Wonosari – MIN 4 Gunungkidul membiasakan budaya salam dan berjabat tangan sebagai bagian dari penanaman karakter siswa. Kegiatan ini dilaksanakan usai upacara bendera hari Senin sebelum siswa memasuki ruang kelas.
Dengan tertib, para siswa satu per satu bersalaman dengan kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan. Suasana penuh kehangatan tampak saat siswa menunjukkan sikap hormat dan sopan santun kepada para pendidik.
Pembiasaan ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam menanamkan nilai-nilai akhlak mulia sejak dini. Selain mempererat hubungan antara siswa dan guru, kegiatan ini juga melatih siswa untuk menghargai dan menghormati orang yang lebih tua.
Kepala MIN 4 Gunungkidul, Hj. Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa budaya salam merupakan bagian penting dalam pendidikan karakter di madrasah. “Melalui pembiasaan salam dan jabat tangan, kami ingin menanamkan sikap sopan santun, rasa hormat, serta membangun kedekatan antara siswa dengan guru,” ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa pembiasaan sederhana ini diharapkan dapat menjadi karakter yang melekat pada diri siswa, baik di lingkungan madrasah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kekeluargaan. Melalui budaya salam ini, MIN 4 Gunungkidul terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter.






