Penerimaan Peserta didik baru Tahun PelajaRan 2022/2023

Formulir isian Pendaftaran Peserta didik baru Tahun Pelajaran 2022/2023

Keluarga Besar MIN 4 Gunungkidul

Selamat datang di Website resmi MIN 4 Gunungkidul

MIN 4 Gunungkidul Ikuti Vaksinasi Siswa Usia 6-11 Tahun

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Susiyati berharap semua siswa MIN 4 bisa mengikuti vaksin COVID 19, sehingga akan lebih tenang dan siap dalam mengikuti pembelajaran tatap muka

MIN 4 Gunungkidul Ikuti Lomba Kebersihan Madrasah

Wonosari, Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke 76, panitia HAB ke 76 Kantor Kementrian Agama Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan lomba salah satunya lomba kebersihan madrasah.

MIN 4 Gunungkidul raih juara 1 lomba Perpus jenjang SD/MI

Susiyati selaku Kepala Madrasah menyampaikan ucapan terimakasih kepada dinas perpustakaan daerah yang telah mendampingi, kepada tim perpustakaan Al-Hikmah yang telah bekerja keras sehingga mendapatkan juara 1

Selasa, 06 Oktober 2026

Bacaan Harus Khusyuk, Bukan Ramai Sendiri: MIN 4 Gunungkidul Tegaskan Makna Pembiasaan Pagi


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Ada pelajaran kecil yang kembali ditegaskan dalam pembiasaan pagi di MIN 4 Gunungkidul, Selasa (6/10/2026). Ketika pembacaan Asmaul Husna sebelumnya masih diwarnai siswa yang ramai, pagi ini seluruh siswa laki-laki diminta mengulang pembacaan tersebut dengan lebih tertib.

Seperti biasa, pagi hari di MIN 4 Gunungkidul diawali dengan pembiasaan sholat dluha bersama dilanjut dengan membaca asmaul husna dan kitab Alaa laa. Siswa mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan sebelum memulai aktivitas pembelajaran. Namun, kali ini ada penekanan khusus pada pembacaan Asmaul Husna. Umi Suryani, S.Pd.I. meminta seluruh siswa laki-laki untuk kembali membaca Asmaul Husna.

Pengulangan tersebut menjadi bentuk evaluasi sederhana terhadap sikap siswa dalam mengikuti pembiasaan. Sebelumnya, ketika pembacaan Asmaul Husna berlangsung, masih ada siswa yang ramai sehingga suasana belum sepenuhnya tertib.

Kesempatan mengulang dimanfaatkan untuk membangun kesadaran bahwa pembiasaan bukan sekadar kegiatan yang dilakukan karena sudah menjadi rutinitas. Ada sikap yang juga perlu dijaga—mendengarkan, mengikuti dengan baik, dan tidak mengganggu teman yang sedang menjalankan kegiatan.

Bagi siswa, hal ini menjadi pengingat bahwa kegiatan sederhana yang dilakukan setiap pagi pun memiliki nilai pembelajaran. Ketertiban saat membaca Asmaul Husna menjadi bagian dari latihan untuk menghargai kegiatan bersama.

Pembiasaan pagi akhirnya bukan hanya tentang mengawali hari dengan kegiatan keagamaan. Di dalamnya ada proses kecil untuk belajar disiplin, belajar menghargai, dan belajar bertanggung jawab terhadap sikap sendiri. Asmaul Husna boleh diulang, tetapi yang paling penting adalah sikap baik yang ikut tumbuh setiap kali pembiasaan dilakukan.

Jumat, 02 Oktober 2026

Dari Latihan ke Tanggung Jawab, Kelas VB Bersiap Jadi Petugas Upacara MIN 4


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Jumat pagi tidak hanya diisi dengan jalan sehat. Di sisi lain lingkungan MIN 4 Gunungkidul, siswa kelas VB juga tengah mempersiapkan diri untuk menjalankan tugas sebagai petugas upacara pada Senin mendatang.

Latihan tersebut didampingi oleh Arif Kurniawan, S.Pd.I. dan Zaenuri, S.Pd., bersama wali kelas VB, Ery Wahyuni, S.Pd.I. Para siswa berlatih menjalankan tugas masing-masing dengan arahan dari para pendamping. Setiap bagian diperhatikan agar ketika tiba saatnya upacara, mereka mampu menjalankan tugas dengan tertib dan percaya diri.

Bagi siswa kelas VB, menjadi petugas upacara bukan sekadar berdiri di lapangan pada Senin pagi. Ada tanggung jawab yang harus dijalankan dan ada kerja sama yang harus dibangun bersama teman satu tim.

“Latihan ini untuk membiasakan anak-anak bertanggung jawab dengan tugasnya. Mereka belajar disiplin, mengikuti arahan, dan bekerja sama agar pelaksanaan upacara nanti dapat berjalan dengan baik,” ujar Arif Kurniawan, S.Pd.I.

Dengan latihan yang dilakukan sejak sebelumnya, siswa kelas VB diharapkan semakin siap tampil sebagai petugas pada upacara Senin mendatang.

Senin nanti bukan lagi waktunya mencoba. Jumat ini waktunya mematangkan langkah.

Dari Kayuhan Sepeda ke Silaturahmi, Jumat Sehat Kepegawaian Kemenag Singgah di MIN 4


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Ada yang berbeda pada Jumat pagi di MIN 4 Gunungkidul. Di tengah kegiatan Jusesih yang diisi jalan sehat bersama, rombongan Kepegawaian Kankemenag Gunungkidul yang sedang melaksanakan Jumat Sehat dengan bersepeda turut singgah di madrasah. Kunjungan tersebut berlangsung secara informal dan disambut hangat oleh Siti Nuryani, S.Pd.I., M.S.I.

Pertemuan berlangsung sederhana, tetapi terasa akrab. Saling menyapa, berbincang, dan menikmati suasana pagi menjadi bagian dari perjumpaan singkat tersebut. Bagi Siti Nuryani, momen seperti ini menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan dan rasa persaudaraan di lingkungan keluarga besar Kementerian Agama.

“Pertemuan seperti ini memang sederhana, tetapi justru terasa hangat. Bisa saling menyapa, berbincang, dan bersilaturahmi di sela kegiatan Jumat Sehat tentu menjadi hal yang menyenangkan,” ujar Siti Nuryani.

Jumat Sehat yang dilakukan melalui kegiatan bersepeda pun tidak hanya menjadi aktivitas untuk menjaga kebugaran. Ketika ada kesempatan untuk singgah dan bertemu, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk membangun kedekatan antarsesama.

Gowesnya menyehatkan, singgahnya menghangatkan, silaturahminya menguatkan

Satu Langkah, Satu Semangat: Jusesih MIN 4 Gunungkidul Ramai-Ramai Jalan Sehat


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Jumat pagi di MIN 4 Gunungkidul terasa lebih hidup. Bukan hanya siswa, para guru pun ikut melangkahkan kaki bersama dalam kegiatan Jumat Sehat dan Bersih (Jusesih), Jumat (2/10/2026). Seluruh peserta didik mengikuti jalan sehat dengan didampingi guru. Barisan siswa berjalan bersama, sementara guru berada di antara peserta untuk mendampingi dan memastikan kegiatan berjalan dengan tertib.

Jalan sehat menjadi pilihan sederhana untuk mengajak anak-anak bergerak dan menikmati suasana pagi di luar kelas. Namun lebih dari itu, kegiatan ini juga menghadirkan kesempatan untuk membangun kebersamaan antara siswa dan guru. Tidak ada meja dan kursi kelas. Tidak ada papan tulis. Yang ada adalah langkah kaki yang bergerak bersama dan suasana yang lebih santai.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., turut memberikan apresiasi terhadap antusiasme warga madrasah mengikuti kegiatan tersebut.

“Kita ingin anak-anak terbiasa hidup sehat. Jalan sehat seperti ini sederhana, tetapi kalau dilakukan bersama dan menjadi kebiasaan, tentu akan memberikan manfaat yang baik,” tutur Laily.

Jusesih kembali mengingatkan bahwa menjaga kesehatan tidak harus selalu melalui kegiatan yang rumit. Kadang, cukup dengan melangkahkan kaki bersama, bergerak bersama, dan menikmati pagi bersama.

Kamis, 01 Oktober 2026

Bukan Sekadar Upacara, MIN 4 Gunungkidul Hidupkan Semangat Pancasila di Tengah Generasi Muda


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) - Ada pesan kebangsaan yang kembali digaungkan dari halaman MIN 4 Gunungkidul pada Kamis (1/10/2026) pagi. Seluruh warga madrasah mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan tertib dan khidmat.

Bertindak sebagai pembina upacara Abdul Mukhid, S.Ag., sedangkan petugas upacara merupakan gabungan siswa kelas V dan VI. Para petugas menjalankan tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab hingga seluruh rangkaian upacara selesai. Suasana semakin khidmat ketika pembina upacara membacakan Naskah Ikrar Hari Kesaktian Pancasila yang ditandatangani oleh Ketua DPR RI, Dr. (H.C.) Puan Maharani.

Bagi MIN 4 Gunungkidul, momentum tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi siswa. Nilai-nilai Pancasila tidak hanya diperkenalkan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga ditanamkan melalui berbagai aktivitas dan pembiasaan di lingkungan madrasah.

Kepala MIN 4 Gunungkidul menegaskan pentingnya menjadikan nilai Pancasila sebagai bagian dari perilaku siswa dalam keseharian.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya hafal sila-sila Pancasila, tetapi juga memahami dan membiasakan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Menghormati guru dan teman, menjaga kerukunan, saling membantu, bertanggung jawab, serta peduli terhadap lingkungan merupakan bentuk sederhana pengamalan Pancasila,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi siswa kelas V dan VI yang telah menjalankan tugas sebagai petugas upacara.

“Anak-anak yang menjadi petugas hari ini juga sedang belajar tentang tanggung jawab dan kedisiplinan. Mereka belajar bahwa setiap tugas yang diberikan harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Ini bagian dari proses pendidikan karakter di madrasah,” lanjutnya.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pun tidak berhenti pada pelaksanaan upacara. Semangatnya diharapkan terus terbawa dalam aktivitas siswa di madrasah, mulai dari belajar bersama, menjaga kebersihan, menghargai perbedaan, hingga membangun kebersamaan dengan seluruh warga madrasah.

Dari halaman MIN 4 Gunungkidul, Pancasila tidak hanya diucapkan. Nilainya terus ditanamkan, dibiasakan, dan dihidupkan dalam keseharian.

Dari Lapangan hingga Podium Juara, Rafa, Valenia, dan Aryasatya Harumkan Nama MIN 4 di KOSMA Gunungkidul


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) - Senyum bangga kembali menghiasi keluarga besar MIN 4 Gunungkidul. Dalam ajang KOSMA Tingkat Kabupaten Gunungkidul (30/09/2026), tiga siswa MIN 4 Gunungkidul berhasil menorehkan prestasi melalui cabang olahraga bola voli dan tenis meja.

Dari arena bola voli, Rafa Nuha Edishaumi tampil memperkuat tim voli putra, sementara Valenia Fana Wijayanti bergabung dalam tim voli putri. Perjuangan keduanya bersama tim berbuah manis dengan diraihnya Juara 1 Bola Voli Putra dan Juara 1 Bola Voli Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul. Pertandingan berlangsung di GOR Plembutan. Selama pelaksanaan lomba, Rafa dan Valenia mendapat pendampingan dari guru MIN 4 Gunungkidul, yakni Arif Kurniawan, S.Pd.I., Siti Mudhiah, S.Pd.I., dan Umi Suryani, S.Pd.I.

Prestasi lainnya dipersembahkan oleh Aryasatya Gibran Pradipta melalui cabang tenis meja tunggal putra. Bertanding di GOR 77 Semanu, Aryasatya mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga berhasil meraih Juara 2 Tunggal Putra Tingkat Kabupaten Gunungkidul. Perjuangan Aryasatya di arena pertandingan terasa semakin istimewa dengan hadirnya dukungan dari teman-teman kelas VI putra. Mereka memberikan semangat secara langsung selama pertandingan dengan didampingi Ery Wahyuni, S.Pd.I., Imamia Mardini, S.Pd.I., dan Siti Nuryani, S.Pd.I., M.S.I. Sementara itu, proses latihan dan pembinaan Aryasatya dalam tenis meja didampingi oleh Hanafi Fajar Kurniawan.

Kepala MIN 4 Gunungkidul menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas capaian yang diraih para siswa.

“Prestasi anak-anak hari ini menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar MIN 4 Gunungkidul. Yang paling penting bukan hanya tentang juara, tetapi bagaimana anak-anak berproses, berlatih, berani bertanding, dan mampu menunjukkan sportivitas. Terima kasih kepada para pendamping dan semua pihak yang telah mendukung perjuangan anak-anak. Semoga prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus berlatih dan meraih prestasi-prestasi berikutnya,” tutur Kepala Madrasah.

Capaian tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa potensi siswa MIN 4 Gunungkidul terus berkembang melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Dukungan guru, orang tua, dan teman-teman madrasah menjadi bagian penting dalam perjalanan siswa untuk mengembangkan bakat dan kepercayaan dirinya.

Tiga nama, tiga perjuangan, dan satu kebanggaan: Rafa, Valenia, dan Aryasatya telah membawa semangat MIN 4 Gunungkidul hingga podium KOSMA Tingkat Kabupaten Gunungkidul.

Dua Hari Penuh Aksi! MIN 4 Gunungkidul Jadi Panggung KOSMA Kabupaten, Kompetisi Seni dan Olahraga Menggema


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Dua hari, puluhan pertandingan dan penampilan, serta semangat peserta didik madrasah dari berbagai penjuru Gunungkidul. KOSMA tingkat Kabupaten Gunungkidul berlangsung semarak pada Selasa–Rabu (29–30/9/2026), dengan MIN 4 Gunungkidul menjadi salah satu lokasi penting dalam rangkaian kompetisi.

KOSMA resmi dibuka pada Selasa (29/9) di MTsN 4 Gunungkidul. Pembukaan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul Dr. H. Mukotip, S.Ag., M.Pd.I., Kasubag TU, jajaran POKJAWAS, serta jajaran KKMI, KKMTs, dan KKMA Gunungkidul.

Suasana pembukaan semakin istimewa ketika Zulfa Tsalitsatul Muna, S.Pd., guru MIN 4 Gunungkidul, dipercaya membacakan ayat suci Al-Qur'an.

Setelah sambutan Ketua Panitia KOSMA Kholis Muhajir, S.Ag., M.S.I. dan Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul, pembukaan secara resmi ditandai dengan penabuhan terbang secara serempak oleh Kepala Kantor, Kasubag TU, Ketua KKMI, KKMTs, dan KKMA Gunungkidul.

Belum usai kemeriahan pembukaan, kompetisi langsung dimulai. Lomba Hadroh berlangsung di panggung MTsN 4 Gunungkidul, sementara cabang olahraga tersebar di beberapa lokasi. Tenis Meja berlangsung di GOR 77 Semanu, Bola Voli di GOR Plembutan, Mini Soccer di GOR Handayani, dan Bulu Tangkis di GOR Sayangan.

MIN 4 Jadi Panggung Kompetisi Seni

Rabu (30/9) menjadi hari yang tak kalah semarak. Setelah babak semifinal dan final sejumlah cabang olahraga berlangsung di lokasi masing-masing, cabang Lari digelar di Lapangan Siraman dan dilanjutkan dengan final Mini Soccer.

Di sisi lain, MIN 4 Gunungkidul menjadi tempat berlangsungnya sejumlah cabang lomba seni dan intelektual, yaitu Pidato Bahasa Indonesia, Pidato Bahasa Jawa, MTQ, MHQ, Catur, dan Tari.

Sejak pagi, lingkungan MIN 4 Gunungkidul dipenuhi peserta, pendamping, dan panitia yang mengikuti rangkaian perlombaan. Ruang-ruang yang biasanya menjadi tempat belajar berubah menjadi arena unjuk kemampuan peserta KOSMA.

Sementara itu, lomba Adzan dilaksanakan di Masjid Al Ihsan, yang berada di sekitar MIN 4 Gunungkidul. Adapun cabang Madrasah Singer berlangsung di RAM (RA Masyithoh) Pulutan II.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan menjadikan MIN 4 sebagai salah satu lokasi pelaksanaan KOSMA.

“Kami senang bisa ikut menjadi bagian dari KOSMA tingkat Kabupaten Gunungkidul. Selain menyiapkan tempat, kami juga berharap kehadiran kegiatan ini dapat memberikan pengalaman dan semangat kepada anak-anak untuk terus berani berprestasi,” tutur Laily.

Selama dua hari, berbagai cabang olahraga dan seni menghadirkan persaingan sekaligus pengalaman berharga bagi peserta didik. Sorak dukungan, penampilan, pertandingan, hingga keseriusan peserta saat berkompetisi menjadi bagian dari suasana KOSMA di berbagai lokasi.

Bagi MIN 4 Gunungkidul, menjadi salah satu tuan rumah bukan hanya tentang menyediakan tempat. Ada semangat untuk ikut menyukseskan ajang yang memberi ruang bagi peserta didik madrasah untuk berani tampil, berkompetisi, dan menunjukkan potensi terbaiknya.

KOSMA telah usai, tetapi semangatnya belum selesai. Dari arena pertandingan, panggung seni, dan ruang-ruang kompetisi, lahir pengalaman yang akan menjadi bagian dari perjalanan prestasi peserta didik madrasah. 🏆

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More