Penerimaan Peserta didik baru Tahun PelajaRan 2022/2023

Formulir isian Pendaftaran Peserta didik baru Tahun Pelajaran 2022/2023

Keluarga Besar MIN 4 Gunungkidul

Selamat datang di Website resmi MIN 4 Gunungkidul

MIN 4 Gunungkidul Ikuti Vaksinasi Siswa Usia 6-11 Tahun

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Susiyati berharap semua siswa MIN 4 bisa mengikuti vaksin COVID 19, sehingga akan lebih tenang dan siap dalam mengikuti pembelajaran tatap muka

MIN 4 Gunungkidul Ikuti Lomba Kebersihan Madrasah

Wonosari, Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke 76, panitia HAB ke 76 Kantor Kementrian Agama Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan lomba salah satunya lomba kebersihan madrasah.

MIN 4 Gunungkidul raih juara 1 lomba Perpus jenjang SD/MI

Susiyati selaku Kepala Madrasah menyampaikan ucapan terimakasih kepada dinas perpustakaan daerah yang telah mendampingi, kepada tim perpustakaan Al-Hikmah yang telah bekerja keras sehingga mendapatkan juara 1

Kamis, 30 Juli 2026

Dari Dhuha hingga Tahfidz, Beginilah Rutinitas Pagi Siswa MIN 4 Gunungkidul


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Pagi hari di MIN 4 Gunungkidul selalu diawali dengan suasana yang menenangkan. Sebelum bel masuk berbunyi dan pembelajaran dimulai, peserta didik terlebih dahulu mengikuti rangkaian pembiasaan keagamaan yang menjadi budaya positif madrasah.

Kegiatan dimulai dengan salat Dhuha berjamaah yang didampingi guru agama. Usai salat, seluruh peserta didik bersama-sama melantunkan Asmaul Husna, menciptakan suasana yang khusyuk sekaligus membangun semangat untuk memulai aktivitas belajar.

Pembiasaan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Alala yang dipandu oleh Siti Nuryani, S.Pd.I. bersama Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I. Melalui kitab tersebut, peserta didik diajak mengenal pentingnya adab dalam menuntut ilmu, menghormati guru, berbakti kepada orang tua, serta menjaga akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Memasuki tahun ajaran baru, Program Tahfidz Al-Qur'an juga mulai kembali dilaksanakan. Sebagian peserta didik telah memulai setoran hafalan, sementara peserta didik lainnya masih menjalani proses pemetaan kemampuan hafalan agar pembinaan dapat diberikan sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., mengatakan bahwa pembiasaan pagi menjadi salah satu ciri khas madrasah yang terus dipertahankan.

"Kami berharap anak-anak tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, tetapi juga memiliki kebiasaan beribadah, mencintai Al-Qur'an, serta berakhlak mulia. Hal-hal baik yang dibiasakan setiap pagi diharapkan akan menjadi karakter yang melekat hingga mereka dewasa," ungkapnya.

Pembiasaan pagi yang dilakukan secara konsisten menjadi bagian dari ikhtiar MIN 4 Gunungkidul dalam menciptakan lingkungan belajar yang religius, nyaman, dan menyenangkan. Melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan setiap hari, madrasah terus menanamkan nilai-nilai kebaikan sebagai bekal bagi peserta didik dalam menjalani kehidupan.

Rabu, 29 Juli 2026

Peduli Kesehatan Sejak Dini, Seluruh Siswa MIN 4 Gunungkidul Ikuti Skrining Kesehatan


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Suasana berbeda tampak di MIN 4 Gunungkidul pada Selasa (28/7/2026). Sejak pagi, peserta didik kelas I hingga kelas VI mengikuti skrining kesehatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas Wonosari I. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian madrasah terhadap kesehatan peserta didik sebagai penunjang keberhasilan proses belajar.

Dengan didampingi guru, peserta didik mengikuti pemeriksaan secara tertib sesuai jadwal. Tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Wonosari I memberikan pelayanan pemeriksaan dengan ramah sehingga peserta didik merasa nyaman selama mengikuti kegiatan.

Skrining kesehatan bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan peserta didik sejak dini sehingga apabila ditemukan hal-hal yang memerlukan perhatian, dapat segera ditindaklanjuti bersama orang tua maupun pihak terkait.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan belajar peserta didik.

"Anak-anak yang sehat akan lebih semangat belajar dan mengikuti berbagai kegiatan di madrasah. Karena itu, kami sangat mengapresiasi kerja sama dengan Puskesmas Wonosari I dalam pelaksanaan skrining kesehatan ini," ungkapnya.

MIN 4 Gunungkidul terus berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan nyaman melalui berbagai program pembiasaan serta kerja sama dengan berbagai pihak. Skrining kesehatan ini menjadi salah satu langkah nyata untuk memastikan peserta didik memperoleh layanan kesehatan dasar sebagai bekal tumbuh dan berkembang secara optimal.

Senin, 27 Juli 2026

Teman Adalah Saudara, Pesan Menyentuh Warnai Upacara Bendera di MIN 4 Gunungkidul


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Upacara bendera hari Senin di MIN 4 Gunungkidul tidak hanya menjadi sarana menumbuhkan kedisiplinan dan cinta tanah air, tetapi juga menghadirkan pesan sederhana yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Bertempat di halaman madrasah, Senin (27/7/2026), seluruh warga madrasah mengikuti upacara dengan tertib dan penuh semangat.

Petugas upacara kali ini adalah peserta didik kelas VI. Bertindak sebagai pembina upacara, Zulfa Tsalitsatul Muna, S.Pd., menyampaikan amanat mengenai pentingnya adab dalam berteman.

Dalam amanatnya, Zulfa mengajak peserta didik untuk memandang teman sebagai saudara di lingkungan madrasah. Ia mengingatkan bahwa saling menghargai, saling membantu, menghindari ejekan, serta menjaga tutur kata merupakan kebiasaan baik yang harus diterapkan setiap hari agar suasana belajar tetap nyaman dan menyenangkan.

Pesan tersebut menjadi penguatan dari materi Madrasah Sehat, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan yang telah diterima peserta didik pada kegiatan MATAMUDA beberapa waktu lalu, khususnya mengenai pentingnya mencegah perundungan dan membangun budaya saling menghormati di lingkungan madrasah.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., mengapresiasi penyampaian amanat yang mengangkat tema sederhana namun sangat dekat dengan kehidupan peserta didik.

"Karakter yang baik dibangun melalui pembiasaan setiap hari. Ketika anak-anak terbiasa saling menghormati dan menyayangi teman, mereka akan merasa nyaman berada di madrasah sehingga proses belajar pun menjadi lebih menyenangkan," ungkapnya.

Upacara ditutup dengan doa bersama sebelum peserta didik kembali ke kelas untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. Melalui pembiasaan seperti ini, MIN 4 Gunungkidul terus berkomitmen menghadirkan madrasah yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga menjadi tempat yang aman, nyaman, dan penuh persaudaraan bagi seluruh peserta didik.

Jumat, 24 Juli 2026

Semua Juara, Semua Bahagia! JUSESIH MIN 4 Gunungkidul Penuh Semangat dan Kebersamaan


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Pagi yang cerah disambut dengan tawa, semangat, dan gerakan senam yang kompak dalam kegiatan JUSESIH (Jumat Sehat dan Bersih) di MIN 4 Gunungkidul, Jumat (24/7/2026). Seluruh warga madrasah mulai dari peserta didik, guru, tenaga kependidikan, hingga kepala madrasah larut dalam suasana penuh keceriaan.

Kegiatan diawali dengan SERUNI (Senam Kebugaran Jasmani) yang dipandu oleh guru PJOK, Novianto Setyo Nugroho, S.Pd.Kor Gerakan senam yang energik membuat suasana halaman madrasah semakin hidup. Semua peserta mengikuti senam dengan penuh semangat dan wajah ceria.

Keseruan berlanjut saat setiap kelas tampil dalam lomba senam Upin & Ipin. Sebelum tampil, masing-masing kelas mengambil nomor undian sebagai penentu giliran. Dengan penuh percaya diri, setiap kelas menampilkan gerakan terbaiknya. Sorak sorai teman-teman, guru, dan tenaga kependidikan membuat suasana perlombaan semakin meriah.

Setelah senam selesai, seluruh peserta menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama sebelum melanjutkan aksi bersih-bersih lingkungan madrasah. Di bawah koordinasi Imamia Mardini, S.Pd., seluruh warga madrasah bergotong royong membersihkan ruang kelas, taman, halaman, dan berbagai sudut lingkungan madrasah.

Momen yang paling ditunggu pun tiba, yaitu pengumuman hasil lomba senam. Suasana sempat dipenuhi rasa penasaran. Namun, tepuk tangan dan sorak gembira langsung pecah ketika diumumkan bahwa seluruh kelas menjadi juara. Masing-masing kelas memperoleh hadiah berupa uang pembinaan yang akan dimasukkan ke dalam kas kelas.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai bentuk apresiasi atas semangat seluruh peserta didik.

"Hari ini semua adalah pemenang. Yang kami nilai bukan hanya gerakan senam, tetapi juga semangat, keberanian tampil, kekompakan, dan kebersamaan setiap kelas. Semoga semangat ini terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari di madrasah," ungkapnya.

JUSESIH kali ini menjadi bukti bahwa sebuah perlombaan tidak selalu harus menghasilkan pihak yang kalah. Dengan mengedepankan kebersamaan, hidup sehat, dan kepedulian terhadap lingkungan, seluruh warga MIN 4 Gunungkidul pulang membawa senyum, semangat baru, dan pengalaman yang menyenangkan.

Kamis, 23 Juli 2026

KKMI Gunungkidul Gelar KMD 2026, Perkuat Kompetensi Pembina Pramuka Madrasah


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Komitmen meningkatkan kualitas pendidikan karakter melalui kegiatan kepramukaan terus ditunjukkan MIN 4 Gunungkidul. Dua guru, Arif Kurniawan, S.Pd.I. dan Zaenuri, S.Pd., mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh KKMI Kabupaten Gunungkidul bekerja sama dengan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Gunungkidul, Rabu (23/7/2026).

Kegiatan berlangsung di Sanggar Bakti Pramuka Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Gunungkidul dan diikuti guru Madrasah Ibtidaiyah dari berbagai wilayah di Kabupaten Gunungkidul.

Pembukaan KMD dihadiri oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, H. Faqih Shomadi, S.Ag., M.Pd.I., unsur Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Gunungkidul, serta para kepala madrasah. Sementara itu, Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua KKMI Kabupaten Gunungkidul, mendampingi pelaksanaan kegiatan.

Melalui KMD, peserta akan memperoleh pembekalan mengenai dasar-dasar pembinaan kepramukaan, metode pendidikan kepramukaan, kepemimpinan, hingga praktik membina peserta didik sesuai prinsip-prinsip Gerakan Pramuka.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., berharap keikutsertaan guru dalam KMD mampu memperkuat pelaksanaan ekstrakurikuler Pramuka di madrasah.

"Kami berharap ilmu yang diperoleh selama KMD dapat diterapkan dalam kegiatan Pramuka di MIN 4 Gunungkidul sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, membangun karakter, serta melatih kemandirian dan kepemimpinan," tuturnya.

Keikutsertaan guru dalam KMD menjadi bagian dari komitmen MIN 4 Gunungkidul untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya pendidik sekaligus menghadirkan kegiatan kepramukaan yang aktif, kreatif, dan bermakna bagi peserta didik.

Siap Hadapi Era Digital, Guru MIN 4 Gunungkidul Ikuti Workshop Pembelajaran Kreatif


Yogyakarta (MIN 4 Gunungkidul) – Komitmen untuk terus berkembang dan berinovasi ditunjukkan oleh guru MIN 4 Gunungkidul. Pada Selasa (22/7/2026), Novianto Setyo Nugroho, S.Pd.Kor, mengikuti Seminar dan Workshop Guru RA & MI Cerdas Digital, Kreatif, dan Peduli yang merupakan bagian dari Program KKN Angkatan XXII STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta.

Kegiatan ini bertujuan membekali guru dengan berbagai wawasan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan menyenangkan. Selain itu, peserta juga diajak memperkuat kepedulian terhadap perkembangan dunia pendidikan sehingga mampu menghadirkan proses belajar yang relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.

Bagi MIN 4 Gunungkidul, peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu langkah penting dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa guru perlu terus belajar agar mampu mengikuti perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis.

"Guru adalah pembelajar sepanjang hayat. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap para guru semakin percaya diri dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses pembelajaran yang kreatif, efektif, dan tetap berorientasi pada kebutuhan peserta didik," tuturnya.

Keikutsertaan guru dalam seminar dan workshop ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen MIN 4 Gunungkidul dalam membangun budaya belajar yang terus berkembang, tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi seluruh tenaga pendidik.

UPZ Kemenag Gunungkidul Salurkan Bantuan Penyediaan Obat untuk MIN 4 Gunungkidul


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – MIN 4 Gunungkidul menerima bantuan penyediaan obat dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul. Bantuan tersebut diserahkan dalam kegiatan Pentasarufan Bantuan UPZ yang berlangsung di lantai dasar Masjid Agung Al Ikhlas Wonosari pada Rabu (22/7/2026) dan diterima langsung oleh Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I.

Bantuan penyediaan obat akan dimanfaatkan untuk melengkapi kebutuhan layanan kesehatan di madrasah. Keberadaan obat-obatan tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan awal apabila terdapat peserta didik yang mengalami keluhan kesehatan ringan selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepedulian UPZ Kemenag Gunungkidul terhadap madrasah.

"Alhamdulillah, bantuan ini menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi madrasah. Semoga dapat mendukung pelayanan kesehatan peserta didik sehingga mereka dapat belajar dengan lebih nyaman dan aman," ungkapnya.

Beliau juga berharap amanah yang telah dipercayakan para muzaki melalui UPZ Kemenag Gunungkidul senantiasa membawa keberkahan dan memberikan manfaat yang luas bagi dunia pendidikan, khususnya madrasah.

MIN 4 Gunungkidul berkomitmen memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan ramah bagi seluruh peserta didik.

Rabu, 22 Juli 2026

Bangga! Tim SATRIYO MIN 4 Gunungkidul Resmi Dikukuhkan, Siap Menjadi Pelopor Sekolah Tangguh Bencana


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Raut bangga dan bahagia tampak menghiasi wajah 30 peserta Program SATRIYO (Sahabat Tagana Junior Istimewa Yogyakarta) MIN 4 Gunungkidul saat resmi dikukuhkan sebagai Tim SATRIYO MIN 4 Gunungkidul, Rabu (22/7/2026). Pengukuhan tersebut menjadi puncak rangkaian kegiatan yang telah mereka ikuti selama tiga hari bersama Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta dan Tagana.

Acara pengukuhan dihadiri oleh Vita Hardiyati Hanun Nuraini, S.St., M.I.P., yang mewakili Kepala Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta, M.H. Arkham Mashudi, S.STP., M.AP., Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Gunungkidul, H. Supriyanto, S.Ag., M.S.I., Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Hj. Sri Kusrini, S.Ag., M.S.I., selaku Pengawas Madrasah, jajaran Tagana DIY dan Tagana Kabupaten Gunungkidul, serta keluarga besar MIN 4 Gunungkidul.

Selama tiga hari pelaksanaan SATRIYO, para peserta memperoleh berbagai pengalaman berharga, mulai dari pengenalan mitigasi bencana, penyusunan peta evakuasi, praktik kesiapsiagaan, pembelajaran di Taman Pintar Yogyakarta, hingga penguatan kerja sama dan kepemimpinan melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan rasa syukur sekaligus bangga atas capaian para peserta.

"Anak-anak telah menunjukkan semangat belajar, kerja sama, dan kedisiplinan yang luar biasa selama mengikuti SATRIYO. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk membentuk karakter yang tangguh, peduli, serta siap membantu sesama ketika menghadapi situasi bencana," tuturnya.

Suasana haru dan bahagia mewarnai prosesi pengukuhan. Tepuk tangan dari para tamu undangan, guru, dan pendamping mengiringi setiap peserta yang resmi menjadi bagian dari Tim SATRIYO MIN 4 Gunungkidul.

Berakhirnya Program SATRIYO bukan menjadi akhir dari pembelajaran, melainkan awal bagi lahirnya duta-duta kecil kesiapsiagaan bencana yang siap menyebarkan semangat kepedulian, gotong royong, dan budaya tangguh di lingkungan madrasah maupun masyarakat.

Pagi Penuh Makna, Siswa MIN 4 Gunungkidul Awali Hari dengan Dhuha, Kitab Alaa Laa, dan Belajar Menghormati Guru


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Suasana pagi di MIN 4 Gunungkidul selalu diawali dengan berbagai pembiasaan positif yang menjadi ciri khas madrasah. Pada Selasa (21/7/2026), meskipun sebagian peserta didik mengikuti hari kedua Program SATRIYO di Taman Pintar Yogyakarta, kegiatan pembiasaan bagi siswa yang berada di madrasah tetap berlangsung dengan penuh semangat.

Sejak pagi, peserta didik mengikuti Salat Dhuha berjamaah, dilanjutkan pembacaan Asmaul Husna, serta pembelajaran Kitab Alaa Laa sebagai bagian dari pembiasaan religius yang dilaksanakan setiap hari. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan karakter yang disampaikan oleh guru Pendidikan Agama Islam, Abdul Mukhid, S.Ag.

Dalam pembinaannya, Abdul Mukhid mengajak peserta didik memahami pentingnya beradab dan menghormati guru sebagai bekal utama dalam menuntut ilmu. Dengan bahasa yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, beliau mengingatkan peserta didik untuk membiasakan mengucapkan salam, mendengarkan ketika guru menjelaskan, bersikap sopan, serta menaati nasihat yang diberikan.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa pembiasaan pagi merupakan salah satu program unggulan madrasah dalam membentuk karakter peserta didik.

"Pembiasaan seperti Salat Dhuha, pembacaan Asmaul Husna, Kitab Alaa Laa, dan pembinaan karakter kami laksanakan secara berkelanjutan agar menjadi kebiasaan yang tertanam dalam diri peserta didik. Harapannya, mereka tumbuh menjadi anak-anak yang tidak hanya cerdas, tetapi juga santun dan berakhlak mulia," tuturnya.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Setelah rangkaian pembiasaan selesai, peserta didik melanjutkan kegiatan belajar mengajar di kelas masing-masing dengan semangat. Melalui pembiasaan yang dilakukan setiap hari, MIN 4 Gunungkidul terus berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang religius, nyaman, dan mendukung tumbuhnya generasi yang berilmu sekaligus berakhlak mulia.

Belajar Sambil Berpetualang, Peserta SATRIYO MIN 4 Gunungkidul Serbu Taman Pintar Yogyakarta


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Keceriaan terpancar dari wajah peserta Program SATRIYO (Sahabat Tagana Junior Istimewa Yogyakarta) MIN 4 Gunungkidul saat mengikuti kegiatan hari kedua di Taman Pintar Yogyakarta, Selasa (21/7/2026). Sejak pagi, 30 peserta didik berangkat bersama menggunakan bus dari madrasah dengan penuh semangat untuk mengikuti pembelajaran di luar kelas.

Dalam kegiatan tersebut, peserta bergabung dengan siswa dari SD Negeri Pendulan. Didampingi Tim Tagana Kabupaten Gunungkidul dan Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta, mereka diajak menjelajahi berbagai wahana edukasi yang menyenangkan sekaligus menambah wawasan.

Salah satu wahana yang paling menarik perhatian peserta adalah Planetarium, tempat mereka belajar mengenal tata surya dan fenomena luar angkasa melalui pertunjukan yang edukatif. Tidak hanya itu, peserta juga mengeksplorasi berbagai wahana sains, mengikuti aktivitas pembelajaran interaktif, hingga menuangkan kreativitas dengan mewarnai gerabah.

Suasana penuh kegembiraan terlihat sepanjang kegiatan. Peserta tampak aktif bertanya, berdiskusi, mencoba berbagai wahana, serta saling berbagi pengalaman bersama teman-teman dari sekolah lain.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., berharap pengalaman belajar di luar kelas mampu menumbuhkan semangat belajar peserta didik.

"Belajar tidak harus selalu di dalam kelas. Melalui kunjungan edukatif seperti ini, anak-anak memperoleh pengalaman nyata yang memperluas wawasan sekaligus melatih kemandirian, kerja sama, dan rasa ingin tahu mereka," tuturnya.

Menjelang sore, seluruh peserta kembali ke Gunungkidul dengan membawa banyak pengalaman dan cerita baru. Hari kedua SATRIYO menjadi salah satu momen yang paling berkesan dalam rangkaian kegiatan karena memadukan pembelajaran, petualangan, dan kebersamaan dalam suasana yang menyenangkan.

Senin, 20 Juli 2026

Serius tapi Seru! Peserta SATRIYO MIN 4 Gunungkidul Belajar Membuat Peta Evakuasi Bencana


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Suasana belajar yang berbeda tampak mewarnai hari pertama Program SATRIYO (Sahabat Tagana Junior Istimewa Yogyakarta) di MIN 4 Gunungkidul, Senin (20/7/2026). Sebanyak 30 peserta didik mengikuti materi kesiapsiagaan bencana bersama Tim Tagana Kabupaten Gunungkidul melalui kegiatan yang interaktif dan menyenangkan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengenali berbagai potensi bahaya yang mungkin terjadi di lingkungan madrasah. Selanjutnya, mereka bersama-sama menyusun peta evakuasi sederhana, menentukan jalur penyelamatan, serta mengenali titik kumpul yang aman apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.

Dengan penuh antusias, setiap kelompok berdiskusi, menuangkan ide, dan menggambar peta sesuai hasil pengamatan mereka. Tim Tagana kemudian memberikan arahan dan masukan agar peta yang dibuat dapat menjadi media belajar yang mudah dipahami oleh seluruh peserta.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., mengungkapkan bahwa pembelajaran seperti ini memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik.

"Anak-anak belajar bukan hanya melalui teori, tetapi juga melalui praktik sederhana yang dekat dengan kehidupan mereka. Harapannya, mereka semakin peduli terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain serta mampu bersikap tenang ketika menghadapi situasi darurat," tutur beliau.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya belajar tentang mitigasi bencana, tetapi juga melatih kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, dan memecahkan masalah secara berkelompok. Suasana belajar yang aktif dan menyenangkan membuat materi kesiapsiagaan bencana lebih mudah dipahami sekaligus menjadi pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta SATRIYO.

Penuh Semangat! Yel-Yel, PBB, dan Ice Breaking Warnai Hari Pertama SATRIYO di MIN 4 Gunungkidul


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Gelak tawa, sorak semangat, dan kekompakan mewarnai pelaksanaan hari pertama Program SATRIYO (Sahabat Tagana Junior Istimewa Yogyakarta) di MIN 4 Gunungkidul, Senin (20/7/2026). Di sela-sela materi kesiapsiagaan bencana, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk membangun kerja sama, disiplin, dan rasa percaya diri.

Dipandu oleh Tim Tagana Kabupaten Gunungkidul, peserta mengikuti latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) sebagai sarana melatih kedisiplinan dan kekompakan. Suasana semakin meriah ketika setiap kelompok diminta menampilkan yel-yel terbaik mereka. Dengan penuh percaya diri, masing-masing kelompok meneriakkan yel-yel yang kreatif dan penuh semangat, disambut tepuk tangan dari peserta lainnya.

Kegiatan semakin seru melalui berbagai sesi ice breaking yang membuat peserta lebih akrab dan berani berkomunikasi. Tanpa disadari, permainan-permainan tersebut mengajarkan pentingnya saling percaya, bekerja sama, dan saling mendukung dalam sebuah tim.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., mengapresiasi antusiasme peserta selama mengikuti kegiatan.

"Melihat anak-anak berani tampil, kompak, dan saling menyemangati tentu menjadi kebahagiaan tersendiri. Semoga semangat kebersamaan yang dibangun selama SATRIYO tidak berhenti di sini, tetapi terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari, baik di madrasah maupun di lingkungan tempat tinggal mereka," tuturnya.

Melalui perpaduan materi, permainan edukatif, dan aktivitas kelompok, hari pertama SATRIYO tidak hanya memberikan pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk belajar memimpin, menghargai pendapat teman, serta mempererat persaudaraan. Suasana yang penuh semangat tersebut menjadi awal yang menyenangkan dalam rangkaian Program SATRIYO 2026 di MIN 4 Gunungkidul.

Pastikan KBM Berjalan Optimal, Kasi Dikmad Kemenag Gunungkidul Monitoring MIN 4 Gunungkidul


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – MIN 4 Gunungkidul menerima kunjungan monitoring dari Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Dikmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, H. Supriyanto, S.Ag., M.Si., pada Senin (20/7/2026). Monitoring dilaksanakan untuk melihat secara langsung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) setelah berakhirnya rangkaian Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027.

Dalam kesempatan tersebut, H. Supriyanto meninjau aktivitas pembelajaran di kelas serta berdiskusi dengan Kepala Madrasah mengenai pelaksanaan program pada awal semester ganjil. Suasana belajar tampak berlangsung tertib, sementara peserta didik mengikuti pembelajaran dengan antusias setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan MATAMUDA.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa berbagai program pembiasaan yang dikenalkan selama MATAMUDA kini mulai diterapkan dalam kegiatan sehari-hari di madrasah.

"Kami berharap pembiasaan positif yang telah dikenalkan kepada peserta didik dapat terus dilaksanakan secara konsisten. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan akhlak mulia peserta didik," tuturnya.

Beliau juga menyampaikan terima kasih atas perhatian dan pendampingan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul melalui kegiatan monitoring tersebut.

Kunjungan ini menjadi motivasi bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan MIN 4 Gunungkidul untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, sekaligus memperkuat komitmen dalam mewujudkan madrasah yang unggul, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Belajar Tanggap Bencana, 30 Siswa MIN 4 Gunungkidul Ikuti Hari Pertama Program SATRIYO DIY


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Sebanyak 30 peserta didik MIN 4 Gunungkidul mengikuti hari pertama Program SATRIYO (Sahabat Tagana Junior Istimewa Yogyakarta) pada Senin (20/7/2026). Program yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta ini bertujuan membentuk generasi muda yang tangguh menghadapi bencana, peduli terhadap sesama, serta memiliki semangat kerelawanan sejak dini.

Selama tiga hari, peserta akan mengikuti berbagai rangkaian pembelajaran yang memadukan teori dan praktik kesiapsiagaan bencana. Pada hari pertama, kegiatan dipusatkan di MIN 4 Gunungkidul dengan menghadirkan Tim Tagana Kabupaten Gunungkidul sebagai narasumber.

Peserta mengikuti berbagai aktivitas yang dikemas secara menarik, mulai dari pengenalan SATRIYO dan Tagana, latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), ice breaking, yel-yel kelompok, hingga pembelajaran mengenai kesiapsiagaan di sekolah. Mereka juga belajar mengenali potensi bahaya di lingkungan madrasah, menyusun peta evakuasi sederhana, memahami jalur evakuasi dan titik kumpul, serta mengenal fungsi tas siaga sebagai bekal menghadapi situasi darurat.

Kegiatan hari pertama turut mendapat perhatian dari Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Perlinsos) Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta, Sigit Alifianto, S.E., M.M., yang hadir bersama jajaran untuk memantau pelaksanaan Program SATRIYO di MIN 4 Gunungkidul.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada madrasahnya.

"Program SATRIYO menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga bagi anak-anak. Kami berharap mereka tidak hanya memahami teori kesiapsiagaan bencana, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama, serta keberanian untuk membantu sesama ketika dibutuhkan," tutur beliau.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial DIY dan Tim Tagana Kabupaten Gunungkidul atas pendampingan yang diberikan selama kegiatan berlangsung.

Program SATRIYO akan berlanjut hingga Rabu (22/7/2026) dengan berbagai materi, simulasi, dan praktik yang diharapkan mampu membentuk peserta didik MIN 4 Gunungkidul menjadi generasi yang tangguh, peduli, dan siap berperan sebagai Sahabat Tagana Junior di lingkungan madrasah maupun masyarakat.

Jumat, 17 Juli 2026

Siap Ikuti SATRIYO, Peserta MIN 4 Gunungkidul Dapat Pembekalan dari Guru Pendamping


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Semangat tampak menyelimuti peserta didik MIN 4 Gunungkidul yang akan mengikuti kegiatan SATRIYO (Sahabat Tagana Junior Istimewa Yogyakarta) pada 20–22 Juli 2026. Sebelum keberangkatan, para peserta mengikuti briefing dan pembekalan yang dilaksanakan di madrasah pada Jumat (17/7/2026).

Pembekalan dipandu oleh Imamia Mardini, S.Pd., Arif Kurniawan, S.Pd.I., dan Lilis Hanifah, S.Pd.I. Ketiganya memberikan arahan mengenai kesiapan mengikuti kegiatan, tata tertib, perlengkapan yang harus dibawa, serta pentingnya menjaga sikap dan nama baik madrasah selama mengikuti program.

SATRIYO merupakan program yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta untuk meningkatkan kapasitas peserta didik dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat semangat gotong royong, serta membentuk karakter pelajar yang tangguh dan berjiwa kerelawanan.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., berharap peserta didik dapat memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya.

"Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga. Ikutilah setiap kegiatan dengan disiplin, penuh tanggung jawab, dan semangat belajar. Jadilah duta MIN 4 Gunungkidul yang mampu menunjukkan sikap santun, peduli, dan siap membantu sesama," pesan beliau.

Melalui pembekalan ini, diharapkan seluruh peserta siap mengikuti kegiatan SATRIYO dengan baik dan mampu membawa pulang pengalaman serta pengetahuan yang bermanfaat untuk diterapkan di lingkungan madrasah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala MIN 4 Gunungkidul Hadiri Rakor Bersama Kwarcab Gunungkidul Bahas Persiapan KMD 2026


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Dalam rangka mendukung penguatan pendidikan kepramukaan, Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Kursus Mahir Dasar (KMD) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Gunungkidul di Aula Kwarcab Gunungkidul pada Jumat (17/7/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan berbagai lembaga pendidikan sebagai wadah koordinasi menjelang pelaksanaan KMD Tahun 2026. Berbagai hal terkait persiapan pelaksanaan, koordinasi teknis, serta penguatan kerja sama antarlembaga menjadi pokok pembahasan dalam rapat tersebut.

Laily Fauziah mengungkapkan bahwa pendidikan kepramukaan merupakan salah satu sarana efektif dalam membentuk karakter peserta didik, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama.

"Kami berharap hasil koordinasi ini dapat mendukung pelaksanaan KMD yang semakin baik. Dengan pembina Pramuka yang kompeten, kegiatan kepramukaan di madrasah juga akan semakin berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi perkembangan karakter peserta didik," tuturnya.

Keikutsertaan Kepala MIN 4 Gunungkidul dalam rapat koordinasi tersebut menjadi wujud komitmen madrasah untuk terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak dalam meningkatkan mutu pendidikan, termasuk melalui penguatan kegiatan kepramukaan sebagai bagian dari pendidikan karakter.

Perkuat Sinergi Antar Madrasah, Kepala MIN 4 Gunungkidul Ikuti Rapat Koordinasi KKMI DIY


Yogyakarta (MIN 4 Gunungkidul) – Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., mengikuti Rapat Koordinasi Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) se-Daerah Istimewa Yogyakarta yang berlangsung di MIN 1 Yogyakarta pada Kamis (16/7/2026).

Rapat koordinasi dihadiri oleh para ketua KKMI dari seluruh kabupaten dan kota di DIY sebagai wadah komunikasi, koordinasi, serta berbagi pengalaman dalam mengembangkan mutu pendidikan madrasah.

Dalam kegiatan tersebut dibahas berbagai agenda strategis terkait penguatan organisasi KKMI, peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan madrasah, serta penguatan kerja sama antarmadrasah dalam mendukung program-program Kementerian Agama.

Laily Fauziah menyampaikan bahwa koordinasi antarmadrasah memiliki peran penting dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan yang terus berkembang.

"Melalui forum ini kami dapat bertukar pengalaman, memperoleh berbagai informasi terbaru, sekaligus memperkuat sinergi dengan madrasah lain di DIY. Semoga hasil koordinasi ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan MIN 4 Gunungkidul," ungkapnya.

Keikutsertaan Kepala MIN 4 Gunungkidul dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen madrasah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan jejaring antarmadrasah.

Penuh Keceriaan, MATAMUDA MIN 4 Gunungkidul Ditutup dengan Jalan Sehat, Edukasi PHBS, dan Kado Silang


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Keceriaan tampak menghiasi hari terakhir pelaksanaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027 di MIN 4 Gunungkidul pada Jumat (17/7/2026). Berbagai kegiatan menarik disiapkan sebagai penutup rangkaian MATAMUDA yang telah berlangsung selama lima hari.

Kegiatan diawali dengan jalan sehat yang diikuti oleh peserta didik bersama bapak dan ibu guru. Suasana penuh semangat dan kebersamaan terasa sepanjang perjalanan, sekaligus menjadi ajang membiasakan gaya hidup aktif sejak usia dini.

Selanjutnya, peserta didik mendapatkan materi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dari Agus selaku tenaga kesehatan Puskesmas Wonosari I. Dengan penyampaian yang komunikatif dan mudah dipahami, siswa belajar pentingnya menjaga kebersihan diri serta mempraktikkan enam langkah cuci tangan yang benar sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran penyakit.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa pembiasaan hidup sehat merupakan bagian dari pembentukan karakter peserta didik.

"Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal lingkungan madrasah, tetapi juga membawa pulang kebiasaan baik yang diperoleh selama MATAMUDA. Semoga semangat hidup bersih, disiplin, saling peduli, dan menjaga kesehatan terus menjadi bagian dari keseharian mereka," tutur beliau.

Keceriaan semakin terasa saat peserta didik mengikuti kegiatan kado silang. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak belajar berbagi, menghargai teman, serta mempererat persahabatan dalam suasana penuh kegembiraan.

Sebagai penutup, seluruh peserta didik menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama. Suasana kebersamaan yang terjalin menjadi penutup yang berkesan bagi rangkaian MATAMUDA Tahun Ajaran 2026/2027.

Dengan berakhirnya MATAMUDA, peserta didik baru diharapkan semakin siap mengikuti proses pembelajaran di MIN 4 Gunungkidul. Berbagai pengalaman, materi, dan pembiasaan yang diperoleh selama lima hari diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang religius, sehat, berkarakter, dan berprestasi.

Kamis, 16 Juli 2026

Seru! Seluruh Siswa MIN 4 Gunungkidul Belajar Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan di Hari Keempat MATAMUDA


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Hari keempat pelaksanaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027 di MIN 4 Gunungkidul berlangsung meriah pada Kamis (16/7/2026). Berbeda dari hari-hari sebelumnya yang berfokus pada peserta didik baru, kali ini kegiatan diikuti oleh seluruh siswa kelas I hingga VI di halaman madrasah.

Materi pertama disampaikan oleh Pertiwi Tuti Rahayu, S.E., Penyuluh Agama KUA Kapanewon Wonosari, yang mengajak peserta didik memahami pentingnya moderasi beragama. Melalui penyampaian yang komunikatif dan interaktif, siswa belajar untuk saling menghargai, hidup rukun, serta menghormati teman yang memiliki latar belakang berbeda.

Suasana semakin menarik ketika peserta didik diajak berdialog dan menjawab berbagai pertanyaan sederhana seputar sikap toleransi, kerja sama, dan saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap sesi hingga kegiatan berlangsung dengan penuh semangat.

Selanjutnya, guru Pendidikan Agama Islam Umi Suryani, S.Pd.I. menyampaikan materi Wawasan Kebangsaan. Dalam sesi tersebut, peserta didik diajak mengingat kembali makna Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam bersikap di lingkungan keluarga, madrasah, maupun masyarakat.

Sebagai penutup, seluruh peserta didik mengikuti kegiatan mewarnai gambar Garuda Pancasila lengkap dengan lima sila. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya berkreasi, tetapi juga semakin mengenal simbol negara dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., mengapresiasi kolaborasi bersama KUA Wonosari dalam mendukung pelaksanaan MATAMUDA.

"Kami berharap peserta didik tidak hanya mengenal lingkungan madrasah, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang religius, cinta tanah air, serta mampu hidup rukun dalam keberagaman. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi mereka di masa depan," tutur beliau.

Melalui berbagai materi yang disampaikan secara menarik dan menyenangkan, hari keempat MATAMUDA menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta didik. Kegiatan ini semakin memperkuat komitmen MIN 4 Gunungkidul dalam menghadirkan pendidikan yang membangun karakter, akhlak, dan semangat kebangsaan sejak dini.

Rabu, 15 Juli 2026

Dluha, Asmaul Husna, Kini Ditambah Kitab Alala, Pembiasaan Pagi MIN 4 Gunungkidul Semakin Bermakna


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Suasana pagi di MIN 4 Gunungkidul kini semakin khidmat dengan hadirnya pembiasaan baru pada Tahun Ajaran 2026/2027. Selain melaksanakan Salat Duha berjamaah dan pembacaan Asmaul Husna, seluruh peserta didik kini juga membiasakan membaca Kitab Alala sebelum memasuki kegiatan belajar mengajar.

Rangkaian pembiasaan pagi diawali dengan Salat Duha berjamaah yang didampingi oleh guru Pendidikan Agama Islam, kemudian dilanjutkan pembacaan Asmaul Husna bersama. Setelah itu, Kepala Madrasah Laily Fauziah, S.Pd.I. bersama Siti Nuryani, S.Pd.I., M.S.I. memandu peserta didik membaca syair-syair dalam Kitab Alala yang berisi nasihat tentang adab, semangat menuntut ilmu, menghormati guru, serta pentingnya menjaga akhlak mulia.

Peserta didik tampak mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Lantunan syair dibaca bersama-sama sehingga menciptakan suasana religius yang menenangkan sebelum mereka memasuki kelas untuk mengikuti pembelajaran.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., mengatakan bahwa pembiasaan membaca Kitab Alala diharapkan mampu menjadi bekal karakter bagi peserta didik.

"Kami ingin anak-anak memahami bahwa menjadi pelajar yang baik bukan hanya tentang memperoleh nilai yang tinggi, tetapi juga memiliki adab, sopan santun, serta semangat belajar yang sungguh-sungguh. Nilai-nilai itulah yang terkandung dalam Kitab Alala dan ingin kami tanamkan sejak dini," tutur beliau.

Menurutnya, pembiasaan yang dilakukan secara rutin akan lebih mudah membentuk karakter peserta didik dibandingkan penyampaian materi sesaat. Oleh karena itu, madrasah terus menghadirkan berbagai pembiasaan positif sebagai bagian dari budaya belajar di MIN 4 Gunungkidul.

Dengan adanya pembacaan Kitab Alala, rangkaian pembiasaan pagi di MIN 4 Gunungkidul kini semakin lengkap. Madrasah berharap peserta didik tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berprestasi, tetapi juga berakhlak mulia, mencintai ilmu, serta menjunjung tinggi adab dalam kehidupan sehari-hari.

Belajar Cegah Bullying hingga Jelajah Nilai Kebaikan, Hari Ketiga MATAMUDA MIN 4 Gunungkidul Berlangsung Seru


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Hari ketiga pelaksanaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027 di MIN 4 Gunungkidul berlangsung penuh semangat pada Rabu (15/7/2026). Murid baru kelas I mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui berbagai kegiatan yang mengajarkan pentingnya hidup rukun, saling menghargai, dan menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi Madrasah Sehat, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan oleh Bhabinkamtibmas Kalurahan Pulutan, Heri Prasetyo, dengan moderator Imamia Mardini, S.Pd. Anak-anak dikenalkan mengenai bahaya bullying, cyber bullying, pelecehan seksual, rokok, narkoba, serta pentingnya menghormati teman dan menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi semua.

Agar materi lebih mudah dipahami, peserta didik diajak menyanyikan lagu Anti Bullying dengan penuh semangat. Lagu tersebut mengajak anak-anak untuk saling menyayangi, menghormati perbedaan, dan berani mengatakan tidak terhadap tindakan perundungan. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., mengapresiasi antusiasme peserta didik selama mengikuti kegiatan. "Anak-anak adalah generasi yang harus tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang dan saling menghargai. Melalui MATAMUDA, kami ingin mereka merasa nyaman berada di madrasah sekaligus memahami nilai-nilai kebaikan yang akan menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari," tutur beliau.

Selanjutnya, peserta didik kembali ke kelas bersama wali kelas I, Suriah Iswahyuni, S.Pd.I., didampingi Febriyani, S.Pd. Mereka mengikuti permainan edukatif Benar atau Salah, yaitu kegiatan yang mengajak siswa menentukan apakah suatu perilaku termasuk tindakan yang baik atau kurang baik. Dengan cara belajar yang interaktif, anak-anak tampak antusias menyampaikan pendapat dan berdiskusi bersama guru.

Melalui kegiatan hari ketiga ini, MATAMUDA tidak hanya menjadi ajang mengenalkan lingkungan madrasah, tetapi juga membangun karakter peserta didik sejak hari pertama mereka menjadi bagian dari keluarga besar MIN 4 Gunungkidul.

Selasa, 14 Juli 2026

Guru MIN 4 Gunungkidul Jalani Training Center MTQ Nasional, Siap Harumkan Nama DIY


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan keluarga besar MIN 4 Gunungkidul. Guru Bahasa Arab, Zulfa Tsalitsatul Muna, S.Pd., dipercaya menjadi wakil Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional yang akan diselenggarakan pada Agustus 2026.

Kepercayaan tersebut diperoleh setelah Zulfa berhasil meraih Juara II Cabang Tilawah Putri pada MTQ VIII KORPRI Tingkat DIY mewakili Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul. Sebagai persiapan menghadapi ajang nasional, beliau mulai mengikuti Training Center (TC) yang dilaksanakan setiap hari Selasa selama bulan Juli 2026.

Training Center menjadi tahapan penting dalam mematangkan kemampuan peserta melalui pembinaan teknik tilawah, evaluasi penampilan, serta penguatan mental sebelum mengikuti perlombaan di tingkat nasional.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.

"Kepercayaan untuk mewakili DIY merupakan amanah sekaligus kebanggaan bagi keluarga besar MIN 4 Gunungkidul. Kami mendoakan semoga Ibu Zulfa senantiasa diberikan kelancaran selama mengikuti Training Center dan mampu memberikan hasil terbaik pada MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional," tutur beliau.

Menurut beliau, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa guru madrasah tidak hanya berperan sebagai pendidik di kelas, tetapi juga mampu mengembangkan potensi diri dan berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.

Seluruh keluarga besar MIN 4 Gunungkidul memberikan dukungan dan doa agar Zulfa dapat menjalani setiap tahapan persiapan dengan baik serta mengharumkan nama Daerah Istimewa Yogyakarta, Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, dan MIN 4 Gunungkidul pada ajang MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional.

Penuh Kepedulian, Tiga Siswa MIN 4 Gunungkidul Terima Santunan Anak Yatim dan Piatu


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Wajah bahagia tampak menghiasi tiga peserta didik MIN 4 Gunungkidul yang menerima santunan bagi anak yatim dan piatu pada Selasa (14/7/2026). Bantuan tersebut disalurkan melalui Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul dan didistribusikan kepada para penerima melalui pihak madrasah.

Penyerahan santunan diwakili oleh guru senior MIN 4 Gunungkidul, Abdul Wahid, S.Pd.I., setelah sebelumnya bantuan dititipkan kepada madrasah untuk disampaikan kepada peserta didik yang berhak menerima.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan kepada peserta didik. Beliau berharap bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih cita-cita.

"Perhatian dan kepedulian seperti ini memiliki makna yang sangat besar bagi anak-anak. Semoga santunan yang diberikan membawa keberkahan, menambah semangat belajar, serta menguatkan mereka untuk terus melangkah meraih masa depan yang lebih baik," ujar beliau.

Selain memberikan manfaat secara langsung kepada penerima, kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi seluruh warga madrasah tentang pentingnya menumbuhkan rasa empati, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari karakter yang terus ditanamkan di lingkungan MIN 4 Gunungkidul.

Melalui sinergi berbagai pihak, MIN 4 Gunungkidul berharap semakin banyak peserta didik yang merasakan manfaat program-program sosial, sehingga madrasah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang yang menghadirkan kepedulian dan kebersamaan bagi seluruh warganya.

Belajar Sambil Bermain, Hari Kedua MATAMUDA MIN 4 Gunungkidul Penuh Keceriaan


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Suasana ceria kembali mewarnai pelaksanaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027 di MIN 4 Gunungkidul pada Selasa (14/7/2026). Memasuki hari kedua, murid baru kelas I diajak belajar berbagai nilai kehidupan di madrasah melalui kegiatan yang edukatif sekaligus menyenangkan.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai orientasi ibadah, tata tertib madrasah, akhlak dan adab, etika bermedia sosial, serta cara menyesuaikan diri di lingkungan madrasah. Materi tersebut diberikan sebagai bekal agar peserta didik mampu menjalani kehidupan di madrasah dengan baik sejak hari pertama belajar.

Setelah itu, peserta didik menyaksikan video inspiratif "7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia" yang mengajak mereka membiasakan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme siswa semakin terlihat saat mengikuti permainan tebak ekspresi. Gelak tawa dan semangat memenuhi ruangan ketika setiap anak mencoba menampilkan berbagai ekspresi yang harus ditebak oleh teman-temannya.

Kegiatan dilanjutkan dengan Jelajah Madrasah, yaitu mengenal lebih dekat lingkungan dan berbagai fasilitas yang dimiliki MIN 4 Gunungkidul. Murid baru diajak berkeliling untuk mengetahui lokasi ruang kelas, perpustakaan, musala, UKS, ruang guru, hingga area bermain sehingga mereka semakin akrab dengan lingkungan belajar yang akan mereka tempati setiap hari.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., berharap seluruh rangkaian MATAMUDA dapat memberikan pengalaman pertama yang menyenangkan bagi peserta didik baru.

"Kami ingin anak-anak merasa nyaman berada di madrasah sejak hari pertama. Belajar mengenal lingkungan, memahami aturan, serta menjalin persahabatan akan menjadi bekal penting bagi mereka untuk tumbuh menjadi peserta didik yang berkarakter dan berprestasi," ungkap beliau.

Melalui perpaduan materi karakter, permainan edukatif, dan kegiatan jelajah madrasah, hari kedua MATAMUDA berlangsung penuh semangat. Kegiatan ini diharapkan mampu membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan madrasah sekaligus menumbuhkan rasa senang dan bangga menjadi bagian dari keluarga besar MIN 4 Gunungkidul.

Bangun Kebersamaan Sejak Awal Tahun, MIN 4 Gunungkidul Tata Ulang Rombel Kelas V


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Mengawali Tahun Ajaran 2026/2027, MIN 4 Gunungkidul melaksanakan penataan ulang rombongan belajar (rombel) bagi peserta didik kelas V pada Senin (13/7/2026). Kegiatan ini bertujuan membangun kebersamaan, memperluas pergaulan antarsiswa, serta menciptakan suasana belajar yang lebih inklusif.

Proses pembagian kelas dilakukan dengan pengundian nomor kelas, sehingga setiap peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk menempati rombongan belajar V A maupun V B. Seluruh rangkaian berlangsung tertib dan disambut antusias oleh para siswa.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., menjelaskan bahwa penataan ulang rombel merupakan bagian dari strategi madrasah dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu beradaptasi dengan lingkungan baru dan menjalin hubungan yang lebih luas dengan teman-temannya.

"Kami ingin anak-anak belajar bahwa berteman tidak terbatas pada kelompok yang sudah dikenal. Melalui penataan ulang kelas ini, mereka diharapkan mampu saling mengenal, bekerja sama, dan menghargai setiap teman tanpa membeda-bedakan," tutur beliau.

Dengan komposisi kelas yang baru, peserta didik didorong untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, dan membangun semangat kebersamaan selama proses pembelajaran berlangsung.

Suasana penuh keceriaan tampak saat hasil pengundian diumumkan. Meski sebagian siswa awalnya penasaran dengan kelas yang akan ditempati, mereka segera berbaur dan mulai mengenal teman-teman baru. Momen tersebut menjadi langkah awal yang positif dalam membangun lingkungan belajar yang harmonis dan kondusif.

Melalui penataan ulang rombongan belajar ini, MIN 4 Gunungkidul berharap peserta didik semakin terbuka dalam berinteraksi, tidak membentuk kelompok-kelompok tertentu, serta tumbuh menjadi pribadi yang mudah beradaptasi, menghargai perbedaan, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

Kemenag Gunungkidul Lakukan Survei Lanjutan Pemeliharaan Sarana di MIN 4 Gunungkidul


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – MIN 4 Gunungkidul kembali menerima kunjungan tim dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul dalam rangka survei lanjutan pemeliharaan bangunan pada Senin (13/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan kondisi sarana dan prasarana madrasah tetap layak, aman, dan nyaman digunakan.

Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan peninjauan pada beberapa bagian bangunan yang sebelumnya telah mendapatkan pemeliharaan sekaligus mengamati kondisi fasilitas lainnya yang berpotensi memerlukan penanganan pada tahap berikutnya.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., menyambut baik pelaksanaan survei tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap peningkatan kualitas lingkungan belajar di madrasah.

"Lingkungan belajar yang nyaman akan mendukung peserta didik dan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran secara optimal. Kami berharap koordinasi yang baik ini dapat terus berlanjut demi kemajuan madrasah," tutur beliau.

Survei berlangsung dengan lancar melalui koordinasi antara tim Kementerian Agama dan pihak madrasah. Hasil peninjauan diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan langkah-langkah pemeliharaan berikutnya sehingga fasilitas MIN 4 Gunungkidul senantiasa terjaga dan mampu memberikan layanan pendidikan yang semakin berkualitas.

Bersama Menguatkan, Keluarga Besar MIN 4 Gunungkidul Bersilaturahmi ke Rumah Siswa Korban Kebakaran


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Suasana haru menyelimuti keluarga besar MIN 4 Gunungkidul pada Senin (13/7/2026). Sebagai bentuk kepedulian terhadap salah satu peserta didik yang tertimpa musibah kebakaran, madrasah menggalang bantuan dan bersilaturahmi ke kediaman Nuha Zulfan Tamami, peserta didik kelas V B.

Sebelumnya, warga madrasah melaksanakan penggalangan bantuan yang diikuti oleh guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik. Bantuan tersebut kemudian diserahkan secara langsung saat rombongan mengunjungi rumah Zulfan selepas kegiatan pembelajaran.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., bersama seluruh guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik kelas V hadir untuk memberikan semangat kepada Zulfan dan keluarganya. Kehangatan dan kebersamaan terasa dalam setiap perbincangan, mencerminkan eratnya ikatan kekeluargaan yang terjalin di lingkungan madrasah.

"Kami berharap Zulfan dan keluarga diberikan kekuatan, kesabaran, serta kemudahan dalam menghadapi musibah ini. Semoga bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban, dan yang terpenting, Zulfan tetap semangat belajar serta terus meraih cita-citanya," ungkap Laily Fauziah.

Kegiatan ini juga menjadi pembelajaran nyata bagi peserta didik tentang pentingnya memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Melalui pengalaman tersebut, siswa belajar bahwa nilai-nilai tolong-menolong, gotong royong, dan kebersamaan tidak hanya dipelajari di dalam kelas, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Silaturahmi diakhiri dengan doa bersama agar keluarga Nuha Zulfan Tamami senantiasa diberikan ketabahan, kesehatan, dan keberkahan. Semangat saling menguatkan yang ditunjukkan keluarga besar MIN 4 Gunungkidul menjadi bukti bahwa madrasah bukan sekadar tempat menuntut ilmu, tetapi juga rumah kedua yang menghadirkan kepedulian dan kasih sayang bagi seluruh warganya.

Hari Pertama MATAMUDA 2026 Berlangsung Ceria, Murid Baru MIN 4 Gunungkidul Mulai Kenali Madrasah


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Keceriaan tampak menghiasi wajah murid baru MIN 4 Gunungkidul pada hari pertama Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026). Setelah mengikuti pembukaan MATAMUDA secara serentak yang dipusatkan di MAN 1 Gunungkidul, para murid baru melanjutkan rangkaian kegiatan di madrasah dengan penuh semangat.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi kemadrasahan oleh Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I. Dalam kesempatan tersebut, beliau memperkenalkan profil madrasah, budaya belajar, serta seluruh guru dan tenaga kependidikan yang akan mendampingi peserta didik selama menempuh pendidikan di MIN 4 Gunungkidul.

Suasana berlangsung hangat ketika para murid baru mulai mengenal lingkungan belajar dan keluarga besar madrasah. Kepala Madrasah juga memberikan motivasi agar seluruh peserta didik berani belajar, rajin beribadah, menghormati guru, serta menjalin persahabatan dengan teman-teman baru.

"Kami ingin anak-anak merasa diterima dan bahagia sejak hari pertama berada di madrasah. Semoga MATAMUDA menjadi awal yang baik untuk menumbuhkan semangat belajar, karakter yang baik, dan rasa memiliki terhadap madrasah," tutur Laily Fauziah.

Setelah sesi kemadrasahan, kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan antarsiswa yang dipandu oleh wali kelas I, Suriah Iswahyuni, S.Pd.I., bersama Febriyani, S.Pd. Berbagai aktivitas sederhana dilakukan untuk membantu peserta didik saling mengenal nama, asal sekolah, serta membangun keakraban dengan teman-teman sekelas.

Suasana kelas dipenuhi tawa dan antusiasme. Meski sebagian murid masih tampak malu-malu, mereka mulai berani memperkenalkan diri dan berinteraksi dengan teman-teman baru. Pendampingan yang hangat dari guru membuat peserta didik merasa nyaman mengikuti setiap rangkaian kegiatan.

Hari pertama MATAMUDA menjadi awal yang menyenangkan bagi murid baru MIN 4 Gunungkidul. Melalui kegiatan ini, madrasah berharap seluruh peserta didik dapat beradaptasi dengan baik, mengenal lingkungan sekolah, serta siap mengikuti proses pembelajaran dengan penuh semangat pada tahun ajaran yang baru.

Kamis, 02 Juli 2026

Persiapkan MATAMUDA 2026/2027, Kepala Madrasah dan Guru MIN 4 Gunungkidul Ikuti Sosialisasi Juknis


Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Dalam rangka menyambut peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027, Kepala Madrasah bersama sejumlah guru MIN 4 Gunungkidul mengikuti Sosialisasi Petunjuk Teknis Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) secara daring pada Kamis (2/7/2026). Kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB melalui Zoom Meeting dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Pendis Channel.

Sosialisasi menghadirkan tiga narasumber, yaitu Prof. Dr. Hj. Nyayu Khodijah selaku Direktur KSKK Madrasah, H. Sholla Taufiq selaku Kasubdit Kesiswaan KSKK Madrasah, serta H. Ngusri Yusron dari Tim Kesiswaan KSKK Madrasah. Ketiganya menyampaikan berbagai kebijakan dan petunjuk teknis terkait pelaksanaan MATAMUDA yang akan diterapkan di madrasah pada awal tahun pelajaran.

Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai tujuan, konsep, serta mekanisme pelaksanaan MATAMUDA yang mengedepankan prinsip ramah anak, menyenangkan, edukatif, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik.

Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan madrasah agar pelaksanaan MATAMUDA dapat berjalan dengan baik.

"Kami ingin menyambut peserta didik baru dengan pengalaman pertama yang menyenangkan di madrasah. Melalui MATAMUDA, anak-anak diharapkan dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan belajar, mengenal guru, teman, serta budaya positif yang menjadi ciri khas MIN 4 Gunungkidul," ungkap beliau.

Dengan mengikuti sosialisasi ini, MIN 4 Gunungkidul semakin siap menyelenggarakan MATAMUDA Tahun Ajaran 2026/2027 secara optimal sebagai langkah awal dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan penuh semangat bagi seluruh peserta didik baru.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More