.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembinaan karakter siswa yang difokuskan pada pentingnya menjaga kebersihan lingkungan madrasah. Dalam pembinaan tersebut disampaikan bahwa sebagai bagian dari madrasah Adiwiyata, seluruh siswa memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Imamia Mardini, S.Pd., selaku tim Adiwiyata MIN 4 Gunungkidul, menyampaikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. “Menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama yang harus ditanamkan sejak dini,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa masih ditemukannya sampah plastik di lingkungan madrasah menjadi bahan evaluasi bersama. Sebagai bagian dari pembinaan, pada hari tersebut siswa tidak diberikan kesempatan untuk jajan di lingkungan sekolah guna menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab terhadap kebersihan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa MIN 4 Gunungkidul tidak hanya meningkat dalam aspek keimanan dan kedisiplinan, tetapi juga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pembentukan karakter. 

(PKL)

Senin, 13 April 2026

Hangat dan Penuh Makna, Tradisi Salam Jadi Pembiasaan di MIN 4 Gunungkidul


Wonosari
– MIN 4 Gunungkidul membiasakan budaya salam dan berjabat tangan sebagai bagian dari penanaman karakter siswa. Kegiatan ini dilaksanakan usai upacara bendera hari Senin sebelum siswa memasuki ruang kelas.

Dengan tertib, para siswa satu per satu bersalaman dengan kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan. Suasana penuh kehangatan tampak saat siswa menunjukkan sikap hormat dan sopan santun kepada para pendidik.

Pembiasaan ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam menanamkan nilai-nilai akhlak mulia sejak dini. Selain mempererat hubungan antara siswa dan guru, kegiatan ini juga melatih siswa untuk menghargai dan menghormati orang yang lebih tua.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Hj. Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa budaya salam merupakan bagian penting dalam pendidikan karakter di madrasah. “Melalui pembiasaan salam dan jabat tangan, kami ingin menanamkan sikap sopan santun, rasa hormat, serta membangun kedekatan antara siswa dengan guru,” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa pembiasaan sederhana ini diharapkan dapat menjadi karakter yang melekat pada diri siswa, baik di lingkungan madrasah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kekeluargaan. Melalui budaya salam ini, MIN 4 Gunungkidul terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter.

Tampil Kompak Berseragam, Guru dan Pegawai MIN 4 Gunungkidul Tunjukkan Keteladanan Disiplin


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul)
 – Kekompakan guru dan tenaga kependidikan MIN 4 Gunungkidul tampak jelas dalam penerapan kedisiplinan di lingkungan madrasah. Hal ini terlihat dari kerapian dan keseragaman dalam berpakaian sesuai ketentuan, khususnya pada hari Senin yang dilengkapi dengan atribut upacara.

Ketertiban tidak hanya tercermin dari penampilan, tetapi juga dari kedisiplinan waktu kehadiran serta tanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Guru dan tenaga kependidikan berupaya konsisten menjalankan aturan sebagai bagian dari budaya kerja yang profesional.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Hj. Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa ketertiban merupakan fondasi penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif. “Guru dan tenaga kependidikan harus mampu menjadi teladan bagi siswa, baik dalam kedisiplinan, tanggung jawab, maupun sikap profesional dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa keteladanan yang ditunjukkan oleh guru akan memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Penerapan ketertiban ini dilakukan secara berkelanjutan melalui pembinaan dan evaluasi rutin. Dengan adanya komitmen bersama, diharapkan seluruh guru dan tenaga kependidikan dapat terus menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Melalui budaya tertib yang konsisten, MIN 4 Gunungkidul berupaya menciptakan lingkungan madrasah yang disiplin, nyaman, dan mendukung keberhasilan proses pembelajaran.

Tumbuhkan Budaya Bersih, MIN 4 Gunungkidul Umumkan Juara Lomba Kebersihan Kelas


Wonosari – Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Gunungkidul mengumumkan pemenang lomba kebersihan kelas usai pelaksanaan upacara bendera hari Senin di halaman madrasah. Kegiatan lomba kebersihan kelas ini diikuti oleh seluruh siswa dan dibagi menjadi dua kategori penilaian, yaitu kategori kelas bawah dan kelas atas. Penilaian dilakukan oleh dewan guru secara rutin setiap pekan dengan memperhatikan aspek kerapian, kebersihan, dan penataan ruang kelas sebagai bagian dari pembiasaan budaya bersih di lingkungan madrasah.

Pengumuman pemenang disampaikan oleh perwakilan dewan guru di hadapan seluruh peserta upacara. Pada kesempatan tersebut, kelas VI berhasil meraih juara pada kategori kelas atas, sedangkan kelas II A menjadi juara pada kategori kelas bawah. Para siswa dari kelas yang meraih juara tampak antusias dan bangga atas pencapaian yang diperoleh. Prestasi ini menjadi bentuk apresiasi atas upaya mereka dalam menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan belajar.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Hj. Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya strategis dalam membentuk karakter siswa sejak dini. “Melalui lomba kebersihan kelas, kami ingin menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan, kedisiplinan, serta tanggung jawab pada diri siswa,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa lingkungan belajar yang bersih memiliki pengaruh besar terhadap kenyamanan dan efektivitas pembelajaran. “Lingkungan yang bersih dan rapi akan menciptakan suasana belajar yang nyaman, sehingga siswa dapat belajar dengan lebih fokus dan optimal,” tambahnya.

Sebagai bagian dari pembinaan, kelas yang memperoleh nilai evaluasi terendah diberikan kesempatan untuk berkontribusi dalam kegiatan kebersihan di lingkungan sekitar kelas dan area madrasah. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai sarana edukatif untuk menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa MIN 4 Gunungkidul semakin termotivasi untuk menciptakan lingkungan kelas yang bersih, sehat, dan nyaman setiap hari, sekaligus mendukung program madrasah Adiwiyata.

(PKL)

Tanamkan Disiplin dan Nilai Keagamaan, MIN 4 Gunungkidul Laksanakan Upacara Bendera Rutin


Wonosari
– Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Gunungkidul melaksanakan upacara bendera rutin hari Senin di halaman madrasah, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan dengan tertib dan penuh khidmat.

Upacara dimulai pukul 07.00 WIB dengan petugas dari siswa kelas IV A. Bertindak sebagai pembina upacara, Umi Suryani, S.Pd.I., yang dalam amanatnya menyampaikan pentingnya disiplin, tanggung jawab, serta semangat belajar bagi para siswa.

Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya menjaga ibadah, khususnya salat, sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa. “Kami berharap siswa MIN 4 Gunungkidul memiliki kebiasaan disiplin dalam melaksanakan salat, sehingga menjadi bagian dari karakter yang melekat dan menjadi kenangan baik selama menempuh pendidikan di madrasah,” ujarnya.

Pelaksanaan upacara ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kedisiplinan, serta penguatan karakter keagamaan sejak dini. Selain itu, upacara juga menjadi sarana penyampaian informasi terkait kegiatan madrasah.

Seluruh rangkaian upacara berlangsung dengan lancar hingga selesai, dengan suasana yang tertib dan penuh khidmat.

(PKL)

Jumat, 10 April 2026

Perkuat Silaturahmi dan Peran Orang Tua, MIN 4 Gunungkidul Gelar Halal Bihalal dan Parenting


Wonosari (10/04/2026) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Gunungkidul menggelar kegiatan Halal Bihalal dan Parenting sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran orang tua dalam pendidikan anak.

Kegiatan diawali dengan pra acara berupa penampilan grup hadroh Shoutunnajah MIN 4 Gunungkidul yang membawakan lantunan shalawat, sehingga menciptakan suasana yang khidmat dan penuh kehangatan.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Hj. Laily Fauziah, S.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya sinergi antara madrasah dan orang tua dalam mendukung perkembangan siswa, baik dari segi akademik maupun karakter.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Komite Madrasah, H. Iskandar, S.E., yang mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai sarana mempererat hubungan antara pihak madrasah dengan wali murid.

Memasuki acara inti, kegiatan parenting disampaikan oleh Bapak Arwan Susilo, S.Sos.I., yang juga merupakan komite madrasah. Dalam materinya, ia menekankan pentingnya menjaga dan memperkuat silaturahmi sebagai fondasi utama dalam membangun lingkungan pendidikan yang harmonis.

Ia juga mengajak para orang tua untuk senantiasa mendampingi serta mendoakan putra-putri mereka agar tumbuh menjadi anak yang saleh dan berakhlak mulia. Secara khusus, ia menyampaikan harapan agar siswa kelas VI diberikan kemudahan dan kesuksesan dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

“Peran doa orang tua sangat penting dalam keberhasilan anak. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada seluruh wali murid untuk terus mendoakan putra-putrinya,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Bapak Arwan Susilo, S.Sos.I., dengan harapan seluruh siswa MIN 4 Gunungkidul menjadi generasi yang saleh, berprestasi, dan sukses dalam menempuh pendidikan.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh kekhidmatan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara madrasah dan orang tua dalam mendukung pendidikan yang berkualitas.

Selasa, 07 April 2026

Siswa Kelas VI MIN 4 Gunungkidul Ikuti Try Out TKA SD/MI Tahap Kedua Mata Pelajaran Matematika


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Siswa kelas VI MIN 4 Gunungkidul mengikuti Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD/MI tingkat kabupaten tahap kedua untuk mata pelajaran Matematika, Senin (6/4/2026), di lingkungan madrasah.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi TKA yang akan datang. Seluruh peserta mengikuti try out dengan tertib dan penuh kesungguhan dalam mengerjakan soal-soal yang telah disusun sesuai dengan standar kabupaten.

Selama pelaksanaan, suasana ujian berlangsung kondusif. Para siswa tampak fokus dan memanfaatkan waktu yang tersedia secara optimal untuk menyelesaikan setiap soal.

Wali Kelas VI MIN 4 Gunungkidul, Imamia Mardini, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan try out ini sangat penting untuk mengukur kesiapan siswa. “Melalui try out tahap kedua ini, kami dapat melihat perkembangan kemampuan siswa, khususnya pada mata pelajaran Matematika. Hasilnya akan menjadi bahan evaluasi dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya,” ujarnya.

Beliau juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa. “Kami berharap siswa semakin termotivasi untuk belajar dan mampu memperoleh hasil terbaik pada pelaksanaan TKA mendatang,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung dengan lancar hingga selesai. Melalui try out ini, diharapkan siswa kelas VI MIN 4 Gunungkidul semakin siap secara akademik maupun mental dalam menghadapi TKA SD/MI tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional.

Indahnya Seni Kaligrafi di MIN 4 Gunungkidul


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) - MIN 4 Gunungkidul terus berupaya mengembangkan bakat dan minat siswa melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Salah satu kegiatan yang paling diminati dan memiliki nilai seni tinggi adalah ekstrakurikuler Kaligrafi Islam. Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk belajar menulis huruf Arab dengan indah sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Setiap hari Senin yang ditentukan, ruang kelas terlihat begitu khidmat.  Siswa dari berbagai kelas berkumpul, membawa peralatan tulis khusus seperti kertas manila, kuas, dan tinta. Di bawah bimbingan guru pelatih yang ahli di bidangnya, mereka dengan tekun mempraktikkan teknik-teknik menulis kaligrafi, mulai dari penguasaan bentuk huruf, kerapian garis, hingga komposisi warna

Meskipun terlihat mudah, menulis kaligrafi membutuhkan ketelatenan dan kesabaran yang tinggi. Para siswa diajarkan untuk tidak terburu-buru, melainkan fokus dan teliti dalam setiap goresan kuas. "Saya sangat senang belajar kaligrafi karena bisa membuat tulisan yang indah dan juga bisa menghafal ayat Al-Qur'an," ujar salah satu siswa dengan antusias.

Suasana belajar terasa sangat menyenangkan namun tetap tertib. Para siswa saling membantu memperbaiki tulisan teman, saling memuji hasil karya, dan berbagi tips agar hasil tulisan semakin bagus. Karya-karya terbaik mereka bahkan sering dipajang di mading sekolah atau digunakan sebagai hiasan dinding madrasah, menjadi kebanggaan tersendiri bagi para penciptanya.

Kepala MIN 4 Gunungkidul menyampaikan bahwa ekstrakurikuler kaligrafi memiliki peran penting dalam pembentukan karakter siswa. "Selain sebagai seni, kaligrafi juga mengajarkan siswa tentang keindahan, kerapian, dan kedisiplinan. Lebih dari itu, kegiatan ini sangat efektif untuk menumbuhkan rasa cinta mereka terhadap Al-Qur'an dan ajaran Islam sejak usia dini," jelasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa seni yang halus, akhlak yang mulia, dan cinta terhadap budaya Islami. MIN 4 Gunungkidul terus berkomitmen untuk mendukung penuh pengembangan bakat siswa melalui kegiatan positif seperti ini. (PKL)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More