Penerimaan Peserta didik baru Tahun PelajaRan 2022/2023

Formulir isian Pendaftaran Peserta didik baru Tahun Pelajaran 2022/2023

Keluarga Besar MIN 4 Gunungkidul

Selamat datang di Website resmi MIN 4 Gunungkidul

MIN 4 Gunungkidul Ikuti Vaksinasi Siswa Usia 6-11 Tahun

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Susiyati berharap semua siswa MIN 4 bisa mengikuti vaksin COVID 19, sehingga akan lebih tenang dan siap dalam mengikuti pembelajaran tatap muka

MIN 4 Gunungkidul Ikuti Lomba Kebersihan Madrasah

Wonosari, Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke 76, panitia HAB ke 76 Kantor Kementrian Agama Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan lomba salah satunya lomba kebersihan madrasah.

MIN 4 Gunungkidul raih juara 1 lomba Perpus jenjang SD/MI

Susiyati selaku Kepala Madrasah menyampaikan ucapan terimakasih kepada dinas perpustakaan daerah yang telah mendampingi, kepada tim perpustakaan Al-Hikmah yang telah bekerja keras sehingga mendapatkan juara 1

Kamis, 24 September 2026

Guru MI se-Kapanewon Wonosari Perkuat Pembelajaran Mendalam Berbasis Ekoteologi dan KBC di MIN 4 Gunungkidul


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Bukan hanya peserta didik yang terus belajar. Para guru pun perlu terus mengasah diri agar pembelajaran di kelas semakin relevan dan bermakna. Semangat itulah yang hadir dalam kegiatan KKG MI 10 GK atau KKG guru kelas MI se-Kapanewon Wonosari yang berlangsung di MIN 4 Gunungkidul.

Kegiatan kali ini mengangkat tema “Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Ekoteologi dan KBC Menggunakan Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Model-Model Pembelajaran Sesuai Pedagogik Modern dan Media Pembelajaran)”. Dua pengawas madrasah, Sri Rahmiyati, S.Pd., M.Pd. dan Susiati, S.Pd.I., M.SI., hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut.

Pembahasan tidak berhenti pada konsep pembelajaran, tetapi diarahkan pada bagaimana guru dapat menghadirkan proses belajar yang sesuai dengan perkembangan pedagogik modern. Model-model pembelajaran dan media pembelajaran menjadi bagian yang turut diperkuat dalam kegiatan tersebut.

Pendekatan pembelajaran mendalam menjadi salah satu fokus yang diperkenalkan kepada para guru agar proses pembelajaran tidak sekadar mengejar tersampaikannya materi, tetapi memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik.

Sementara itu, pengintegrasian ekoteologi dan KBC membuka ruang bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga membangun nilai dan karakter peserta didik.

Bagi MIN 4 Gunungkidul, menjadi tempat pelaksanaan KKG MI 10 GK menjadi bagian dari semangat untuk terus membangun budaya belajar dan berbagi antarpendidik.

Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi guru-guru MI se-Kapanewon Wonosari untuk bertukar pengalaman, memperluas wawasan, serta mencari inspirasi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di madrasah masing-masing.

Karena guru yang terus belajar akan selalu punya cara baru untuk membuat muridnya ikut bertumbuh.

Tak Cukup Jadi Pintar, MIN 4 Gunungkidul Bekali Siswa dengan Adab dan Sopan Santun


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – “Sifate murid ingkang bagus iku 5, diamal terus.”

Syair yang sudah akrab di telinga peserta didik itu kembali menjadi pengingat dalam pembiasaan pagi MIN 4 Gunungkidul, Kamis (24/9/2026). Setelah salat Duha, Asmaul Husna, dan alaa laa, peserta didik mendapatkan pembinaan karakter dari Zaenuri, S.Pd. Kali ini, pesan yang ditekankan adalah tentang adab dan sopan santun murid kepada guru.

Di hadapan peserta didik, Zaenuri mengingatkan bahwa menghormati guru tidak cukup hanya dengan mengucapkan salam atau bersikap sopan ketika berpapasan. Rasa hormat juga perlu terlihat ketika guru memberikan nasihat, arahan, maupun tugas.

Murid diharapkan tidak membantah guru dalam hal-hal yang baik dan mampu melaksanakan arahan yang diberikan dengan penuh tanggung jawab.

“Kalau guru memberikan perintah yang baik, jangan dibantah. Dengarkan dan laksanakan. Begitulah salah satu bentuk kita menghormati guru,” ujar Zaenuri.

Pesan tersebut kemudian kembali dihubungkan dengan syair “Sifate murid iku 5, diamal terus.” Kalimat tersebut bukan sekadar syair yang dinyanyikan bersama, tetapi menjadi pengingat bahwa karakter seorang murid harus diwujudkan melalui perilaku yang terus diamalkan.

Menjadi murid berarti belajar. Namun, belajar tidak hanya tentang pelajaran di dalam buku. Ada pula pelajaran tentang bagaimana berbicara kepada guru, bagaimana menerima nasihat, bagaimana menjalankan tugas, dan bagaimana menunjukkan rasa hormat kepada orang yang membimbingnya.

Pembiasaan pagi pun menjadi ruang sederhana bagi MIN 4 Gunungkidul untuk terus mengingatkan nilai-nilai tersebut kepada peserta didik.

Sebab, ilmu akan semakin bermakna ketika berjalan bersama adab. Dan bagi seorang murid, menghormati guru adalah bagian dari belajar menjadi pribadi yang baik.

Rabu, 23 September 2026

Dari Juara KOSSMA ke Panggung Kabupaten, Tiga Siswa MIN 4 Gunungkidul Mulai Perkuat Kontingen Wonosari


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Cerita dari KOSSMA Kapanewon Wonosari belum benar-benar selesai bagi tiga siswa MIN 4 Gunungkidul. Setelah meraih Juara 1, mereka kini mendapat kesempatan untuk melanjutkan perjuangan dengan bergabung dalam pembinaan kontingen Kapanewon Wonosari menuju KOSMA tingkat Kabupaten Gunungkidul.

Tiga siswa tersebut adalah Valenia Fana Wijayanti dan Raffa Nuha Edishaumi dari cabang Bola Voli serta Aryasatya Gibran Pradipta dari cabang Tenis Meja.

Valenia dan Raffa mengikuti pembinaan Bola Voli di MI Darul Quran Wonosari, didampingi Arif Kurniawan, S.Pd.I. Sementara Aryasatya mengikuti pembinaan Tenis Meja di GOR 77 Semanu bersama pendamping Hanafi Fajar Kurniawan.

Kesempatan tersebut tidak datang begitu saja. Ketiganya sebelumnya berhasil menunjukkan kemampuan terbaik dalam KOSSMA tingkat Kapanewon Wonosari pada 17 September lalu.

Aryasatya Gibran Pradipta menjadi Juara 1 Tenis Meja Putra. Sementara Raffa Nuha Edishaumi meraih Juara 1 Bola Voli Putra dan Valenia Fana Wijayanti menjadi Juara 1 Bola Voli Putri.

Kini, ketiganya kembali berlatih. Bedanya, kali ini mereka tidak hanya membawa nama MIN 4 Gunungkidul, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan kontingen Kapanewon Wonosari untuk menghadapi kompetisi di tingkat kabupaten.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., memberikan dukungan kepada ketiga peserta didik tersebut.

“Jangan cepat puas dengan hasil yang sudah diraih. Kesempatan ini harus dimanfaatkan untuk belajar dan berlatih lebih baik. Ikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh, jaga semangat, disiplin, dan tetap rendah hati,” pesan Laily.

Bagi ketiga siswa, pembinaan ini menjadi pengalaman baru. Mereka akan bertemu dan berlatih bersama atlet-atlet lain dari madrasah di Kapanewon Wonosari yang juga dipersiapkan untuk membawa nama kapanewon di tingkat kabupaten.

Dari sini, tantangannya tentu berbeda. Kemampuan teknis perlu terus diasah, sementara kekompakan dan mental bertanding juga harus dipersiapkan.

MIN 4 Gunungkidul pun memberikan dukungan penuh agar peserta didiknya dapat menjalani proses tersebut dengan sebaik-baiknya.

KOSSMA Wonosari telah menjadi panggung awal. Kini, tiga nama dari MIN 4 Gunungkidul melangkah lebih jauh bergabung bersama kontingen Wonosari, berlatih, dan bersiap menyambut tantangan di KOSMA tingkat Kabupaten.

Bukan Sekadar Jajan, MIN 4 Gunungkidul Tanamkan Kebiasaan Minim Sampah kepada Siswa


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Jajan boleh, sampah plastik jangan sampai ikut bertambah. Pesan itulah yang kembali dikuatkan kepada peserta didik MIN 4 Gunungkidul dalam pembinaan karakter setelah pembiasaan pagi.

Kegiatan diawali dengan salat Duha, Asmaul Husna, dan alaa laa. Setelah itu, Imamia Mardini, S.Pd., memberikan penguatan karakter kepada peserta didik, salah satunya tentang kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan madrasah.

Salah satu hal yang kembali ditekankan adalah kebiasaan membawa tempat atau wadah sendiri ketika membeli jajanan.

Kelihatannya sederhana. Namun, jika dilakukan bersama-sama setiap hari, kebiasaan tersebut dapat membantu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang berasal dari kemasan makanan dan minuman.

“Kalau kita membawa tempat sendiri untuk jajan, kita bisa mengurangi sampah plastik. Ini memang kebiasaan kecil, tetapi kalau dilakukan bersama-sama akan memberikan dampak yang besar untuk kebersihan madrasah,” ujar Imamia.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan karena MIN 4 Gunungkidul merupakan Madrasah Adiwiyata. Kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya diwujudkan melalui kegiatan bersih-bersih, tetapi perlu dibangun melalui kebiasaan sehari-hari seluruh warga madrasah.

Peserta didik juga diingatkan untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. Sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari harus dikelola dengan baik dan tidak dibiarkan berserakan di halaman, kelas, maupun lingkungan sekitar madrasah.

Bagi MIN 4 Gunungkidul, pembentukan karakter peduli lingkungan dimulai dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan anak-anak.

Membawa wadah sendiri. Mengurangi plastik. Membuang sampah pada tempatnya. Menjaga lingkungan tetap bersih.

Kebiasaan-kebiasaan sederhana tersebut diharapkan perlahan menjadi budaya yang melekat pada peserta didik.

Dengan demikian, identitas sebagai Madrasah Adiwiyata tidak hanya terlihat dari lingkungan yang bersih dan tertata, tetapi juga dari perilaku warganya yang memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan.

Karena menjadi Adiwiyata bukan cuma soal halaman yang bersih—tetapi tentang kebiasaan baik yang tumbuh dari setiap warga madrasah. 🌱

Selasa, 22 September 2026

MIN 4 Gunungkidul Dampingi SDN Panjatan Menuju Sekolah Adiwiyata


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) - Semangat menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan peduli lingkungan terus digaungkan MIN 4 Gunungkidul. Tidak hanya diterapkan di lingkungan madrasah sendiri, semangat tersebut kini turut dibagikan melalui pembinaan Sekolah Adiwiyata di SDN Panjatan, Selasa (22/9/2026).

MIN 4 Gunungkidul hadir sebagai sekolah pembina dalam kegiatan tersebut. Kehadiran ini menjadi bagian dari upaya berbagi pengalaman dan praktik baik dalam membangun budaya peduli lingkungan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Mewakili Kepala MIN 4 Gunungkidul yang berhalangan hadir, kegiatan diikuti oleh Ketua Tim Adiwiyata, Arif Kurniawan, S.Pd.I, bersama Wakil Ketua, Siti Mudhi'ah, S.Pd.I, dan Sekretaris, Hanafi Fajar Kurniawan.

Kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan atas undangan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul. Kepala DLH Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki, M.Si, menjadi bagian dari unsur yang mendukung pelaksanaan pembinaan Adiwiyata tersebut.

Sebagai sekolah pembina, MIN 4 Gunungkidul berbagi pengalaman mengenai berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk membangun budaya peduli lingkungan di sekolah. Mulai dari pembiasaan warga sekolah, pengelolaan lingkungan, hingga keterlibatan seluruh warga sekolah menjadi bagian penting dalam membangun karakter peduli lingkungan.

Arif Kurniawan menegaskan bahwa program Adiwiyata pada dasarnya bukan sekadar mengejar predikat, tetapi membangun kebiasaan baik yang tumbuh dalam keseharian warga sekolah.

“Yang paling penting dari Adiwiyata adalah bagaimana kepedulian terhadap lingkungan menjadi budaya. Jadi bukan hanya ketika ada penilaian, tetapi menjadi kebiasaan yang dilakukan setiap hari oleh seluruh warga sekolah,” jelas Arif.

Bagi MIN 4 Gunungkidul, kesempatan menjadi sekolah pembina juga menjadi bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab untuk terus menularkan praktik baik. Pengalaman yang dimiliki madrasah diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi SDN Panjatan dalam mengembangkan program Adiwiyata sesuai dengan kondisi sekolahnya.

Dari MIN 4 Gunungkidul untuk lingkungan yang lebih hijau: berbagi praktik baik, tumbuhkan budaya peduli lingkungan bersama. 🌱

MIN 4 Gunungkidul Jadi Tuan Rumah Technical Meeting KOSMA Tingkat Kabupaten


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) - Menjelang pelaksanaan KOSMA Tingkat Kabupaten Gunungkidul, roda persiapan terus bergerak. Kali ini, Aula Perpustakaan MIN 4 Gunungkidul menjadi ruang berkumpulnya jajaran KKMI Kabupaten Gunungkidul dan segenap panitia KOSMA Kabupaten dalam agenda technical meeting, Selasa (22/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum konsolidasi panitia untuk memastikan berbagai persiapan menuju pelaksanaan KOSMA Kabupaten berjalan semakin matang. Jajaran KKMI Kabupaten Gunungkidul hadir bersama seluruh unsur kepanitiaan untuk melakukan koordinasi terkait berbagai hal teknis penyelenggaraan.

Suasana koordinasi berlangsung serius namun tetap komunikatif. Setiap unsur panitia mempersiapkan kebutuhan sesuai bidang masing-masing agar pelaksanaan KOSMA nantinya dapat berjalan dengan tertib dan lancar.

Bagi MIN 4 Gunungkidul, menjadi tempat pelaksanaan technical meeting merupakan bagian dari keterlibatan madrasah dalam menyukseskan agenda kompetisi olahraga dan seni di lingkungan madrasah Kabupaten Gunungkidul.

Kepala MIN 4 Gunungkidul menyampaikan rasa bangga sekaligus apresiasi atas kepercayaan tersebut.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada jajaran KKMI Kabupaten Gunungkidul dan seluruh panitia KOSMA. Semoga koordinasi hari ini membawa hasil yang baik dan semakin memantapkan persiapan KOSMA tingkat kabupaten,” tuturnya.

Technical meeting ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum KOSMA Tingkat Kabupaten Gunungkidul digelar. Setelah sebelumnya MIN 4 Gunungkidul menjadi salah satu pusat kegiatan KOSSMA Tingkat Kapanewon Wonosari, kini madrasah kembali mengambil bagian dalam persiapan kompetisi di level kabupaten.

Dari ruang perpustakaan MIN 4 Gunungkidul, persiapan KOSMA Kabupaten dimatangkan. Saatnya bersiap menyambut talenta-talenta terbaik madrasah Gunungkidul!

KOSMA Gunungkidul Makin Dekat, MIN 4 Jadi Titik Koordinasi Panitia Gabungan Lintas Jenjang


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Aula Perpustakaan MIN 4 Gunungkidul kembali menjadi ruang bertemunya para penggerak madrasah. Selasa (22/9/2026), jajaran Dikmad Kankemenag Gunungkidul bersama pimpinan madrasah lintas jenjang berkumpul dalam rapat koordinasi persiapan KOSMA tingkat Kabupaten Gunungkidul.

Rapat tersebut dihadiri Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, H. Zuhdan Aris, S.Ag., MA serta Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I, Kepala MTsN 4 Gunungkidul, Ngadiyan S.Pd.I., M.SI dan Kepala MAN 1 Gunungkidul, Kholis Muhajir, S.Ag., M.SI.

Pertemuan ini menjadi bagian dari pematangan persiapan panitia gabungan menjelang pelaksanaan KOSMA tingkat Kabupaten Gunungkidul. Koordinasi lintas jenjang diperlukan agar berbagai unsur yang terlibat dapat bergerak dalam satu arah dan memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana.

Bagi MIN 4 Gunungkidul, persiapan tersebut menjadi semakin dekat karena KOSMA MI tingkat Kabupaten Gunungkidul dijadwalkan berlangsung pada 29–30 September 2026, dengan MIN 4 Gunungkidul sebagai salah satu tempat pelaksanaannya.

Kepala MIN 4 Gunungkidul menyambut baik koordinasi bersama tersebut.

“Kami tentu siap mendukung pelaksanaan KOSMA. Dengan koordinasi bersama seperti ini, harapannya seluruh persiapan dapat dilakukan dengan lebih matang sehingga pada saat pelaksanaan nanti semuanya sudah siap.”

Pertemuan lintas jenjang tersebut juga menjadi ruang untuk menyatukan langkah antara jajaran Dikmad dan madrasah dalam mempersiapkan kompetisi yang akan menjadi wadah bagi peserta didik untuk menunjukkan potensi di bidang olahraga dan seni.

Setelah koordinasi ini, persiapan menuju KOSMA akan terus berlanjut. Khusus untuk jenjang MI, technical meeting panitia KOSMA tingkat Kabupaten juga dijadwalkan berlangsung di Aula Perpustakaan MIN 4 Gunungkidul.

KOSMA semakin dekat. Koordinasi dimatangkan, sinergi dikuatkan, dan MIN 4 Gunungkidul bersiap kembali menjadi bagian dari panggung kompetisi madrasah tingkat Kabupaten Gunungkidul.

“Apa Isi Botolmu?” Pesan Kepala MIN 4 Gunungkidul untuk Menguatkan Akhlak Siswa


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Sebuah botol kosong diletakkan sebagai perumpamaan sederhana, tetapi pesan yang disampaikan Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., Selasa (22/9/2026), cukup dalam.

Dalam pembiasaan pagi, peserta didik diajak memahami bahwa nilai sebuah botol bukan hanya tentang bentuk wadahnya, tetapi juga tentang apa yang ada di dalamnya.

Botol kosong tentu tidak memiliki nilai seperti botol yang memiliki isi. Namun, botol yang sama dapat memiliki harga berbeda ketika isinya berbeda. Air, susu, jus, madu, hingga parfum memiliki nilai masing-masing. Semakin tinggi kualitas isi yang berada di dalamnya, semakin tinggi pula nilai yang melekat padanya.

Dari botol itulah Laily mengajak peserta didik melihat dirinya sendiri.

“Coba kita bayangkan diri kita seperti botol. Kalau botolnya kosong, apa yang bisa kita banggakan? Tetapi kalau diisi dengan sesuatu yang berkualitas, nilainya menjadi berbeda. Begitu juga diri kita. Semakin baik akhlak dan perilaku yang kita miliki, semakin berharga diri kita,” tutur Laily.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas diri tidak cukup dibangun dari apa yang tampak dari luar. Akhlak dan kebiasaan baik menjadi bagian penting yang perlu terus diisi dan dipelihara.

Pembiasaan pagi kemudian berlanjut pada penguatan 5S: Salam, Senyum, Sapa, Sopan, dan Santun.

Di lingkungan madrasah, peserta didik dibiasakan untuk memberikan salam, tersenyum, menyapa, serta menunjukkan sikap sopan dan santun ketika bertemu guru maupun tamu.

Menariknya, pesan tersebut tidak berhenti sebagai teori. Lilis Hanifah, S.Pd.I memberikan contoh langsung bagaimana penerapan 5S ketika bertemu guru atau tamu. Setelah itu, beberapa peserta didik diminta maju untuk mempraktikkannya.

Ada yang mencoba memberikan salam, menyapa, menunjukkan senyum, hingga memperagakan sikap sopan ketika berhadapan dengan orang yang lebih tua.

Cara sederhana tersebut membuat pembiasaan pagi menjadi lebih interaktif. Peserta didik tidak hanya mendengar nasihat, tetapi juga melihat contoh dan mencoba mempraktikkannya sendiri.

Bagi MIN 4 Gunungkidul, pembentukan karakter memang tidak selalu harus melalui kegiatan besar. Pesan sederhana yang disampaikan berulang dan dipraktikkan dalam keseharian justru menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan peserta didik.

Sebab, seperti filosofi botol yang disampaikan pagi itu: yang menentukan nilai bukan sekadar wadahnya, tetapi apa yang kita pilih untuk mengisinya.

Senin, 21 September 2026

Dari MIN 4 untuk Wonosari! Raffa dan Vallenia Digembleng Menuju KOSSMA Kabupaten


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) — Perjuangan belum selesai! Setelah sukses meraih juara I bola voli putra dan putri pada KOSSMA Tingkat Kapanewon Wonosari, dua atlet MIN 4 Gunungkidul kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya.

Mereka adalah Raffa Nuha Edishaumi dan Vallenia Fana Wijayanti, dua siswa MIN 4 Gunungkidul yang terpilih bergabung dalam Tim Voli Kapanewon Wonosari untuk melanjutkan perjuangan pada KOSSMA Tingkat Kabupaten Gunungkidul.

Kesempatan tersebut membuat pembinaan bola voli di MIN 4 Gunungkidul semakin digenjot. Dalam latihan ekstrakurikuler bola voli pada Senin (21/9/2026), Raffa dan Vallenia mendapat porsi latihan yang lebih intensif bersama pelatih dari luar madrasah.

Latihan difokuskan untuk mematangkan kemampuan dan kesiapan kedua atlet sebelum bergabung dalam persiapan tim Kapanewon Wonosari menghadapi kompetisi tingkat kabupaten. Meski menghadirkan pelatih eksternal, pembinaan tetap berada dalam pendampingan Arif Kurniawan, S.Pd.I, selaku koordinator ekstrakurikuler bola voli MIN 4 Gunungkidul.

Arif mengatakan, terpilihnya dua siswa MIN 4 Gunungkidul menjadi bagian dari Tim Voli Kapanewon Wonosari merupakan kesempatan yang harus dipersiapkan dengan maksimal.

“Mereka sudah mendapatkan kepercayaan untuk bergabung dengan tim kapanewon. Jadi sekarang harus lebih serius dalam latihan, memperbaiki teknik, meningkatkan fisik, dan yang tidak kalah penting adalah membangun mental bertanding,” ujar Arif.

Raffa dan Vallenia pun tampak mengikuti latihan dengan penuh semangat. Keduanya tidak hanya membawa nama pribadi dan madrasah, tetapi juga akan menjadi bagian dari perjuangan Tim Voli Kapanewon Wonosari di tingkat Kabupaten Gunungkidul.

Bagi MIN 4 Gunungkidul, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan melalui ekstrakurikuler dapat membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat sekaligus meraih pengalaman berharga dalam kompetisi.

Dari madrasah, melangkah bersama Wonosari. Semangat Raffa dan Vallenia, terus berlatih dan berikan yang terbaik! 🏐🔥

Upacara Senin Penuh Apresiasi, MIN 4 Gunungkidul Siap Melangkah ke Tingkat Kabupaten


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) — MIN 4 Gunungkidul kembali melaksanakan upacara bendera rutin pada Senin (21/9/2026). Upacara yang berlangsung di halaman madrasah tersebut diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Ery Wahyuni, S.Pd.I bertindak sebagai pembina upacara, sedangkan petugas upacara dipercayakan kepada siswa kelas V A.

Dalam amanatnya, Ery Wahyuni memberikan apresiasi kepada kontingen MIN 4 Gunungkidul yang telah mengikuti KOSSMA Tingkat Kapanewon Wonosari dan berhasil meraih sejumlah prestasi.

Tidak hanya mengapresiasi para peraih juara, ia juga memberikan perhatian khusus kepada siswa yang terpilih untuk melanjutkan perjuangan ke tingkat Kabupaten Gunungkidul sebagai wakil Kapanewon Wonosari.

“Anak-anak yang sudah mendapatkan juara tentu patut kita apresiasi. Dan bagi yang terpilih untuk maju ke tingkat kabupaten mewakili Kapanewon Wonosari, manfaatkan kesempatan ini untuk terus berlatih, percaya diri, dan memberikan kemampuan terbaik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh siswa untuk menjadikan capaian tersebut sebagai motivasi dalam mengembangkan bakat dan potensi masing-masing. Dukungan dari warga madrasah juga diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para siswa yang akan kembali berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

Prestasi kontingen MIN 4 Gunungkidul dalam KOSSMA Tingkat Kapanewon Wonosari menjadi bagian dari proses pembinaan bakat dan prestasi siswa. Para siswa yang terpilih mewakili Kapanewon Wonosari selanjutnya diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk menghadapi kompetisi tingkat Kabupaten Gunungkidul.

Bukan Sekadar Siaga Bencana, SATRIYO MIN 4 Gunungkidul Diajak Jadi Penggerak Karakter Teman Sebaya


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Menjadi anggota SATRIYO bukan hanya tentang siap menghadapi keadaan darurat. Di MIN 4 Gunungkidul, peserta didik yang tergabung dalam Sahabat Tagana Junior Istimewa Yogyakarta (SATRIYO) juga didorong untuk menjadi teladan dan penggerak budaya positif di lingkungan madrasah.

Pesan tersebut disampaikan Imamia Mardini, S.Pd., dalam pembinaan karakter yang berlangsung Jumat (18/9/2026). Pembinaan ini menjadi bagian dari penguatan peran SATRIYO setelah sebelumnya para peserta didik mendapatkan pelatihan dari TAGANA dan Dinas Sosial DIY.

Jika sebelumnya mereka dibekali keterampilan kesiapsiagaan bencana, kini tantangannya diperluas: bagaimana pengetahuan dan nilai kepedulian tersebut hadir dalam kehidupan sehari-hari.

SATRIYO diharapkan mampu menjadi contoh bagi teman-temannya, terutama dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan belajar. Ketika melihat sampah berserakan, lingkungan yang kurang tertata, atau perilaku yang mengganggu kenyamanan bersama, mereka diharapkan tidak tinggal diam. Namun, mengingatkan teman juga membutuhkan cara yang tepat.

“SATRIYO harus bisa menjadi contoh. Kalau ada teman yang membuang sampah sembarangan atau melakukan sesuatu yang mengganggu kenyamanan bersama, jangan hanya melihat. Ingatkan dengan cara yang baik. Begitu juga ketika ada tindakan yang mengarah pada bullying, jangan dibiarkan,” pesan Imamia.

Pesan tersebut menempatkan SATRIYO bukan sebagai kelompok yang bertugas menghakimi teman, melainkan sebagai teman sebaya yang peduli dan berani mengingatkan demi terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., mengapresiasi pembinaan tersebut dan berharap anggota SATRIYO mampu membawa semangat kepedulian dalam keseharian.

“Kami ingin anak-anak SATRIYO menjadi bagian dari gerakan membangun lingkungan madrasah yang aman dan nyaman. Mereka bisa menjadi contoh bagi teman-temannya dan ikut menumbuhkan kebiasaan saling menjaga, saling menghargai, serta peduli terhadap lingkungan,” ungkap Laily.

Pembinaan karakter ini melengkapi pengalaman yang telah diperoleh anggota SATRIYO melalui pelatihan kebencanaan. Dari kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana, mereka kini diajak untuk lebih peka terhadap “hal-hal kecil” yang terjadi di lingkungan sekitar. Sebab menjadi siaga tidak selalu berarti menunggu keadaan darurat datang.

Kadang, kesiapsiagaan dimulai dari keberanian mengingatkan teman, memungut sampah yang berserakan, menjaga kenyamanan kelas, dan memastikan tidak ada teman yang merasa sendirian atau dirundung.

Dari sanalah SATRIYO MIN 4 Gunungkidul diharapkan tumbuh bukan hanya sebagai sahabat siaga bencana, tetapi juga sahabat bagi sesama. 💚

Gerakan Madrasah ASRI Menggema di MIN 4 Gunungkidul, Jumat Sehat dan Bersih Jadi Aksi Nyata

 

Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Sehari setelah menjadi tuan rumah KOSSMA tingkat Kapanewon Wonosari, MIN 4 Gunungkidul kembali bergerak menjaga lingkungan madrasah. Jumat (18/9/2026), kegiatan Jumat Sehat dan Bersih diisi dengan cek kebersihan kuku dan rambut, kemudian dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih lingkungan madrasah.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah MIN 4 Gunungkidul dalam menghidupkan Gerakan Madrasah Aman, Sejuk, Rindang, dan Indah (ASRI).

Gerakan Madrasah ASRI merupakan gerakan bersama seluruh warga madrasah di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul. Tujuannya antara lain mewujudkan lingkungan madrasah yang aman, sejuk, bersih, dan nyaman sekaligus menumbuhkan kesadaran serta partisipasi aktif warga madrasah dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.

Jumat pagi itu, perhatian pertama diarahkan pada kebersihan diri peserta didik melalui pengecekan kuku dan rambut. Setelah itu, aktivitas berlanjut ke lingkungan madrasah.

Pasca pelaksanaan KOSSMA sehari sebelumnya, warga madrasah kembali menata dan membersihkan lingkungan yang digunakan untuk berbagai rangkaian kegiatan kompetisi. Halaman dan area madrasah dibersihkan agar kembali nyaman digunakan untuk aktivitas pembelajaran.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., menekankan pentingnya menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai budaya bersama.

“Kami ingin Madrasah ASRI ini benar-benar menjadi gerakan bersama. Anak-anak tidak hanya diajak untuk menjaga kebersihan ketika ada kegiatan, tetapi juga dibiasakan peduli terhadap lingkungan madrasah setiap hari.”

Apa yang dilakukan warga MIN 4 Gunungkidul pada Jumat itu sejalan dengan ruang lingkup Gerakan Madrasah ASRI yang mencakup kegiatan kebersihan, penataan, pemeliharaan, serta pengelolaan lingkungan madrasah.

Gerakan tersebut juga memiliki empat aspek yang menjadi pijakan, yakni Aman, Sejuk, Rindang, dan Indah. Lingkungan yang aman dan tertib, penghijauan, kebersihan serta pengelolaan sampah, hingga lingkungan yang tertata dan nyaman menjadi bagian dari upaya mewujudkan madrasah ASRI.

KOSSMA boleh telah usai, tetapi kepedulian terhadap madrasah tidak boleh ikut selesai. Dari kuku yang bersih, lingkungan yang tertata, hingga kebiasaan menjaga kebersihan bersama—MIN 4 Gunungkidul mulai meneguhkan langkah menuju Madrasah ASRI. 🌱

Kamis, 17 September 2026

11 Capaian Dibawa Pulang, KOSSMA Jadi Panggung Prestasi Siswa MIN 4 Gunungkidul


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Latihan yang dijalani selama beberapa waktu akhirnya menemukan panggungnya. Dalam KOSSMA tingkat Kapanewon Wonosari, Kamis (17/9/2026), kontingen MIN 4 Gunungkidul berhasil mencatatkan 11 capaian dari berbagai cabang olahraga dan seni.

Tiga gelar Juara 1 menjadi capaian tertinggi MIN 4 Gunungkidul. Aryasatya Gibran Pradipta menjadi Juara 1 Tenis Meja Putra, sementara Raffa Nuha Edishaumi dan Vallenia Fana Wijayanti masing-masing mengantarkan Bola Voli Putra dan Putri meraih Juara 1.

Dua Juara 2 juga berhasil diraih. Ibrahim Arijal menempati posisi kedua pada Catur Putra, sedangkan Agam Risad Pratama meraih Juara 2 Madrasah Singer Putra.

Tak kalah membanggakan, enam capaian Juara 3 turut melengkapi catatan prestasi MIN 4 Gunungkidul. Moreno Adi Saputra meraih Juara 3 Pidato Bahasa Indonesia Putra, Abdullah Zakki Ma'ruf Juara 3 MTQ Putra, Mavie Aprillio Juara 3 Lari Putra, dan Shifa Nuraini Sholekhah Juara 3 Lari Putri.

Dua capaian lainnya datang dari cabang seni, yakni Grup Hadroh Shoutunnajah MIN 4 Gunungkidul yang meraih Juara 3 Hadroh serta perwakilan MIN 4 Gunungkidul yang meraih Juara 3 Tari.

Namun, cerita dari lapangan belum berhenti sampai di sini. Dari cabang Bola Voli Putra dan Putri, masing-masing satu siswa MIN 4 Gunungkidul terpilih untuk bergabung dalam tim Kapanewon Wonosari yang akan dipersiapkan mengikuti KOSMA tingkat Kabupaten.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta didik yang telah berjuang dalam kompetisi.

“Setiap capaian tentu patut diapresiasi, tetapi proses anak-anak dalam berlatih, berani tampil, dan belajar dari kompetisi juga sangat penting. Semoga pengalaman ini membuat mereka semakin percaya diri dan termotivasi untuk terus mengembangkan kemampuan.”

Sebelas capaian yang diraih menjadi buah dari proses panjang yang dilakukan para siswa bersama guru pendamping. Ada yang bertanding, ada yang tampil, ada yang harus menghadapi rasa gugup, dan ada pula yang akhirnya mendapat kesempatan melanjutkan perjuangan di tingkat yang lebih tinggi.

KOSSMA Kapanewon Wonosari boleh jadi sudah selesai, tetapi bagi sebagian siswa MIN 4 Gunungkidul, perjuangan justru berlanjut menuju panggung berikutnya.

Bukan Sekadar Bertanding, Kontingen MIN 4 Gunungkidul Bawa Keberanian ke Panggung KOSSMA


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Ada yang datang dengan membawa raket, ada yang bersiap dengan perlengkapan lombanya, ada pula yang menata kembali hafalan dan penampilan. Kamis (17/9/2026), peserta didik MIN 4 Gunungkidul turun membawa nama madrasah dalam KOSSMA tingkat Kapanewon Wonosari.

Setelah beberapa hari sebelumnya digunakan untuk latihan dan pemantapan, saatnya para siswa menunjukkan apa yang telah mereka persiapkan. Satu per satu kontingen MIN 4 Gunungkidul menjalani perlombaan sesuai cabang yang diikuti.

Bagi sebagian siswa, KOSSMA mungkin menjadi salah satu pengalaman pertama merasakan atmosfer kompetisi antarmadrasah. Ada rasa tegang sebelum tampil, ada semangat saat bertanding, dan tentu saja ada keinginan untuk memberikan hasil terbaik.

Namun, proses yang dilalui para siswa tidak berhenti pada soal menang atau kalah. Keberanian untuk maju, tampil di depan orang lain, mengikuti aturan pertandingan, hingga belajar menerima hasil menjadi pengalaman yang tidak kalah penting.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., mengungkapkan bahwa madrasah terus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka melalui berbagai ajang.

“Kami berharap pengalaman hari ini menjadi pengalaman yang menyenangkan dan berharga bagi anak-anak. Mereka belajar untuk percaya diri, berani tampil, dan menghargai proses yang sudah mereka jalani,” ungkap Laily.
Draft kutipan—perlu konfirmasi sebelum dipublikasikan.

Dukungan guru dan pendamping turut mengiringi perjuangan para siswa sepanjang perlombaan. Bagi mereka, setiap penampilan adalah kesempatan untuk belajar dan menunjukkan hasil latihan yang telah dilakukan.

Hari itu, kontingen MIN 4 Gunungkidul tidak hanya membawa nama madrasah. Mereka juga membawa keberanian, semangat, dan pengalaman baru yang akan menjadi bekal untuk langkah berikutnya. 🏆✨

Satu Panggung, Delapan Madrasah: MIN 4 Gunungkidul Jadi Tuan Rumah KOSSMA Wonosari


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Kamis (17/9/2026), MIN 4 Gunungkidul tidak hanya menjadi tempat belajar bagi peserta didiknya sendiri. Sejak pagi, madrasah menjadi salah satu pusat aktivitas KOSSMA tingkat Kapanewon Wonosari, mempertemukan peserta didik dari delapan madrasah dalam kompetisi olahraga dan seni.

KOSSMA secara resmi dibuka melalui apel pembukaan di MIN 4 Gunungkidul. Sri Kusrini, S.Pd.I., M.Si., Pengawas Madrasah, bertugas sebagai pembina apel. Sejumlah pengawas madrasah juga hadir dan turut mengambil peran sebagai dewan juri pada beberapa cabang lomba.

Kegiatan tersebut diketuai oleh Labib Junaidi, S.Pd.I., Ketua KKMI Kapanewon Wonosari selaku ketua panitia.

Sebagai tuan rumah, MIN 4 Gunungkidul menyiapkan berbagai fasilitas dan tempat yang diperlukan untuk mendukung jalannya kompetisi. Namun, kemeriahan KOSSMA tidak hanya berlangsung di satu lokasi.

Beberapa cabang perlombaan tersebar di sejumlah tempat. Tari berlangsung di Pendopo RA Masyithoh Pulutan II, hadroh di Masjid Baitussalam Ngaliyan Pulutan, sedangkan bulu tangkis digelar di GOR FH Siraman.

Sementara di MIN 4 Gunungkidul, berbagai aktivitas perlombaan dan persiapan peserta berlangsung dalam suasana kompetisi. Cabang yang dipertandingkan pun beragam, mulai dari sepak bola, bola voli, tenis meja, catur, hingga berbagai cabang seni dan keagamaan seperti MTQ, MHQ, kaligrafi, pidato, madrasah singer, adzan, dan tari.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., menyambut pelaksanaan KOSSMA di lingkungan madrasah sebagai kesempatan untuk ikut mendukung kegiatan kompetisi antarmadrasah.

“Menjadi tuan rumah tentu menjadi tanggung jawab sekaligus kesempatan bagi kami untuk memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada peserta dan pendamping. Semoga seluruh peserta dapat mengikuti kompetisi dengan semangat, sportif, dan percaya diri,” tutur Laily Fauziah, S.Pd.I.

Bagi MIN 4 Gunungkidul, menjadi tuan rumah bukan hanya tentang menyediakan tempat. Madrasah juga berupaya memastikan fasilitas dan lingkungan yang digunakan siap mendukung jalannya kompetisi.

Delapan madrasah yang ambil bagian membawa semangat masing-masing. Ada yang datang dengan target juara, ada pula yang menjadikan KOSSMA sebagai kesempatan untuk menguji kemampuan dan mendapatkan pengalaman baru.

Pada akhirnya, KOSSMA bukan sekadar tentang siapa yang membawa pulang piala. Di balik setiap pertandingan dan penampilan, ada keberanian peserta didik untuk mencoba, berkompetisi, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Hari ini, MIN 4 Gunungkidul membuka pintu sebagai tuan rumah. Dari madrasah inilah semangat kompetisi dan sportivitas KOSSMA Kapanewon Wonosari berlangsung.

Rabu, 16 September 2026

Dari Panggung Latihan hingga Bersih-Bersih, MIN 4 Gunungkidul Siap Sambut KOSSMA Besok


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Sehari sebelum KOSSMA tingkat Kapanewon Wonosari digelar, suasana di MIN 4 Gunungkidul semakin sibuk. Rabu (16/9/2026), persiapan tidak hanya dilakukan oleh para calon peserta, tetapi juga seluruh warga madrasah yang bersiap menyambut pelaksanaan kompetisi di MIN 4 Gunungkidul.

Pagi diawali dengan pembiasaan salat Dhuha dan Asmaul Husna. Setelah itu, panggung kembali menjadi bagian dari persiapan. Para peserta didik yang akan menjadi kontingen MIN 4 Gunungkidul tampil menunjukkan kemampuan masing-masing.

Penampilan tersebut menjadi kesempatan terakhir untuk mengasah keberanian dan rasa percaya diri sebelum mereka tampil dalam kompetisi yang akan berlangsung Kamis (17/9/2026).

Setelah sesi penampilan selesai, kegiatan berganti suasana. Peserta didik dan warga madrasah bergerak membersihkan lingkungan. Teras, halaman, dan lingkungan sekitar madrasah ditata agar lebih bersih dan nyaman.

Pasalnya, MIN 4 Gunungkidul akan menjadi tuan rumah KOSSMA tingkat Kapanewon Wonosari yang dilaksanakan besok pagi.

Kepala MIN 4 Gunungkidul mengatakan bahwa persiapan KOSSMA bukan hanya tentang peserta yang akan berlomba, tetapi juga kesiapan madrasah dalam menerima tamu dan peserta dari madrasah lain.

“Besok kita bukan hanya bertanding, tetapi juga menjadi tuan rumah. Karena itu, semua perlu dipersiapkan, mulai dari anak-anak yang akan tampil sampai lingkungan madrasah. Semoga besok seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan anak-anak bisa tampil percaya diri,” tutur Kepala MIN 4 Gunungkidul.

Kerja bersama menjelang KOSSMA menjadi pemandangan tersendiri di MIN 4 Gunungkidul. Setelah beberapa hari sebelumnya digunakan untuk latihan dan unjuk kemampuan, kali ini energi warga madrasah diarahkan untuk memastikan tempat pelaksanaan siap digunakan.

Besok panggung kompetisi benar-benar dibuka. Hari ini, MIN 4 Gunungkidul memastikan dua hal sekaligus: kontingennya siap tampil dan rumahnya siap menyambut tamu.

Selasa, 15 September 2026

Jelang KOSSMA, Kontingen MIN 4 Gunungkidul Asah Mental dan Keberanian Tampil


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Pagi di MIN 4 Gunungkidul, Selasa (15/9/2026), kembali diisi dengan pembiasaan keagamaan. Para peserta didik mengikuti salat Dhuha, Asmaul Husna, dan Ala La sebelum memulai rangkaian kegiatan berikutnya.

Namun, pagi itu tidak berhenti pada pembiasaan. Setelahnya, halaman madrasah menjadi ruang latihan bagi para peserta didik yang akan membawa nama MIN 4 Gunungkidul dalam KOSSMA, Kamis (17/9/2026).

Para anggota kontingen tampil menunjukkan kemampuan masing-masing di hadapan warga madrasah. Kesempatan tersebut sekaligus menjadi latihan untuk membangun keberanian, rasa percaya diri, dan kesiapan mental sebelum mereka tampil di arena perlombaan.

Bagi sebagian peserta didik, tampil di depan banyak orang tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Karena itu, pengalaman tampil berulang kali menjadi bagian penting dalam proses persiapan.

Kepala MIN 4 Gunungkidul menilai bahwa mental bertanding perlu dibangun sejak sebelum anak-anak memasuki arena kompetisi.

“Anak-anak perlu dibiasakan tampil dan berani menunjukkan kemampuannya. Jangan sampai sebenarnya mereka sudah siap secara materi, tetapi masih kurang percaya diri ketika harus tampil. Karena itu, kesempatan seperti ini penting untuk melatih mental mereka,” tutur Kepala MIN 4 Gunungkidul.

Suasana penampilan pun menjadi bagian dari proses belajar. Bukan sekadar melihat siapa yang paling bagus, tetapi bagaimana peserta didik mampu tampil, menguasai rasa gugup, dan menyelesaikan penampilannya dengan percaya diri.

Persiapan menuju KOSSMA pun terus berjalan. Setelah latihan kemampuan, pembiasaan tampil di depan warga madrasah menjadi salah satu cara MIN 4 Gunungkidul membangun kesiapan para kontingennya.

Dari Dhuha dan Asmaul Husna di pagi hari, berlanjut ke panggung latihan. Sedikit demi sedikit, kemampuan diasah dan mental dipersiapkan sebelum kontingen MIN 4 Gunungkidul melangkah ke arena KOSSMA.

Senin, 14 September 2026

Dari RAPIMLENG hingga Koordinasi OMI-PKM, MIN 4 Gunungkidul Aktif dalam Agenda Madrasah


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Senin (14/9/2026) menjadi hari dengan agenda koordinasi yang berlangsung di dua tempat bagi MIN 4 Gunungkidul. Di MAN 1 Yogyakarta, Kepala MIN 4 Gunungkidul mengikuti koordinasi pelaksanaan OMI dan PKM tingkat DIY. Sementara di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, MIN 4 tetap hadir dalam RAPIMLENG melalui perwakilan madrasah.

Koordinasi OMI dan PKM tingkat DIY tersebut diselenggarakan oleh Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY. Kepala MIN 4 Gunungkidul hadir dalam kegiatan tersebut sebagai Ketua KKMI Kabupaten Gunungkidul.

Pada saat yang sama, Karyadi, S.E., BPP/Bendahara MIN 4 Gunungkidul, menghadiri RAPIMLENG di Kantor Kemenag Gunungkidul untuk mewakili Kepala Madrasah.

RAPIMLENG sendiri merupakan agenda rutin yang dilaksanakan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul. Kehadiran perwakilan madrasah memastikan MIN 4 Gunungkidul tetap mengikuti agenda tersebut meskipun Kepala Madrasah sedang menjalankan tugas pada kegiatan di tingkat DIY.

“Kami berupaya agar setiap agenda yang berkaitan dengan madrasah tetap dapat diikuti. Ketika ada agenda yang waktunya bersamaan, tentu dilakukan pembagian tugas dan keterwakilan,” ungkap Kepala MIN 4 Gunungkidul.

Dua agenda tersebut menunjukkan bahwa koordinasi madrasah berjalan pada berbagai tingkatan. Di tingkat DIY, koordinasi diarahkan pada persiapan pelaksanaan OMI dan PKM, sementara di tingkat kabupaten MIN 4 Gunungkidul tetap mengambil bagian dalam agenda rutin Kemenag.

Beda tempat, beda forum, tetapi tetap satu tujuan: memastikan koordinasi dan tugas madrasah berjalan sebagaimana mestinya.

Berseragam Pramuka, Upacara Senin di MIN 4 Gunungkidul Sekaligus Jadi Momen Evaluasi Kebersihan


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Ada yang berbeda dari upacara bendera di MIN 4 Gunungkidul, Senin (14/9/2026) pagi. Jika biasanya upacara Senin identik dengan seragam sekolah, kali ini halaman madrasah dipenuhi nuansa cokelat khas Pramuka.

Bertepatan dengan tanggal 14, warga madrasah mengenakan seragam Pramuka. Upacara dipimpin oleh Siti Mudhiah, S.Pd.I. sebagai pembina, dengan petugas upacara dari kelas VI.

Tak hanya menjadi pembuka kegiatan belajar pada awal pekan, upacara pagi itu juga menjadi momentum pengumuman hasil lomba kebersihan kelas.

Hasilnya, kelas I berhasil meraih juara kebersihan untuk kelompok kelas bawah. Sementara itu, kelas VA menjadi juara kebersihan untuk kelompok kelas atas.

Namun, lomba kebersihan bukan hanya soal siapa yang menjadi juara. Dalam pengumuman tersebut, turut disampaikan kelas yang memperoleh hasil penilaian terendah sebagai bahan evaluasi bersama.

Untuk kelompok kelas bawah, kelas IIIA menjadi kelas dengan hasil kebersihan terendah. Sementara untuk kelompok kelas atas, posisi tersebut ditempati kelas IVA.

Kelas IIIA memiliki tanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan sekitar kelas dan teras di lantai bawah. Adapun kelas IVA bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sekitar kelas dan teras di lantai atas.

Pengumuman ini menjadi pengingat bahwa kebersihan madrasah bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan. Setiap kelas memiliki bagian masing-masing untuk menjaga lingkungan tetap bersih, rapi, dan nyaman.

Juara tentu layak diapresiasi, sementara hasil terendah menjadi kesempatan untuk berbenah. Sebab, lingkungan madrasah yang bersih berawal dari kebiasaan sederhana: peduli terhadap tempat belajar dan mau bertanggung jawab menjaganya.

Jumat, 11 September 2026

Dari Senam hingga Unjuk Talenta, MIN 4 Gunungkidul Matangkan Persiapan KOSSMA


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Pagi di MIN 4 Gunungkidul, Jumat (11/9/2026), terasa berbeda. Setelah diawali dengan senam bersama dalam kegiatan Jumat Sehat dan Bersih, halaman madrasah berubah menjadi panggung kecil bagi para peserta didik yang tengah bersiap menghadapi KOSSMA pekan depan.

Dipandu oleh guru olahraga Novianto Setyo Nugroho, S.Pd.Kor., senam kebugaran jasmani diikuti peserta didik dan warga madrasah dengan penuh semangat. Setelah tubuh kembali bugar, kegiatan berlanjut pada agenda yang tak kalah menarik: unjuk talenta para calon peserta KOSSMA.

Satu per satu, peserta didik menunjukkan kemampuan yang telah mereka persiapkan. Mulai dari pidato Bahasa Indonesia, pidato Bahasa Jawa, MHQ, MTQ, adzan, tari, hingga madrasah singer.

Bukan sekadar tampil, kesempatan tersebut menjadi bagian dari proses latihan. Mereka belajar menguasai materi, tampil di hadapan orang lain, sekaligus membangun rasa percaya diri sebelum benar-benar berhadapan dengan peserta dari madrasah lain.

“Anak-anak perlu dibiasakan untuk berani tampil. Hari ini mereka bisa berlatih sekaligus menunjukkan kemampuan masing-masing. Harapannya, ketika nanti mengikuti KOSSMA, mereka sudah lebih percaya diri dan siap memberikan yang terbaik untuk madrasah,” tutur Kepala MIN 4 Gunungkidul.

Suasana latihan pun terasa hidup. Ada yang mempersiapkan lantunan ayat Al-Qur’an, ada yang melatih kemampuan berbicara, ada pula yang mematangkan gerakan tari dan kemampuan bernyanyi.

Bagi peserta didik, panggung kecil di halaman madrasah pagi itu menjadi bagian dari perjalanan menuju panggung kompetisi yang sesungguhnya.

Dari senam untuk menjaga kebugaran, hingga unjuk talenta untuk mengasah keberanian. Jumat pagi di MIN 4 Gunungkidul menjadi salah satu langkah kecil untuk mematangkan persiapan menuju KOSSMA.

Rabu, 09 September 2026

Tak Ada Seremoni, Semangat Olahraga Tetap Hidup di MIN 4 Gunungkidul


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Tidak ada upacara khusus atau kegiatan seremonial untuk memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) di MIN 4 Gunungkidul, Rabu (9/9/2026). Pembelajaran tetap berjalan seperti biasa. Namun, suasana berbeda justru terlihat di halaman madrasah sejak pagi.

Berbagai aktivitas olahraga tampak mewarnai pagi warga madrasah. Di salah satu sisi halaman, tim voli sibuk berlatih sebagai persiapan menuju KOSSMA. Latihan dipandu oleh Arif Kurniawan, S.Pd.I., yang mendampingi siswa mengasah teknik dan kekompakan permainan.

Tidak jauh dari sana, beberapa siswa berlatih tenis meja bersama Hanafi Fajar Kurniawan. Sementara kelompok lainnya memilih mengasah strategi dan konsentrasi melalui permainan catur bersama Novianto Setyo Nugroho, S.Pd.Kor.

Suasana semakin ramai ketika beberapa peserta didik bermain badminton bersama guru. Tidak ada panggung, tidak ada seremoni, dan tidak ada acara khusus. Hanya ada raket, bola, papan catur, net voli, dan tentu saja semangat siswa untuk bergerak dan berolahraga.

Antusiasme tersebut menjadi cara sederhana warga MIN 4 Gunungkidul memaknai Haornas. Semangat olahraga tidak selalu harus dirayakan melalui kegiatan besar. Kebiasaan bergerak, berlatih, bermain dengan sportif, dan menjaga kebugaran juga merupakan bagian dari semangat olahraga.

Bagi siswa yang sedang dipersiapkan menuju KOSSMA, aktivitas pagi tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk terus mengasah kemampuan. Sementara bagi siswa lainnya, olahraga menjadi ruang untuk bergerak aktif sekaligus menikmati kebersamaan bersama teman dan guru.

Hari Olahraga Nasional mungkin tidak dirayakan dengan seremoni besar di MIN 4 Gunungkidul. Tetapi pagi ini, halaman madrasah sudah cukup menjadi bukti: semangat olahraga tetap hidup dan bergerak.

Enam Siswa MIN 4 Gunungkidul Berlaga di OMI Tingkat Kabupaten


Wonosari (Gunungkidul) – Enam peserta didik MIN 4 Gunungkidul hari ini membawa semangat untuk menguji kemampuan terbaik mereka dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Gunungkidul, Rabu (9/9/2026). Kompetisi berlangsung di MTsN 4 Gunungkidul dengan enam siswa MIN 4 Gunungkidul turun pada bidang IPAS dan Matematika.

Perjuangan dimulai pada sesi kedua. Shidiq Akhsanan Ilham, Nur Fathan Al Maisan, dan Radito Shidqi Pradana mengikuti kompetisi bidang IPAS yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB. Ketiganya didampingi Imamia Mardini, S.Pd., selaku pembina mata pelajaran IPAS.

Sementara itu, pada sesi keempat pukul 15.30–17.30 WIB, giliran Ibrahim Arijal, Ardiansyah Akhmad Febrian, dan Icha Kharisma Septiana Dewi berjuang pada bidang Matematika. Ketiganya mengikuti kompetisi dengan didampingi Zaenuri, S.Pd., selaku pendamping mata pelajaran Matematika.

Bagi para peserta, OMI menjadi lebih dari sekadar ajang mengerjakan soal. Kompetisi ini menjadi kesempatan untuk menguji hasil belajar, merasakan atmosfer kompetisi tingkat kabupaten, sekaligus belajar mengelola rasa percaya diri ketika berhadapan dengan peserta dari madrasah lainnya.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Hj. Laily Fauziah, S.Pd.I., turut memberikan dukungan kepada para peserta yang berjuang membawa nama madrasah.

“Kami tentu berharap anak-anak bisa memberikan yang terbaik. Namun yang paling penting, mereka berani mencoba, percaya diri, dan mendapatkan pengalaman dari kompetisi ini. Semoga keikutsertaan dalam OMI menjadi motivasi bagi mereka untuk terus belajar dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” ungkapnya.

Semangat untuk memberikan yang terbaik menjadi bekal keenam siswa dalam menjalani kompetisi. Persiapan yang telah dilakukan melalui pembinaan di madrasah menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadapi tantangan di tingkat kabupaten.

Kini, setelah melewati rangkaian persiapan dan pelaksanaan kompetisi, keenam peserta telah memberikan bagian terbaik dari perjuangannya. Apa pun hasil yang nantinya diperoleh, pengalaman berkompetisi di OMI menjadi langkah penting untuk terus tumbuh, belajar, dan berani mengejar prestasi.

Selamat berjuang, pejuang OMI MIN 4 Gunungkidul! Semoga ikhtiar hari ini berbuah hasil terbaik. 🏆✨

Rabu, 02 September 2026

Tamu Baru di MIN 4 Gunungkidul, Tiga Mahasiswa KKN UNY Bawa Misi Apa?


Wonosari – Ada tamu baru di MIN 4 Gunungkidul hari ini, Rabu (2/9/2026). Tiga mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) datang ke madrasah bukan sekadar berkunjung. Mereka hadir untuk mengajukan izin agar dapat turut berkegiatan di lingkungan MIN 4 Gunungkidul selama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Kedatangan mereka disambut dengan ramah dan tangan terbuka oleh Imamia Mardini, S.Pd. Pertemuan tersebut menjadi awal komunikasi mengenai rencana kegiatan yang akan dilakukan mahasiswa KKN UNY di lingkungan madrasah.

Kehadiran tiga mahasiswa ini tentu membawa warna baru. Ada kemungkinan kegiatan, kolaborasi, ide-ide segar, hingga pengalaman baru yang akan hadir di MIN 4 Gunungkidul.

Namun, kegiatan apa yang nantinya akan mereka lakukan?

Apa saja yang akan mereka bawa dan kontribusikan untuk madrasah?

Tunggu cerita selanjutnya. Karena kedatangan hari ini mungkin baru menjadi awal dari sebuah kolaborasi menarik di MIN 4 Gunungkidul.

Dari Sedekah, Tumbuh Kepedulian Besar: Warga MIN 4 Gunungkidul Galang Donasi Korban Gempa


Wonosari – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan warga MIN 4 Gunungkidul. Selasa (1/9/2026), peserta didik bersama kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan mengikuti penggalangan dana sosial untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi.

Kegiatan dilaksanakan setelah salat Dhuha bersama di lapangan madrasah. Sebelum beranjak menuju kelas masing-masing, peserta didik mendapatkan kesempatan untuk menyalurkan donasi yang telah mereka siapkan.

Antusiasme peserta didik terlihat saat satu per satu menyisihkan sebagian rezekinya untuk diberikan sebagai bantuan. Besarnya nominal bukan menjadi hal utama. Kepedulian dan keikhlasan untuk berbagi menjadi nilai penting yang ingin ditanamkan melalui kegiatan tersebut.

Penggalangan dana ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas Surat Edaran Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul yang juga menindaklanjuti surat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta terkait bantuan bagi korban bencana.

Kepala Madrasah, guru, dan tenaga kependidikan MIN 4 Gunungkidul turut berpartisipasi bersama peserta didik. Dengan demikian, aksi sosial tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama seluruh warga madrasah.

Donasi yang terkumpul nantinya akan dikirimkan kepada Tanggap Darurat Bencana Kementerian Agama untuk dikelola dan disalurkan guna membantu masyarakat di wilayah yang terdampak bencana.

Melalui kegiatan ini, MIN 4 Gunungkidul tidak hanya mengajarkan kepedulian melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga menghadirkannya dalam tindakan nyata. Sebab, dari sedikit yang diberikan dengan ikhlas, dapat tumbuh harapan bagi mereka yang sedang membutuhkan.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More