Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Suasana pagi di MIN 4 Gunungkidul kini semakin khidmat dengan hadirnya pembiasaan baru pada Tahun Ajaran 2026/2027. Selain melaksanakan Salat Duha berjamaah dan pembacaan Asmaul Husna, seluruh peserta didik kini juga membiasakan membaca Kitab Alala sebelum memasuki kegiatan belajar mengajar.
Rangkaian pembiasaan pagi diawali dengan Salat Duha berjamaah yang didampingi oleh guru Pendidikan Agama Islam, kemudian dilanjutkan pembacaan Asmaul Husna bersama. Setelah itu, Kepala Madrasah Laily Fauziah, S.Pd.I. bersama Siti Nuryani, S.Pd.I., M.S.I. memandu peserta didik membaca syair-syair dalam Kitab Alala yang berisi nasihat tentang adab, semangat menuntut ilmu, menghormati guru, serta pentingnya menjaga akhlak mulia.
Peserta didik tampak mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Lantunan syair dibaca bersama-sama sehingga menciptakan suasana religius yang menenangkan sebelum mereka memasuki kelas untuk mengikuti pembelajaran.
Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., mengatakan bahwa pembiasaan membaca Kitab Alala diharapkan mampu menjadi bekal karakter bagi peserta didik.
"Kami ingin anak-anak memahami bahwa menjadi pelajar yang baik bukan hanya tentang memperoleh nilai yang tinggi, tetapi juga memiliki adab, sopan santun, serta semangat belajar yang sungguh-sungguh. Nilai-nilai itulah yang terkandung dalam Kitab Alala dan ingin kami tanamkan sejak dini," tutur beliau.
Menurutnya, pembiasaan yang dilakukan secara rutin akan lebih mudah membentuk karakter peserta didik dibandingkan penyampaian materi sesaat. Oleh karena itu, madrasah terus menghadirkan berbagai pembiasaan positif sebagai bagian dari budaya belajar di MIN 4 Gunungkidul.
Dengan adanya pembacaan Kitab Alala, rangkaian pembiasaan pagi di MIN 4 Gunungkidul kini semakin lengkap. Madrasah berharap peserta didik tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berprestasi, tetapi juga berakhlak mulia, mencintai ilmu, serta menjunjung tinggi adab dalam kehidupan sehari-hari.
0 komentar:
Posting Komentar