Wonosari – Suasana penuh kehangatan tampak di MIN 4 Gunungkidul usai pelaksanaan upacara bendera. Sebelum memasuki kelas, para siswa secara tertib melaksanakan tradisi bersalaman dengan kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan.
Kegiatan ini menjadi salah satu pembiasaan positif yang rutin dilakukan sebagai bagian dari penanaman nilai karakter di lingkungan madrasah. Siswa secara bergantian berjabat tangan sambil menunjukkan sikap hormat dan sopan santun kepada para pendidik.
Tradisi salam ini tidak hanya menciptakan suasana yang akrab, tetapi juga mempererat hubungan antara siswa dan guru. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kesopanan, penghormatan, serta membangun kedekatan emosional di lingkungan madrasah.
Kepala MIN 4 Gunungkidul, Hj. Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa pembiasaan sederhana seperti salam dan jabat tangan memiliki makna penting dalam pendidikan karakter siswa. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan sikap santun, rasa hormat, serta membangun kedekatan antara siswa dengan guru,” ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa pembiasaan ini diharapkan dapat terus melekat dalam diri siswa, tidak hanya di lingkungan madrasah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya tradisi salam ini, MIN 4 Gunungkidul terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter.

0 komentar:
Posting Komentar