Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Bukan hanya peserta didik yang terus belajar. Para guru pun perlu terus mengasah diri agar pembelajaran di kelas semakin relevan dan bermakna. Semangat itulah yang hadir dalam kegiatan KKG MI 10 GK atau KKG guru kelas MI se-Kapanewon Wonosari yang berlangsung di MIN 4 Gunungkidul.
Kegiatan kali ini mengangkat tema “Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Ekoteologi dan KBC Menggunakan Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Model-Model Pembelajaran Sesuai Pedagogik Modern dan Media Pembelajaran)”. Dua pengawas madrasah, Sri Rahmiyati, S.Pd., M.Pd. dan Susiati, S.Pd.I., M.SI., hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut.
Pembahasan tidak berhenti pada konsep pembelajaran, tetapi diarahkan pada bagaimana guru dapat menghadirkan proses belajar yang sesuai dengan perkembangan pedagogik modern. Model-model pembelajaran dan media pembelajaran menjadi bagian yang turut diperkuat dalam kegiatan tersebut.
Pendekatan pembelajaran mendalam menjadi salah satu fokus yang diperkenalkan kepada para guru agar proses pembelajaran tidak sekadar mengejar tersampaikannya materi, tetapi memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik.
Sementara itu, pengintegrasian ekoteologi dan KBC membuka ruang bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga membangun nilai dan karakter peserta didik.
Bagi MIN 4 Gunungkidul, menjadi tempat pelaksanaan KKG MI 10 GK menjadi bagian dari semangat untuk terus membangun budaya belajar dan berbagi antarpendidik.
Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi guru-guru MI se-Kapanewon Wonosari untuk bertukar pengalaman, memperluas wawasan, serta mencari inspirasi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di madrasah masing-masing.
Karena guru yang terus belajar akan selalu punya cara baru untuk membuat muridnya ikut bertumbuh.













.png)