Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Pagi di MIN 4 Gunungkidul, Selasa (15/9/2026), kembali diisi dengan pembiasaan keagamaan. Para peserta didik mengikuti salat Dhuha, Asmaul Husna, dan Ala La sebelum memulai rangkaian kegiatan berikutnya.
Namun, pagi itu tidak berhenti pada pembiasaan. Setelahnya, halaman madrasah menjadi ruang latihan bagi para peserta didik yang akan membawa nama MIN 4 Gunungkidul dalam KOSSMA, Kamis (17/9/2026).
Para anggota kontingen tampil menunjukkan kemampuan masing-masing di hadapan warga madrasah. Kesempatan tersebut sekaligus menjadi latihan untuk membangun keberanian, rasa percaya diri, dan kesiapan mental sebelum mereka tampil di arena perlombaan.
Bagi sebagian peserta didik, tampil di depan banyak orang tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Karena itu, pengalaman tampil berulang kali menjadi bagian penting dalam proses persiapan.
Kepala MIN 4 Gunungkidul menilai bahwa mental bertanding perlu dibangun sejak sebelum anak-anak memasuki arena kompetisi.
“Anak-anak perlu dibiasakan tampil dan berani menunjukkan kemampuannya. Jangan sampai sebenarnya mereka sudah siap secara materi, tetapi masih kurang percaya diri ketika harus tampil. Karena itu, kesempatan seperti ini penting untuk melatih mental mereka,” tutur Kepala MIN 4 Gunungkidul.
Suasana penampilan pun menjadi bagian dari proses belajar. Bukan sekadar melihat siapa yang paling bagus, tetapi bagaimana peserta didik mampu tampil, menguasai rasa gugup, dan menyelesaikan penampilannya dengan percaya diri.
Persiapan menuju KOSSMA pun terus berjalan. Setelah latihan kemampuan, pembiasaan tampil di depan warga madrasah menjadi salah satu cara MIN 4 Gunungkidul membangun kesiapan para kontingennya.
Dari Dhuha dan Asmaul Husna di pagi hari, berlanjut ke panggung latihan. Sedikit demi sedikit, kemampuan diasah dan mental dipersiapkan sebelum kontingen MIN 4 Gunungkidul melangkah ke arena KOSSMA.

0 komentar:
Posting Komentar