Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Gelak tawa, sorak semangat, dan kekompakan mewarnai pelaksanaan hari pertama Program SATRIYO (Sahabat Tagana Junior Istimewa Yogyakarta) di MIN 4 Gunungkidul, Senin (20/7/2026). Di sela-sela materi kesiapsiagaan bencana, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk membangun kerja sama, disiplin, dan rasa percaya diri.
Dipandu oleh Tim Tagana Kabupaten Gunungkidul, peserta mengikuti latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) sebagai sarana melatih kedisiplinan dan kekompakan. Suasana semakin meriah ketika setiap kelompok diminta menampilkan yel-yel terbaik mereka. Dengan penuh percaya diri, masing-masing kelompok meneriakkan yel-yel yang kreatif dan penuh semangat, disambut tepuk tangan dari peserta lainnya.
Kegiatan semakin seru melalui berbagai sesi ice breaking yang membuat peserta lebih akrab dan berani berkomunikasi. Tanpa disadari, permainan-permainan tersebut mengajarkan pentingnya saling percaya, bekerja sama, dan saling mendukung dalam sebuah tim.
Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., mengapresiasi antusiasme peserta selama mengikuti kegiatan.
"Melihat anak-anak berani tampil, kompak, dan saling menyemangati tentu menjadi kebahagiaan tersendiri. Semoga semangat kebersamaan yang dibangun selama SATRIYO tidak berhenti di sini, tetapi terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari, baik di madrasah maupun di lingkungan tempat tinggal mereka," tuturnya.
Melalui perpaduan materi, permainan edukatif, dan aktivitas kelompok, hari pertama SATRIYO tidak hanya memberikan pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk belajar memimpin, menghargai pendapat teman, serta mempererat persaudaraan. Suasana yang penuh semangat tersebut menjadi awal yang menyenangkan dalam rangkaian Program SATRIYO 2026 di MIN 4 Gunungkidul.

0 komentar:
Posting Komentar