Penerimaan Peserta didik baru Tahun PelajaRan 2022/2023

Formulir isian Pendaftaran Peserta didik baru Tahun Pelajaran 2022/2023

Keluarga Besar MIN 4 Gunungkidul

Selamat datang di Website resmi MIN 4 Gunungkidul

MIN 4 Gunungkidul Ikuti Vaksinasi Siswa Usia 6-11 Tahun

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Susiyati berharap semua siswa MIN 4 bisa mengikuti vaksin COVID 19, sehingga akan lebih tenang dan siap dalam mengikuti pembelajaran tatap muka

MIN 4 Gunungkidul Ikuti Lomba Kebersihan Madrasah

Wonosari, Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke 76, panitia HAB ke 76 Kantor Kementrian Agama Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan lomba salah satunya lomba kebersihan madrasah.

MIN 4 Gunungkidul raih juara 1 lomba Perpus jenjang SD/MI

Susiyati selaku Kepala Madrasah menyampaikan ucapan terimakasih kepada dinas perpustakaan daerah yang telah mendampingi, kepada tim perpustakaan Al-Hikmah yang telah bekerja keras sehingga mendapatkan juara 1

Senin, 13 April 2026

Hangat dan Penuh Makna, Tradisi Salam Jadi Pembiasaan di MIN 4 Gunungkidul


Wonosari
– MIN 4 Gunungkidul membiasakan budaya salam dan berjabat tangan sebagai bagian dari penanaman karakter siswa. Kegiatan ini dilaksanakan usai upacara bendera hari Senin sebelum siswa memasuki ruang kelas.

Dengan tertib, para siswa satu per satu bersalaman dengan kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan. Suasana penuh kehangatan tampak saat siswa menunjukkan sikap hormat dan sopan santun kepada para pendidik.

Pembiasaan ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam menanamkan nilai-nilai akhlak mulia sejak dini. Selain mempererat hubungan antara siswa dan guru, kegiatan ini juga melatih siswa untuk menghargai dan menghormati orang yang lebih tua.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Hj. Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa budaya salam merupakan bagian penting dalam pendidikan karakter di madrasah. “Melalui pembiasaan salam dan jabat tangan, kami ingin menanamkan sikap sopan santun, rasa hormat, serta membangun kedekatan antara siswa dengan guru,” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa pembiasaan sederhana ini diharapkan dapat menjadi karakter yang melekat pada diri siswa, baik di lingkungan madrasah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kekeluargaan. Melalui budaya salam ini, MIN 4 Gunungkidul terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter.

Tampil Kompak Berseragam, Guru dan Pegawai MIN 4 Gunungkidul Tunjukkan Keteladanan Disiplin


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul)
 – Kekompakan guru dan tenaga kependidikan MIN 4 Gunungkidul tampak jelas dalam penerapan kedisiplinan di lingkungan madrasah. Hal ini terlihat dari kerapian dan keseragaman dalam berpakaian sesuai ketentuan, khususnya pada hari Senin yang dilengkapi dengan atribut upacara.

Ketertiban tidak hanya tercermin dari penampilan, tetapi juga dari kedisiplinan waktu kehadiran serta tanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Guru dan tenaga kependidikan berupaya konsisten menjalankan aturan sebagai bagian dari budaya kerja yang profesional.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Hj. Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa ketertiban merupakan fondasi penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif. “Guru dan tenaga kependidikan harus mampu menjadi teladan bagi siswa, baik dalam kedisiplinan, tanggung jawab, maupun sikap profesional dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa keteladanan yang ditunjukkan oleh guru akan memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Penerapan ketertiban ini dilakukan secara berkelanjutan melalui pembinaan dan evaluasi rutin. Dengan adanya komitmen bersama, diharapkan seluruh guru dan tenaga kependidikan dapat terus menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Melalui budaya tertib yang konsisten, MIN 4 Gunungkidul berupaya menciptakan lingkungan madrasah yang disiplin, nyaman, dan mendukung keberhasilan proses pembelajaran.

Tumbuhkan Budaya Bersih, MIN 4 Gunungkidul Umumkan Juara Lomba Kebersihan Kelas


Wonosari – Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Gunungkidul mengumumkan pemenang lomba kebersihan kelas usai pelaksanaan upacara bendera hari Senin di halaman madrasah. Kegiatan lomba kebersihan kelas ini diikuti oleh seluruh siswa dan dibagi menjadi dua kategori penilaian, yaitu kategori kelas bawah dan kelas atas. Penilaian dilakukan oleh dewan guru secara rutin setiap pekan dengan memperhatikan aspek kerapian, kebersihan, dan penataan ruang kelas sebagai bagian dari pembiasaan budaya bersih di lingkungan madrasah.

Pengumuman pemenang disampaikan oleh perwakilan dewan guru di hadapan seluruh peserta upacara. Pada kesempatan tersebut, kelas VI berhasil meraih juara pada kategori kelas atas, sedangkan kelas II A menjadi juara pada kategori kelas bawah. Para siswa dari kelas yang meraih juara tampak antusias dan bangga atas pencapaian yang diperoleh. Prestasi ini menjadi bentuk apresiasi atas upaya mereka dalam menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan belajar.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Hj. Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya strategis dalam membentuk karakter siswa sejak dini. “Melalui lomba kebersihan kelas, kami ingin menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan, kedisiplinan, serta tanggung jawab pada diri siswa,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa lingkungan belajar yang bersih memiliki pengaruh besar terhadap kenyamanan dan efektivitas pembelajaran. “Lingkungan yang bersih dan rapi akan menciptakan suasana belajar yang nyaman, sehingga siswa dapat belajar dengan lebih fokus dan optimal,” tambahnya.

Sebagai bagian dari pembinaan, kelas yang memperoleh nilai evaluasi terendah diberikan kesempatan untuk berkontribusi dalam kegiatan kebersihan di lingkungan sekitar kelas dan area madrasah. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai sarana edukatif untuk menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa MIN 4 Gunungkidul semakin termotivasi untuk menciptakan lingkungan kelas yang bersih, sehat, dan nyaman setiap hari, sekaligus mendukung program madrasah Adiwiyata.

(PKL)

Tanamkan Disiplin dan Nilai Keagamaan, MIN 4 Gunungkidul Laksanakan Upacara Bendera Rutin


Wonosari
– Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Gunungkidul melaksanakan upacara bendera rutin hari Senin di halaman madrasah, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan dengan tertib dan penuh khidmat.

Upacara dimulai pukul 07.00 WIB dengan petugas dari siswa kelas IV A. Bertindak sebagai pembina upacara, Umi Suryani, S.Pd.I., yang dalam amanatnya menyampaikan pentingnya disiplin, tanggung jawab, serta semangat belajar bagi para siswa.

Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya menjaga ibadah, khususnya salat, sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa. “Kami berharap siswa MIN 4 Gunungkidul memiliki kebiasaan disiplin dalam melaksanakan salat, sehingga menjadi bagian dari karakter yang melekat dan menjadi kenangan baik selama menempuh pendidikan di madrasah,” ujarnya.

Pelaksanaan upacara ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kedisiplinan, serta penguatan karakter keagamaan sejak dini. Selain itu, upacara juga menjadi sarana penyampaian informasi terkait kegiatan madrasah.

Seluruh rangkaian upacara berlangsung dengan lancar hingga selesai, dengan suasana yang tertib dan penuh khidmat.

(PKL)

Jumat, 10 April 2026

Perkuat Silaturahmi dan Peran Orang Tua, MIN 4 Gunungkidul Gelar Halal Bihalal dan Parenting


Wonosari (10/04/2026) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Gunungkidul menggelar kegiatan Halal Bihalal dan Parenting sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran orang tua dalam pendidikan anak.

Kegiatan diawali dengan pra acara berupa penampilan grup hadroh Shoutunnajah MIN 4 Gunungkidul yang membawakan lantunan shalawat, sehingga menciptakan suasana yang khidmat dan penuh kehangatan.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Hj. Laily Fauziah, S.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya sinergi antara madrasah dan orang tua dalam mendukung perkembangan siswa, baik dari segi akademik maupun karakter.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Komite Madrasah, H. Iskandar, S.E., yang mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai sarana mempererat hubungan antara pihak madrasah dengan wali murid.

Memasuki acara inti, kegiatan parenting disampaikan oleh Bapak Arwan Susilo, S.Sos.I., yang juga merupakan komite madrasah. Dalam materinya, ia menekankan pentingnya menjaga dan memperkuat silaturahmi sebagai fondasi utama dalam membangun lingkungan pendidikan yang harmonis.

Ia juga mengajak para orang tua untuk senantiasa mendampingi serta mendoakan putra-putri mereka agar tumbuh menjadi anak yang saleh dan berakhlak mulia. Secara khusus, ia menyampaikan harapan agar siswa kelas VI diberikan kemudahan dan kesuksesan dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

“Peran doa orang tua sangat penting dalam keberhasilan anak. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada seluruh wali murid untuk terus mendoakan putra-putrinya,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Bapak Arwan Susilo, S.Sos.I., dengan harapan seluruh siswa MIN 4 Gunungkidul menjadi generasi yang saleh, berprestasi, dan sukses dalam menempuh pendidikan.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh kekhidmatan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara madrasah dan orang tua dalam mendukung pendidikan yang berkualitas.

Selasa, 07 April 2026

Siswa Kelas VI MIN 4 Gunungkidul Ikuti Try Out TKA SD/MI Tahap Kedua Mata Pelajaran Matematika


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Siswa kelas VI MIN 4 Gunungkidul mengikuti Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD/MI tingkat kabupaten tahap kedua untuk mata pelajaran Matematika, Senin (6/4/2026), di lingkungan madrasah.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi TKA yang akan datang. Seluruh peserta mengikuti try out dengan tertib dan penuh kesungguhan dalam mengerjakan soal-soal yang telah disusun sesuai dengan standar kabupaten.

Selama pelaksanaan, suasana ujian berlangsung kondusif. Para siswa tampak fokus dan memanfaatkan waktu yang tersedia secara optimal untuk menyelesaikan setiap soal.

Wali Kelas VI MIN 4 Gunungkidul, Imamia Mardini, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan try out ini sangat penting untuk mengukur kesiapan siswa. “Melalui try out tahap kedua ini, kami dapat melihat perkembangan kemampuan siswa, khususnya pada mata pelajaran Matematika. Hasilnya akan menjadi bahan evaluasi dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya,” ujarnya.

Beliau juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa. “Kami berharap siswa semakin termotivasi untuk belajar dan mampu memperoleh hasil terbaik pada pelaksanaan TKA mendatang,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung dengan lancar hingga selesai. Melalui try out ini, diharapkan siswa kelas VI MIN 4 Gunungkidul semakin siap secara akademik maupun mental dalam menghadapi TKA SD/MI tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional.

Indahnya Seni Kaligrafi di MIN 4 Gunungkidul


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) - MIN 4 Gunungkidul terus berupaya mengembangkan bakat dan minat siswa melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Salah satu kegiatan yang paling diminati dan memiliki nilai seni tinggi adalah ekstrakurikuler Kaligrafi Islam. Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk belajar menulis huruf Arab dengan indah sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Setiap hari Senin yang ditentukan, ruang kelas terlihat begitu khidmat.  Siswa dari berbagai kelas berkumpul, membawa peralatan tulis khusus seperti kertas manila, kuas, dan tinta. Di bawah bimbingan guru pelatih yang ahli di bidangnya, mereka dengan tekun mempraktikkan teknik-teknik menulis kaligrafi, mulai dari penguasaan bentuk huruf, kerapian garis, hingga komposisi warna

Meskipun terlihat mudah, menulis kaligrafi membutuhkan ketelatenan dan kesabaran yang tinggi. Para siswa diajarkan untuk tidak terburu-buru, melainkan fokus dan teliti dalam setiap goresan kuas. "Saya sangat senang belajar kaligrafi karena bisa membuat tulisan yang indah dan juga bisa menghafal ayat Al-Qur'an," ujar salah satu siswa dengan antusias.

Suasana belajar terasa sangat menyenangkan namun tetap tertib. Para siswa saling membantu memperbaiki tulisan teman, saling memuji hasil karya, dan berbagi tips agar hasil tulisan semakin bagus. Karya-karya terbaik mereka bahkan sering dipajang di mading sekolah atau digunakan sebagai hiasan dinding madrasah, menjadi kebanggaan tersendiri bagi para penciptanya.

Kepala MIN 4 Gunungkidul menyampaikan bahwa ekstrakurikuler kaligrafi memiliki peran penting dalam pembentukan karakter siswa. "Selain sebagai seni, kaligrafi juga mengajarkan siswa tentang keindahan, kerapian, dan kedisiplinan. Lebih dari itu, kegiatan ini sangat efektif untuk menumbuhkan rasa cinta mereka terhadap Al-Qur'an dan ajaran Islam sejak usia dini," jelasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa seni yang halus, akhlak yang mulia, dan cinta terhadap budaya Islami. MIN 4 Gunungkidul terus berkomitmen untuk mendukung penuh pengembangan bakat siswa melalui kegiatan positif seperti ini. (PKL)

Matangkan Arah Kebijakan, Prarapat Kerja Bidang Pendidikan Madrasah Digelar di MAN 1 Yogyakarta


Yogyakarta (MIN 4 Gunungkidul) - Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Yogyakarta menjadi pusat diskusi dengan digelarnya Prarapat Kerja (Pra Raker) Bidang Pendidikan Madrasah yang diselenggarakan selama 2 hari (6-7/4/2026). Kegiatan tersebut dimulai hari ini tepat pukul 08.00 WIB dan dihadiri oleh para kepala madrasah serta perwakilan satuan pendidikan madrasah dari Kantor Wilayah Kementerian Agama D.I.Yogyakarta.

Pra Raker ini diselenggarakan sebagai forum awal untuk merumuskan arah kebijakan, mengevaluasi capaian kinerja sebelumnya, serta menyusun draf program kerja yang terarah dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Suasana rapat terasa produktif dan konstruktif, dengan diskusi yang berjalan mendalam mengenai berbagai isu penting di dunia pendidikan madrasah.

Dalam kegiatan ini, sejumlah topik krusial menjadi fokus pembahasan, antara lain: (1) Peningkatan Mutu Pendidikan: Upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, kompetensi guru, serta prestasi siswa baik di bidang akademik maupun non-akademik. (2) Penguatan Tata Kelola Madrasah: Pembahasan mengenai perbaikan sistem administrasi, manajemen sumber daya manusia, serta akuntabilitas dan transparansi pengelolaan lembaga. (3) Digitalisasi Pendidikan: Strategi untuk mengintegrasikan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar, pengelolaan data, serta layanan publik di lingkungan madrasah. (4) Pengembangan Program Unggulan: Rencana pengembangan program khas madrasah yang dapat menjadi ciri keunggulan, seperti kelas riset, olimpiade, tahfidz, hingga program berbasis nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal.

Hasil dari pembahasan ini nantinya akan menjadi rekomendasi penting dalam penyusunan program kerja resmi bidang pendidikan madrasah di tingkat wilayah. Salah satu peserta yang hadir menyampaikan bahwa kegiatan Pra Raker ini sangat bermanfaat sebagai wadah mempererat sinergi antar lembaga. "Kesempatan duduk bersama untuk berdiskusi dan menyamakan persepsi sangat penting agar langkah kita ke depan lebih terarah dan efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah," ujarnya.

Kegiatan raker hari pertama ini berjalan lancar hingga waktu yang ditentukan. Hasil dari Pra Raker ini, diharapkan seluruh satuan pendidikan madrasah dapat bekerja lebih optimal, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu serta pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. (PKL)

Rapat Pimpinan Lengkap (RAPIMLENG) Kemenag Kab.Gunungkidul : Satukan Visi, Perkuat Sinergi, dan Tingkatkan Kinerja Pelayanan


Wonosari - (MIN 4 Gunungkidul) - Rutin Kantor Kementerian Agama (Kemenag) kabupaten Gunungkidul menggelar rapat pimpinan yang berlangsung di aula kantor Kemenag Kab.Gunungkidul. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi kinerja, menyamakan persepsi, serta menyusun langkah-langkah nyata guna meningkatkan kualitas pelayanan dan pelaksanaan program keagamaan.

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag kabupaten Gunungkidul, didampingi oleh para pejabat struktural, kepala seksi, kepala Kantor Urusan Agama (KUA), kepala madrasah negeri, serta pemangku jabatan lainnya. Suasana rapat terasa hangat namun tetap formal, dengan diskusi yang berjalan konstruktif dan saling mendukung.

Dalam rapat tersebut, sejumlah topik strategis dibahas secara mendalam, antara lain: (1) Evaluasi Kinerja menekankan pentingnya pemantauan dan evaluasi berkala untuk memastikan program kerja dapat berjalan dengan semestinya dan dapat menyerap penggunaan dana yang efisien. (2) mencakup perapihan sistem administrasi, termasuk digitalisasi surat-menyurat dan penataan uraian tugas yang jelas. (3) Terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, baik di bidang keagamaan, pendidikan, maupun administrasi kependudukan. Pimpinan mengajak seluruh jajaran untuk selalu menjunjung tinggi prinsip pelayanan yang ramah, cepat, dan profesional. Serta (4) terus meningkatkan Zona Integritas Sebagai bagian dari upaya reformasi birokrasi. Seluruh pihak diharapkan berkomitmen penuh untuk mewujudkan birokrasi yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi.

Dalam arahannya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gunungkidul menegaskan bahwa keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kekompakan, komunikasi yang baik, dan sinergi antar unit. "Rapat ini bukan hanya sekadar rutinitas, tapi wadah untuk saling bertukar pikiran, menyelesaikan masalah bersama, dan menyelaraskan langkah menuju tujuan yang sama. Mari kita bekerja dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat melayani," ujarnya.

Beliau juga mengingatkan agar setiap program yang dilaksanakan selalu berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata. "Kita harus terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, agar layanan Kemenag semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," tambahnya. (PKL)

Bakar Semangat Belajar: Kegiatan Bola Voli Pagi Hari Kelas VI di MIN 4 Gunungkidul


Wonosari – Suasana pagi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Gunungkidul, Senin (6/4/2026), tampak lebih semarak dengan kegiatan olahraga bola voli yang diikuti oleh siswa kelas VI. Kegiatan ini berlangsung di lapangan sekolah dengan pendampingan guru.

Sejak pagi hari, para siswa terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan olahraga. Dimulai dari pemanasan, latihan teknik dasar seperti passing dan servis, hingga sesi permainan, seluruh siswa berpartisipasi aktif dan penuh semangat.

Meskipun hanya diikuti oleh satu kelas, suasana tetap terasa hidup. Para siswa tampak lincah bergerak, saling bekerja sama, dan menunjukkan kepercayaan diri saat bermain. Lapangan sekolah pun dipenuhi dengan semangat dan keceriaan para siswa.

Selama kegiatan berlangsung, terdengar komunikasi antarsiswa dalam menyusun strategi permainan, disertai sorakan yang menambah semangat tim. Nilai sportivitas dan kebersamaan juga terlihat jelas, di mana para siswa saling mendukung dan menghargai satu sama lain.

Guru pendamping menyampaikan bahwa kegiatan olahraga ini bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus melatih kemampuan motorik dan koordinasi siswa. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat kerja sama dan disiplin.

Kegiatan berlangsung dengan lancar hingga selesai. Setelah berolahraga, para siswa kembali ke kelas dengan kondisi tubuh yang lebih segar dan siap mengikuti proses pembelajaran dengan lebih fokus dan bersemangat.

(PKL)

Apel Pagi di MIN 4 Gunungkidul: Semangat dan Antusiasme Siswa Membangun Karakter


Wonosari– MIN 4 Gunungkidul melaksanakan kegiatan apel pagi pada Senin (6/4/2026) di halaman madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 dengan penuh semangat dan kedisiplinan.

Sejak pukul 07.00 WIB, para siswa telah berbaris rapi mengenakan seragam merah putih. Suasana pagi yang cerah tidak menyurutkan antusiasme mereka dalam mengikuti rangkaian kegiatan apel. Sikap tertib dan kebersamaan tampak jelas, bahkan beberapa siswa terlihat saling membantu merapikan atribut seragam teman sekelasnya.

Apel pagi didampingi oleh guru dan tenaga kependidikan. Dalam amanatnya, pembina apel menekankan pentingnya menanamkan sikap jujur, sopan santun, serta semangat belajar yang tinggi sebagai bekal utama dalam meraih prestasi.

Kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan karakter bagi siswa. Selain itu, apel pagi dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai informasi penting, seperti agenda pembelajaran, rencana kegiatan madrasah, serta imbauan terkait kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Antusiasme siswa semakin terlihat saat penyampaian informasi mengenai penghargaan bagi siswa berprestasi. Seluruh peserta apel mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian, mencerminkan sikap disiplin dan kesiapan dalam menerima arahan.

Melalui kegiatan apel pagi ini, diharapkan seluruh siswa MIN 4 Gunungkidul dapat semakin termotivasi untuk belajar dengan sungguh-sungguh serta membentuk karakter yang berakhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. (PKL)

Kamis, 02 April 2026

MIN 4 Gunungkidul Terapkan Gerakan Bawa Kotak Makan untuk Kurangi Sampah Plastik


Wonosari (2/4/2026) – MIN 4 Gunungkidul kembali menunjukkan komitmennya dalam menanamkan karakter peduli lingkungan kepada peserta didik melalui kebijakan baru terkait aktivitas kantin madrasah. Seluruh siswa diwajibkan membawa kotak makan sendiri sebagai upaya mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai di lingkungan sekolah.

Kebijakan ini mendorong siswa untuk menerapkan prinsip zero waste dengan mengurangi pembelian makanan dan minuman yang menggunakan kemasan plastik sekali pakai, baik dari kantin maupun penjual di sekitar madrasah. Seluruh makanan yang dibawa maupun dibeli diharapkan ditempatkan dalam wadah yang dapat digunakan berulang kali. Selain itu, pihak madrasah juga mengimbau siswa untuk menghindari konsumsi makanan berbumbu instan serta minuman berperisa di lingkungan sekolah, sebagai bagian dari upaya membentuk pola hidup sehat.

Kepala Madrasah, Laily Fauziah, S.Pd.I menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari pembinaan karakter siswa. “Melalui gerakan ini, kami ingin membiasakan siswa untuk peduli terhadap lingkungan sekaligus menerapkan pola hidup sehat sejak dini,” ujarnya. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari komite sekolah serta orang tua siswa yang turut berperan aktif dalam menyiapkan bekal anak setiap hari.

Kegiatan ini selaras dengan program Adiwiyata yang menekankan pentingnya perilaku ramah lingkungan di lingkungan sekolah. Melalui gerakan ini, MIN 4 Gunungkidul berharap dapat menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta membangun kesadaran siswa untuk menjaga kelestarian lingkungan sejak dini.

MIN 4 Gunungkidul Rutin Laksanakan Salat Dhuha untuk Tanamkan Nilai Religius Siswa


Wonosari (2/4/2026) – MIN 4 Gunungkidul terus menanamkan nilai-nilai religius kepada para siswa melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin. Salah satu kegiatan tersebut adalah pelaksanaan salat Dhuha berjamaah yang dilaksanakan setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.

Kegiatan diawali dengan muroja’ah atau pengulangan hafalan Al-Qur’an yang diikuti oleh seluruh siswa setelah bel masuk sekolah berbunyi. Dengan bimbingan guru, siswa melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara bersama-sama di halaman madrasah.

Setelah kegiatan muroja’ah, seluruh siswa melaksanakan salat Dhuha berjamaah yang juga berlangsung di halaman madrasah. Kegiatan ini berjalan dengan tertib dan khusyuk, menciptakan suasana religius yang mendukung kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran.

Usai pelaksanaan salat Dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama. Selanjutnya, siswa mengikuti kegiatan PPQ (Program Pengembangan Qur’an) sesuai dengan kelompok masing-masing sebelum memasuki proses belajar mengajar di kelas.

Melalui kegiatan ini, madrasah berupaya membiasakan siswa untuk melaksanakan ibadah sejak dini serta menanamkan nilai-nilai disiplin, kebersamaan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. (PKL)

Siswa MIN 4 Gunungkidul Antusias Berlatih untuk Kejurkab dan GOMBC 2026


Wonosari – MIN 4 Gunungkidul menunjukkan semangat tinggi dalam mempersiapkan tim marching band untuk menghadapi dua ajang lomba, yakni Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Drumband PDBI Gunungkidul serta Gunungkidul Open Marching Band Championship (GOMBC) 2026.

Latihan rutin dilaksanakan di halaman madrasah dengan diikuti oleh siswa-siswi yang tergabung dalam tim marching band. Dalam kegiatan tersebut, siswa tampak berlatih dengan penuh antusias dan kekompakan, mulai dari penguasaan irama musik, formasi barisan, hingga koordinasi gerakan yang presisi.

Dengan pendampingan instruktur dan guru pembina, para siswa terus mengasah kemampuan masing-masing. Beberapa siswa fokus pada penguasaan alat musik seperti drum, pianika, dan alat perkusi lainnya, sementara yang lain berlatih menyempurnakan formasi agar penampilan semakin menarik.

Persiapan telah dimulai sejak awal bulan Maret dan dilakukan secara bertahap serta berkelanjutan. Antusiasme siswa terlihat dari kesungguhan mereka dalam mengikuti setiap sesi latihan, bahkan rela meluangkan waktu di luar jam pelajaran.

Guru pendamping, Ery Wahyuni, S.Pd., menyampaikan bahwa latihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter siswa. “Latihan ini melatih kedisiplinan, kekompakan, dan rasa percaya diri siswa agar siap tampil maksimal dalam setiap ajang yang diikuti,” ujarnya.

Salah satu siswa juga mengungkapkan semangatnya dalam mengikuti latihan sebagai bagian dari persiapan menghadapi lomba. “Kami ingin memberikan penampilan terbaik dan membawa nama baik MIN 4 Gunungkidul,” tuturnya.

Melalui latihan yang intensif dan terarah, diharapkan tim marching band MIN 4 Gunungkidul dapat tampil optimal serta meraih hasil terbaik dalam Kejurkab dan GOMBC 2026. (PKL)

Guru MIN 4 Gunungkidul Ikuti Audiensi Persiapan Ziarah dan Capacity Building PPPK 2025


Wonosari – MIN 4 Gunungkidul turut berpartisipasi dalam kegiatan audiensi bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul terkait pelaksanaan ziarah dan capacity building PPPK angkatan 2025.

Kegiatan audiensi dilaksanakan pada Kamis (2/4/2026) pukul 09.00 WIB bertempat di ruang Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul. Audiensi ini bertujuan untuk melakukan koordinasi serta membahas rencana pelaksanaan kegiatan ziarah dan capacity building bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2025.

Audiensi tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Dr. H. Mukotip, S.Ag., M.Pd.I, beserta jajaran, di antaranya H. Faqih Shomadi, S.Ag., M.Pd.I dan Fitri Subekti, S.Sos.

Dalam kegiatan tersebut, Arif Kurniawan, S.Pd.I selaku guru Pendidikan Agama Islam MIN 4 Gunungkidul turut hadir sebagai peserta audiensi. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban melalui diskusi yang membahas konsep, teknis pelaksanaan, serta tujuan kegiatan.

Melalui audiensi ini diharapkan pelaksanaan kegiatan ziarah dan capacity building PPPK angkatan 2025 dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat dalam meningkatkan kompetensi, profesionalitas, dan penguatan nilai-nilai spiritual bagi para peserta.

Arif Kurniawan menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para PPPK untuk terus berkembang. “Kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang peningkatan kapasitas, tetapi juga sebagai sarana memperkuat nilai kebersamaan dan spiritualitas,” ujarnya.

Perkuat Sinergi Antar Madrasah, MIN 4 Gunungkidul Terima Siswi PKL dari MAN 1 Gunungkidul


Wonosari (1/4/2026) – MIN 4 Gunungkidul menerima kehadiran siswi Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari MAN 1 Gunungkidul sebagai bentuk kerja sama dan sinergi antar madrasah di Kabupaten Gunungkidul.

Kegiatan PKL ini akan berlangsung selama satu bulan ke depan. Para siswi berasal dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) dan akan terlibat dalam berbagai kegiatan di madrasah, khususnya yang berkaitan dengan desain media, publikasi, serta dokumentasi.

Kepala madrasah, Laily Fauziah, S.Pd.I, menyampaikan bahwa kehadiran siswi PKL ini merupakan langkah positif dalam membangun kolaborasi antar lembaga pendidikan.

“Kami menyambut baik kehadiran siswi PKL dari MAN 1 Gunungkidul. Ini menjadi bagian dari sinergi antar madrasah sekaligus sarana pembelajaran bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan di dunia nyata,” ungkapnya.

Guru dan tenaga kependidikan MIN 4 Gunungkidul juga memberikan sambutan hangat serta siap mendampingi selama kegiatan berlangsung. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu siswi PKL dalam mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku sekolah.

Selain menjadi wadah praktik bagi siswi, kegiatan ini juga diharapkan memberikan kontribusi positif bagi madrasah, terutama dalam pengembangan media informasi dan kreativitas visual.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antar madrasah di Gunungkidul, serta mampu mendorong terciptanya kolaborasi yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Rabu, 01 April 2026

Perkuat Koordinasi dan Pembinaan, MIN 4 Gunungkidul Gelar Rapat Koordinasi

Wonosari (1/4/2026) – MIN 4 Gunungkidul menggelar rapat koordinasi yang diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah sebagai upaya memperkuat koordinasi dan pembinaan internal.

Rapat dipimpin oleh Laily Fauziah, S.Pd.I, yang dalam arahannya menyampaikan pentingnya pemahaman dan implementasi nilai-nilai ASTAPROTAS (Amanah, Santun, Tanggung Jawab, Profesional, Transparan, Akuntabel, dan Sabar) dalam menjalankan tugas sebagai pendidik dan tenaga kependidikan.

Dalam kesempatan tersebut, beliau menegaskan bahwa nilai-nilai ASTAPROTAS harus menjadi landasan dalam setiap aktivitas di madrasah, baik dalam pembelajaran maupun pelayanan kepada siswa.

“ASTAPROTAS bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi budaya kerja yang kita terapkan dalam keseharian di madrasah,” tegasnya.

Selain itu, dalam rapat koordinasi ini juga diperkenalkan siswi-siswi dari MAN 1 Gunungkidul yang akan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di MIN 4 Gunungkidul selama satu bulan ke depan.

Siswi PKL tersebut berasal dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) dan diharapkan dapat berkontribusi dalam berbagai kegiatan madrasah, khususnya yang berkaitan dengan desain media dan publikasi.

Kehadiran siswi PKL ini disambut dengan baik oleh seluruh warga madrasah. Selain menjadi sarana belajar bagi peserta PKL, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi madrasah dalam pengembangan media informasi dan kreativitas visual.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh guru dan tenaga kependidikan semakin solid dalam menjalankan tugas serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang telah disepakati bersama demi kemajuan madrasah.

Senin, 30 Maret 2026

Dukung ZI-WBK, Guru dan Tendik MIN 4 Gunungkidul Ikuti Sosialisasi Gratifikasi

 

Wonosari – MIN 4 Gunungkidul mengikuti kegiatan sosialisasi pengendalian gratifikasi serta pencegahan pungutan liar dan korupsi yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul pada Senin (30/03/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul dan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya penguatan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) di lingkungan Kementerian Agama. Melalui kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman terkait pentingnya pengendalian gratifikasi serta pencegahan praktik pungli dan korupsi dalam pelaksanaan tugas sebagai ASN.

Kegiatan menghadirkan narasumber dari Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia, yaitu Dyan Maulidha N, yang menyampaikan materi terkait bentuk-bentuk gratifikasi, mekanisme pelaporan, serta langkah-langkah pencegahan korupsi di lingkungan kerja.

Guru dan tenaga kependidikan MIN 4 Gunungkidul mengikuti kegiatan ini dengan antusias sebagai bentuk komitmen dalam mendukung budaya kerja yang jujur, bersih, dan profesional.

Salah satu guru, Imamia Mardini, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan penguatan pemahaman terkait pentingnya integritas sebagai bagian dari tanggung jawab sebagai ASN.

“Kegiatan ini menjadi pengingat bagi kami untuk selalu menjaga integritas dan bersikap profesional dalam setiap tugas yang dijalankan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh ASN, khususnya di lingkungan madrasah, semakin memahami pentingnya menjaga integritas serta mampu menerapkannya dalam kehidupan kerja sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan kerja yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.

Wujudkan Madrasah Bersih, MIN 4 Gunungkidul Adakan Aksi Bersih Lingkungan

 

Wonosari (30/03/2026) – MIN 4 Gunungkidul mengadakan kegiatan aksi bersih lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan dengan penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan dilaksanakan secara gotong royong dengan membersihkan berbagai area madrasah, seperti ruang kelas, halaman, taman, serta lingkungan sekitar. Seluruh warga madrasah berpartisipasi aktif dengan membawa peralatan kebersihan dan bekerja sama menjaga kebersihan lingkungan.

Suasana kegiatan berlangsung dinamis dan penuh semangat. Para siswa tampak antusias membersihkan area masing-masing, sementara guru dan tenaga kependidikan turut mendampingi serta memberikan arahan secara langsung di lapangan.

Ketua Tim Adiwiyata madrasah, Arif Kurniawan, S.Pd.I, yang turut terjun langsung dalam kegiatan ini juga memberikan perhatian kepada siswa agar berpartisipasi aktif.

“Kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih, tetapi bagian dari pembiasaan agar siswa memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Semua harus ikut ambil peran, tidak hanya melihat,” tegasnya saat mengingatkan siswa yang belum berpartisipasi.

Kegiatan ini mencerminkan nilai tanggung jawab dan kerja sama yang terus dibangun di lingkungan madrasah. Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk membiasakan hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui aksi bersih lingkungan ini, diharapkan seluruh warga madrasah semakin memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Pererat Silaturahmi, MIN 4 Gunungkidul Gelar Halalbihalal

 

Wonosari (30/03/2026) – MIN 4 Gunungkidul menggelar kegiatan halalbihalal dalam rangka momentum bulan Syawal 1447 H. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, serta siswa dengan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.

Kegiatan halalbihalal dilaksanakan dengan saling berjabat tangan antar guru, antara guru dan siswa, serta antar siswa. Tradisi ini menjadi momen penting untuk saling memaafkan setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan.

Para siswa tampak tertib saat bersalaman dengan guru secara bergantian. Guru pun menyambut dengan sikap ramah dan penuh kasih sayang, menciptakan suasana yang hangat dan akrab di lingkungan madrasah.

Guru MIN 4 Gunungkidul, Abdul Mukhid, S.Ag, menyampaikan bahwa kegiatan halalbihalal memiliki makna penting dalam membangun hubungan yang harmonis di lingkungan madrasah.

“Halalbihalal ini menjadi momen untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi, baik antar guru, antar siswa, maupun antara guru dan siswa,” ujarnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga sarana penanaman nilai karakter, seperti saling menghormati, rendah hati, dan kepedulian terhadap sesama.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga madrasah dapat menjaga kebersamaan serta menciptakan lingkungan yang rukun dan kondusif dalam mendukung proses pembelajaran.

Awali Pembelajaran Pasca Idul Fitri, MIN 4 Gunungkidul Laksanakan Apel Pagi

Suasana apel pagi pasca Idul Fitri yang berlangsung khidmat

Wonosari (30/03/2026) – MIN 4 Gunungkidul mengawali kembali kegiatan pembelajaran pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H dengan melaksanakan apel pagi di halaman madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, serta siswa dengan tertib dan khidmat.

Apel pagi menjadi momentum strategis untuk meneguhkan kembali kedisiplinan serta membangun semangat belajar siswa. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, mulai dari pembukaan hingga penyampaian amanat pembina apel.

Bertindak sebagai pembina apel, Abdul Mukhid, S.Ag, menyampaikan pesan tentang pentingnya memaknai bulan Syawal sebagai momen mempererat hubungan antarsesama melalui sikap saling memaafkan.

Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga sebagai titik awal untuk membersihkan hati serta membangun kembali hubungan yang harmonis antara guru dan siswa. 

“Syawal menjadi momentum bagi kita untuk saling memaafkan dan menumbuhkan sikap kasih sayang antara guru dan siswa. Dengan hubungan yang baik, suasana pembelajaran akan lebih nyaman dan bermakna,” ujarnya.

Peserta apel mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian, mencerminkan kesiapan untuk kembali menjalani proses pembelajaran. Suasana yang tertib dan kondusif menjadi awal yang positif bagi aktivitas belajar di madrasah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga madrasah mampu menjaga nilai-nilai kebersamaan, saling menghargai, serta membangun lingkungan belajar yang harmonis dan berkarakter.

Selasa, 17 Maret 2026

Perkuat Integritas di Bulan Suci, MIN 4 Gunungkidul Ikuti Webinar CERDAS KEMENAG


Wonosari (16/03/2026) – MIN 4 Gunungkidul mengikuti kegiatan webinar CERDAS (Cerita dan Diskusi Integritas) Kemenag Edisi Ramadhan 1447 H pada Senin, 16 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom meeting mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.

Webinar tersebut mengangkat tema “Integritas di Bulan Suci, Menjaga Profesionalisme tanpa Gratifikasi” dan diikuti oleh berbagai satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama. Acara diawali dengan sambutan dari Iin Purwanti, M.Pd selaku Ketua Forum serta H. Khoirunnas dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, di antaranya Komisi Pemberantasan Korupsi yang diwakili oleh Sugiarto, Sri Maryati dari Kanwil Papua, serta Pujiati dari MIN 5 Magelang. Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya menjaga integritas, terutama di bulan suci Ramadan sebagai momentum refleksi diri dan penguatan nilai kejujuran dalam bekerja.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I turut mengikuti kegiatan ini. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan penguatan nilai yang sangat relevan bagi seluruh ASN di lingkungan madrasah. “Momentum Ramadan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga integritas dalam menjalankan tugas. Profesionalisme tanpa gratifikasi harus benar-benar kita pegang sebagai komitmen bersama,” ungkapnya.

Partisipasi dalam webinar ini merupakan bentuk tindak lanjut atas arahan pimpinan sekaligus komitmen MIN 4 Gunungkidul dalam mendukung gerakan antikorupsi di lingkungan Kementerian Agama, khususnya di Kabupaten Gunungkidul. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh civitas madrasah semakin memahami pentingnya integritas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Nilai-nilai yang diperoleh diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan kerja yang jujur, profesional, dan bebas dari praktik gratifikasi.

Kamis, 05 Maret 2026

MIN 4 Gunungkidul Jadi Narasumber Pembinaan Sekolah Adiwiyata Kabupaten


Wonosari (05/03/2026) – MIN 4 Gunungkidul kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung gerakan peduli dan berbudaya lingkungan melalui kegiatan Pembinaan dan Pengarahan Sekolah Adiwiyata Kabupaten. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026 pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di RR Bintaos Lantai 3 Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul.

Sebagai madrasah berpredikat Sekolah Adiwiyata Nasional, MIN 4 Gunungkidul memiliki peran strategis dalam membina sekolah-sekolah Adiwiyata di tingkat kabupaten. Kegiatan ini merupakan pembinaan perdana yang dilaksanakan secara bersama bagi sekolah-sekolah binaan.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Dalam paparannya, beliau menyampaikan materi tentang dasar penyelenggaraan Program Adiwiyata berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Program Adiwiyata.

Materi yang disampaikan menekankan pentingnya pemahaman regulasi sebagai landasan dalam pelaksanaan Program Adiwiyata di satuan pendidikan. Selain itu, dijelaskan pula arah kebijakan terbaru, komponen penilaian, serta strategi implementasi program yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sekolah-sekolah binaan semakin memahami konsep, prinsip, dan teknis pelaksanaan Program Adiwiyata sesuai regulasi terbaru, sehingga mampu mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan secara berkelanjutan. Sinergi antara sekolah, madrasah, dan instansi terkait menjadi langkah penting dalam memperkuat gerakan peduli lingkungan di Kabupaten Gunungkidul.

Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, MIN 4 Gunungkidul berkomitmen untuk terus menjadi madrasah yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga konsisten dalam membangun budaya cinta lingkungan bagi seluruh warga sekolah.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More