Wonosari (MIN 4 Gunungkidul) – Suasana pagi di MIN 4 Gunungkidul selalu diawali dengan berbagai pembiasaan positif yang menjadi ciri khas madrasah. Pada Selasa (21/7/2026), meskipun sebagian peserta didik mengikuti hari kedua Program SATRIYO di Taman Pintar Yogyakarta, kegiatan pembiasaan bagi siswa yang berada di madrasah tetap berlangsung dengan penuh semangat.
Sejak pagi, peserta didik mengikuti Salat Dhuha berjamaah, dilanjutkan pembacaan Asmaul Husna, serta pembelajaran Kitab Alaa Laa sebagai bagian dari pembiasaan religius yang dilaksanakan setiap hari. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan karakter yang disampaikan oleh guru Pendidikan Agama Islam, Abdul Mukhid, S.Ag.
Dalam pembinaannya, Abdul Mukhid mengajak peserta didik memahami pentingnya beradab dan menghormati guru sebagai bekal utama dalam menuntut ilmu. Dengan bahasa yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, beliau mengingatkan peserta didik untuk membiasakan mengucapkan salam, mendengarkan ketika guru menjelaskan, bersikap sopan, serta menaati nasihat yang diberikan.
Kepala MIN 4 Gunungkidul, Laily Fauziah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa pembiasaan pagi merupakan salah satu program unggulan madrasah dalam membentuk karakter peserta didik.
"Pembiasaan seperti Salat Dhuha, pembacaan Asmaul Husna, Kitab Alaa Laa, dan pembinaan karakter kami laksanakan secara berkelanjutan agar menjadi kebiasaan yang tertanam dalam diri peserta didik. Harapannya, mereka tumbuh menjadi anak-anak yang tidak hanya cerdas, tetapi juga santun dan berakhlak mulia," tuturnya.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Setelah rangkaian pembiasaan selesai, peserta didik melanjutkan kegiatan belajar mengajar di kelas masing-masing dengan semangat. Melalui pembiasaan yang dilakukan setiap hari, MIN 4 Gunungkidul terus berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang religius, nyaman, dan mendukung tumbuhnya generasi yang berilmu sekaligus berakhlak mulia.

0 komentar:
Posting Komentar