Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Pagi hari di MIN 4 Gunungkidul selalu diawali dengan suasana yang menenangkan. Sebelum bel masuk berbunyi dan pembelajaran dimulai, peserta didik terlebih dahulu mengikuti rangkaian pembiasaan keagamaan yang menjadi budaya positif madrasah.
Kegiatan dimulai dengan salat Dhuha berjamaah yang didampingi guru agama. Usai salat, seluruh peserta didik bersama-sama melantunkan Asmaul Husna, menciptakan suasana yang khusyuk sekaligus membangun semangat untuk memulai aktivitas belajar.
Pembiasaan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Alala yang dipandu oleh Siti Nuryani, S.Pd.I. bersama Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I. Melalui kitab tersebut, peserta didik diajak mengenal pentingnya adab dalam menuntut ilmu, menghormati guru, berbakti kepada orang tua, serta menjaga akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Memasuki tahun ajaran baru, Program Tahfidz Al-Qur'an juga mulai kembali dilaksanakan. Sebagian peserta didik telah memulai setoran hafalan, sementara peserta didik lainnya masih menjalani proses pemetaan kemampuan hafalan agar pembinaan dapat diberikan sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing.
Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., mengatakan bahwa pembiasaan pagi menjadi salah satu ciri khas madrasah yang terus dipertahankan.
"Kami berharap anak-anak tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, tetapi juga memiliki kebiasaan beribadah, mencintai Al-Qur'an, serta berakhlak mulia. Hal-hal baik yang dibiasakan setiap pagi diharapkan akan menjadi karakter yang melekat hingga mereka dewasa," ungkapnya.
Pembiasaan pagi yang dilakukan secara konsisten menjadi bagian dari ikhtiar MIN 4 Gunungkidul dalam menciptakan lingkungan belajar yang religius, nyaman, dan menyenangkan. Melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan setiap hari, madrasah terus menanamkan nilai-nilai kebaikan sebagai bekal bagi peserta didik dalam menjalani kehidupan.













.png)